Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Jumat, 04 November 2011

Mohandas Karamcham Gandhi (Mahatma Gandhi) 1869 - 1948



Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan., sebuah pekan kecil di wilayah Gujarat. Keluarganya dari kelas pertengahan dari kasta Vaishya. Bapanya, Karamchand, merupakan seorang Dewan atau Perdana Menteri di pekan tersebut. Manakala ibunya bernama Putlibai, adalah seorang wanita yang lemah lembut dan warak, dan menjadi sumber inspirasi bagi beliau.

Semasa Gandhi di sekolah rendah, beliau tidak menunjuk sebarang petanda akan menjadi seorang tokoh yang terkenal. Disekolah beliau dianggap sebagai seorang pelajar yang "mediocre" atau sederhana dan merupakan seorang yang sangat pemalu. Namun sejak kecil lagi, beliau menunjukkan sifatnya yang berintegriti. Sewaktu suatu ujian ejaan beliau telah silap mengeja. Tetapi beliau enggan meniru kawannya, walaupun diberi peluang oleh gurunya.

Mengikut adat orang India pada waktu itu, beliau telah dikahwinkan pada usia yang muda iaitu pada umur 13 tahun kepada Kasturbai, seorang gadis yang sebaya dengannya.

Pada usia 18 tahun, beliau melanjutkan pelajarannya di Southampton, England dalam bidang undang-undang. Disamping mempelajari undang-undang, beliau mula menunjuk minat dalam bidang keagamaan. Pelbagai kitab serta buku-buku keagamaan seperti Hindu, Kristian, Yahudi dan Islam telah menjadi bahan bacaannya. Pada 1891, beliau lulus peperiksaan akhirnya dan pulang ke India sebagai seorang peguam.

Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah karena kepercayaan Gandhi yang menginginkan rakyat Hindu dan Muslim diperlakukan dengan seimbang.

Mahatma Karamchand Gandhi di Bombay pada September 1944.Mohandas Karamchand Gandhi (Gujarati Devanāgarī (2 Oktober, 1869 - 30 Januari, 1948) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sanskrit: "berjiwa hebat") adalah seorang pemimpin spiritual dan tokoh politik tersohor dari India.

Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan jajahan British. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.




Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui demonstrasi secara aman.

Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kerajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.




Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.




Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.




Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).




Kehidupan orang-orang besar seperti Gandhi memang perlu kita pelajari karena seperti kata Indira Gandhi, putri Jawaharlal Nehru, "Tidak hanya kata-katanya, hidup Gandhi adalah sebuah pesan."




• Gandhi Memimpin Gerakan Perlawanan Sipil

12 Maret tahun 1930, Mahatma Gandhi memimpin sebuah gerakan perlawanan rakyat sipil untuk memprotes monopoli garam yang diberlakukan pemerintah Inggris di India. Aturan monopoli garam yang ditetapkan Inggris berisi larangan bagi rakyat India untuk mengumpulkan atau menjual garam dan paksaan untuk membeli garam dari Inggris yang telah dikenai bea pajak yang tinggi. Mengingat bahwa garam merupakan kebutuhan vital bangsa India, Mahatma Gandhi memimpin gerakan satyagraha atau perlawanan rakyat sipil.




Nehru, Perdana Menteri India, menyebut Gandhi sebagai tokoh terbesar India setelah Gautama, sang Buddha. Ketika diminta untuk mengomentari tentang Gandhi, Einstein mengatakan: "Pada saatnya akan banyak orang yang tak percaya dan takjub bahwa pernah hidup seorang seperti Gandhi di muka bumi". Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris, menyebutnya 'Naked Fakir'.