Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Jumat, 04 November 2011

Walter Elias Disney (1901. - 1966)



Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.



Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri,

di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-2 yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus, dan anjing. Kelak, ternyata hewan-2 itulah yang membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU
YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.



Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul 3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas

harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota. Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin,sehingga Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri.

Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus

bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar

untuk survive ? Tidak adakah jalan lain untuk hidup ? Bila Walt

mengantarkan koran untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang

kaya di kota, maka Walt juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup

mewah, sementara dirinya hidup



serba kekurangan. Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di

dalamhidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH

KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN

KITA SEPENUHNYA SAAT INI.



Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt bersikeras

memutuskan untuk masuk ke dinas tentara, karena menurutnya pekerjaan

tentara bisa lebih memberi kekayaan dibanding sebagai pengantar koran

yang bekerja tidak dibayar. Di sela-2 dinas ketentaraannya, Walt

menggunakan waktu luangnya untuk menggambar.



Rupanya, bakat Walt dalam menggambar memang luar biasa, sehingga ! dalam

waktu yang singkat banyak teman-2nya di ketentaraan yang minta dibuatkan

gambar dirinya.


Setelah perang dunia I usai, Walt keluar dari dinas tentara. Saat itu,

sangatlah sulit mencari pekerjaan. Ini merupakan masa-masa paling suram

dalam kehidupan Walt Disney. Untuk kembali ke orang tuanya dia malu,

karena waktu itu dia sering menyombongkan pada orang tuanya bahwa

pekerjaan tentara itu adalah `pekerjaan orang kaya’.



Walt tidak mempunyai uang barang sedikitpun, dan terpaksa menumpang di

belakang sebuah bengkel kecil, dengan sebuah bangku usang, satu-satunya

perabotan yang dimilikinya, untuk makan dan tidur. Lebih parah lagi,

seminggu sekali dia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam

hari hanya sekedar untuk `mencuri’ mandi.



Walt menyadari, bahwa hal ini tidak mungkin dibiarkan terus menerus. Dia

kembali ingat impiannya di masa lalu, bahwa dia ingin menjadi kaya,

bukan gelandangan seperti sekarang. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan

keadaannya yang sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, tanpa pekerjaan.

Dalam keadaan paling parah dalam hidupnya, Walt akhirnya bisa merumuskan

prinsip



hidupnya yang ketiga, yaitu TIDAK PEDULI SEBERAPA PARAH KEADAAN KITA

SAAT INI, NAMUN KEADAAN PASTI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK APABILA KITA MASIH

MEMILIKI SATU HAL : HARAPAN



Harapan itu pula yang terus memacu pikiran Walt. Akhirnya Walt

menyadari, bahwa satu-satunya yang masih dimilikinya adalah bakat

menggambarnya. Tapi, bagaimana caranya agar bakat tersebut bisa

menghasilkan uang untuk dirinya ? Setelah sekian lama mencari-cari, Walt

memutuskan bahwa Hollywood adalah tempat yang cocok dengan dirinya,

dengan bakat yang dimilikinya. Untuk kesana, terpaksa Walt menahan malu

dan meminjam uang dari kakaknya Ray. Setibanya disana, ternyata Walt

hanyalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi bintang

di Hollywood.



Mulailah Walt masuk satu persatu ke studio yang ada disana, dan mencoba

menawarkan diri untuk bekerja apa saja, asal ada hubungannya dengan

dunia perfilman. Bukan hal yang mudah ternyata, karena tidak ada satupun

studio yang mau menerimanya, bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah

sekalipun.



Walt menyadari, bahwa para studio itu menolaknya karena dirinya tidak

menunjukkan satu keahlian khusus, yang membuat mereka tertarik

kepadanya. Belajar dari situ, Walt membeli beberapa kertas kosong dan

mulai menggambar. Kemudian Walt kembali lagi ke studio-2 itu lagi, kini

dengan menonjolkan `bakat’ yang dimilikinya. Ternyata ada satu studio

yang tertarik dengan



bakat Walt yang luar biasa.

Mereka bahkan langsung memesan satu cerita “Alice in The Wonderland”

dalam bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500.



Jumlah itu justru membuat Walt kaget, karena pada awalnya Walt hanya

berharap mendapatkan upah US$ 50 sebulan, hanya sekedar untuk bertahan

hidup. Rangkaian film “Alice in The Wonderland” sukses luar biasa di

bioskop Amerika, dan bertahan sampai tiga tahun berturut-turut. Dengan

hasil dari film ini, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya, membeli

rumah, membuat studio sendiri dan menikah dengan Lilian Bounds.



Suatu hari, Walt teringat masa kecilnya yang bahagia di pedesaan. Hal

ini menginspirasi dirinya untuk menggambar tiga sahabat binatangnya

waktu itu, yaitu bebek, tikus, dan anjing. Dari sinilah kemudian lahir

Donald Duck, Mickey Mouse dan Pluto. Ketiga binatang inilah yang membawa

Walt Disney menuju ke kejayaannya sebagai seorang bintang di Hollywood.

Selain itu, Walt juga rajin menciptakan film-film animasi lain yang

terus mencetak uang bagi dirinya, seperti Snow White, Cinderella, Peter

Pan dan Bambi. Dari sinilah Walt kemudian mendedikasikan diri seutuhnya

untuk kebahagiaan anak-2 sedunia.

Pada tahun 1950, Walt mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi

anak-anak. Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-2nya sesama

pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini

akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.

Pada waktu pembukaan, Walt mengatakan dalam pidatonya “KESUKSESAN

DIMULAI KETIKA KITA MULAI MENCIPTAKAN IMPIAN JAUH KEDEPAN. DAN SAAT KITA

BERKOMITMEN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ITU, MAKA SELANJUTNYA IMPIAN ITU YANG

AKAN MENJADI MAGNET DAN MENARIK KITA KESANA????.. “.

Walt Disney meninggal pada tahun 1966. Namun visi dan impiannya untuk

kebahagiaan anak-anak akan terus dikenang oleh dunia sepanjang masa.