Berpikiran Luas seperti KODOK



Hmmm…

KODOK dan KATAK sedikit berbeda. Tapi, untuk saat ini mari kita beranggapan bahwa mereka adalah sama. Suatu makhluk kecil berkaki empat, suka melompat, gemuk dan mungil, dan yang pasti mereka bisa hidup di air maupun darat alias amphibi.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Ada suatu ketika dimana sang kodok melompat kesana kemari di sekitar selokan yang ditumbuhi rerumputan di sekitarnya. Kodok ini hidup bersama hewan lainnya di darat, namun suatu hari dia ingin berteman dengan sang ikan di selokan tersebut. Sang kodok pun memasuki selokan yang cukup bersih tersebut. Lalu, dia bertemu dengan seekor ikan yang sudah sekian lama hidup sendirian di sana. Sang ikan pun terkejut.

“Hey, siapa kamu?”

“Saya adalah kodok dan kamu adalah seekor ikan, bukan? Saya pernah melihat kamu ketika saya berada di daratan.”

“Apa itu daratan?”

“Daratan adalah tempat yang sangat indah. Terdapat banyak rerumputan yang tumbuh di atas tanah. Langit yang indah dihiasi awan dan matahari.”

“Kamu bohong. Tempat yang paling indah hanya ada di sini. Saya dapat melihat gelembung-gelembung air yang cantik, dihiasi gelombang air yang sangat lembut, dan saya bisa berenang kesana kemari. Tidak ada yang namanya daratan, yang ada hanyalah perairan ini.”

“Kamu salah, ikan. Di luar sana, masih ada daratan dan perairan yang lain. Saya bisa tahu karena saya pernah di darat. Saya bisa melihat dan merasakan kedua hal tersebut, baik darat maupun perairan.”

“Saya tidak percaya! Kamu jangan membohongi saya, saya sudah tinggal lama di sini. Kamu mendingan pergi dari sini.”

Akhirnya, sang kodok pun berenang menjauhi sang ikan dan melompat keluar dari perairan. Sang kodok pun hanya tersenyum dan hidup bahagia bersama teman-temannya di daratan, sedangkan sang ikan hanya hidup sendiri dengan pemikirannya yang sempit. Tidak ada yang mau menemani sang ikan di perairan, bahkan kodok sekalipun.

Nah, marilah kita belajar dari sang kodok yang mempunyai pemikiran yang luas. Janganlah seperti sang ikan yang keras kepala dan tidak mau menerima hal apapun di dunia ini, kecuali keegoisannya sendiri. Dunia ini luas dan masih banyak hal yang belum kita tahu dan alami. Belajar dan terus belajar akan melatih pemikiran kita untuk lebih terbuka dan lebih bijaksana.

.


Postingan populer dari blog ini

Nama Panggilan Untuk Pacar Unik Tapi Mesra

Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA