Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Rabu, 30 November 2011

Milli dan Nathan

Film - Milli dan Nathan ini adalah cermin dari realitas cinta remaja. Film ini merupakan pengalaman pertama bagi Falcon Pictures memproduksi sebuah film layar lebar. Kehadirannya di perfilman nasional dapat menyemarakan perkembangan film bergenre romantis. Film ini berawal ketika Milli (Olivia Lubis Jensen) dan Nathan (Chris Laurent) saling suka saat masih sekolah di bangku SMA di Bandung. Nathan sering membantu Milli belajar, sedangkan Milli dengan segala kelucuannya bisa mencairkan kekakuan dari seorang Nathan. Mereka pun akhirnya berpacaran dan hubungan mereka berjalan hingga kelulusan SMA. Namun, Nathan memutuskan untuk masuk ke universitas impiannya di Jakarta. Sedangkan Milli tetap bertahan di Bandung. Dengan alasan ingin berkonsentrasi dengan kuliahnya, Nathan memutuskan hubungannya dengan Milli. Milli sebaliknya, tidak suka dengan kuliah lantaran mau menjadi seorang penulis novel. Mereka masih saling merindukan. Sampai Milli akhirnya benar-benar berhenti kuliah dan memulai menulis buku. Pada peluncuran novel pertamanya, Milli sudah didampingi pacar baru. Nathan muncul lagi dan jadi pacarnya lagi. Milli pun marah. Menurut Milli, Nathan sudah seenaknya datang dan pergi dalam hidupnya. Nathan pulang ke Jakarta dan berhasil lulus. Milli kembali sibuk dengan novel keduanya. Milli kemudian putus dengan pacarnya dan mereka berhubungan lagi, tetapi dalam ketidakjelasan sebuah komitmen. Hingga Nathan memberi kabar bahwa dia akan menikah dengan wanita lain dan akan pindah ke Jakarta. Mendengar hal itu Milli kaget, kecewa dan marah. Milli menghapus Nathan dari hidupnya. Hingga akhirnya Milli tahu bahwa Nathan tak pernah benar-benar meninggalkannya. Di antara film-film Indonesia lain yang dibuat akhir-akhir ini, Milli dan Nathan tentunya memberi harapan bahwa pembuat film Indonesia pun bisa membuat film dengan standar teknis yang bagus. Persoalan pemikiran yang dalam dan penuh perenungan, perjalanan anak muda menjadi dewasa. Inti utama film ini dan menjadi fokus utamanya terasa sangat penting. Film ini lebih cocok ditonton oleh remaja karena ceritanya yang seputar dunia sekolah dengan menyerupai realitas yang terjadi di masyarakat. Kekurangan dalam film yang dirilis 23 Juni 2011 ini adalah ceritanya yang monoton dengan cerita yang berulang-ulang dan terlalu berfokus pada peran Milli dan Nathan. Sutradara : Hanny R. Saputra Pemain : Olivia Lubis Jensen, Chris Laurent, Sabai Morscheck, Chaca Rasidy Ariefiansyah, Fendy Chou, Frans Tumbuan, Minati Atmanegara, HIM Damsyik.(rik. Film - Milli dan Nathan rasanya wajib anda tonton sebagai hiburan bersama pacar ataupun orang terdekat anda. Dan saya rasa banyak manfaat yang terdapat di dalam Film ini.


Keberanian Mengubah Hidup

HIDUP INI PENUH DENGAN KESEMPATAN KEDUA - ASAL SAJA ANDA MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENGENALINYA DAN KEBERANIAN UNTUK BERTINDAK


IMPIAN Rachel Morado adalah bisa menyelesaikan pendidikannya. Pada umur 14 tahun dia terpaksa putus sekolah karena harus mengurus adik-adiknya. Perkawinan pada umur 16 tahun dan kelahiran enam orang anak semakin menjauhkan impiannya. Kemudian pada tahun 1983, pada umur 52 tahun, Rachel kembali menjadi murid di sekolah menengah yang sama di Kansas City, Mo., tempat anak-anaknya sendiri telah menamatkan belajarnya. Dua tahun kemudian dia tamat dan mengambil kursus untuk tes persamaan sekolah menengah atas. "Kembali ke sekolah memberiku rasa percaya diri," kata Rachel. "Sekarang aku tahu bahwa aku bisa melakukan apa saja kalau pikirannku sudah mantap."

Pada usia 30 tahun, Steve Richardson adalah seorang konsultan dengan bayaran tertinggi di perusahaan akunting yang terbesar di dunia. Tetapi jam-jam kerjanya panjang dan dia jarang bertemu dengan keluarganya. Lambat laun, Steve mulai mendambakan kehidupan yang lebih sederhana di pinggiran New England, tempat dia dibesarkan. Pada suatu hari ketika dia duduk dalam kendaraan di tengah lalu lintas New Jersey yang padat, dia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan "kembali ke kehidupan kota kecil". Sebagai pemilik perusahaan mainan teka-teki gambar potong di Norwich, Vt., dia menerima sebagian dari keuntungan yang diperolehnya sebagai eksekutif perusahaan, tetapi bukan hanya itu yang diterimanya. "Ada hal-hal yang lebih penting daripada uang," kata Steve.

Pada suatu saat dalam hidup kita, hampir semua dari kita mendambakan kesempatan kedua untuk melakukan satu hal yang kita impi-impikan, tetapi tidak pernah berbuat untuk mengusahakannya. Namun hampir semua dari kita tidak ingin membuat lompatan menyeberangi jurang yang memisahkan impian dengan perbuatan. 

Selalu akan ada orang yang memperingatkan kita bahwa kita akan gagal pada ini atau itu. Pertanyaaan yang terpenting untuk diajukan bukan apakah aku akan gagal, tetapi apakah akan berhasil mencapai hasil?

"Mudah sekali menghindari kegagalan," kata pendeta Kansas City, Eugene Brice. "Saya tidak pernah kalah dalam pertandingan tenis. Tidak pernah kalah dalam memperebutkan jabatan di kantor pemerintah. Tidak pernah tercekik ketika sedang menyanyi solo. Itu karena saya tidak pernah mencoba hal-hal itu. Hanya orang yang mencoba sesuatu sajalah yang menghadapi resiko gagal."

Bagaimana kita melatih diri sendiri untuk melihat dan bertindak pada kesempatan kedua dalam hidup? Di bawah ini, dari para ahli dan orang yang mencari kesempatan kedua, ada enam petunjuk:

1. Jangan remehkan impian Anda. Charlie Barsotti melewatkan masa kanak-kanaknya di Texas dengan menggambar kartun dan bercita-cita menjadi kartunis profesional. "Tapi setelah saya dewasa," katanya,"rasanya ini tidak seperti pekerjaan yang sesungguhnya." Maka Charlie bekerja sebagai anggota staff di sebuah pusat rehabilitasi anak yang terganggu mentalnya, dan menggambar kartun sebagai hobi.
Walaupun demikian, kepala sekolah lebih serius memperhatikan gambar Charlie - dan meminjaminya ongkos pesawat ke New York supaya dia bisa memperlihatkan kartunnya kepada beberapa editor majalah. Setelah Pageant membeli beberapa idenya, Charlie pulang untuk mengembangkan tekniknya. Sekarang kartun-kartunnya dimuat dalam penerbitan seperti New Yorker dan USA Today
Carol Wall, seorang manager di perusahaan konsultan bank Midwest, ketika masih remaja mendapat kegagalan karena giginya jelek, dan merasa bahwa gigi jelek bukan hal yang cukup gawat untuk diresahkan, namun jauh di lubuk hatinya Carol merasa prihatin. Kemudian setelah ulang tahunnya yang ke-43, dia memutuskan untuk mendapat perawatan gigi. Selain penampilannya yang lebih baik, Carol mendapat bonus tambahan: "Menciptakan senyuman baru pada umurku sekarang memperlihatkan kepadaku bahwa aku bisa mengendalikan hidupku dan aku punya kekuatan untuk mengubah apa yang tidak kusukai."

2.Jangan sekali-kali mengatakan itu sudah terlambat. Al Comley menunggu 30 tahun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Pada tahun 1935, dalam umur 19 tahun, dia masuk sekolah bisnis dan pelajaran yang paling disukainya adalah bidang penjualan. Tetapi ketika itu adalah zaman depresi, dan setelah tamat, Al mengambil pekerjaan pertama yang didapatnya - bagian pemesanan di sebuah perusahaan makanan. Beberapa kali selama bertahun-tahun, Al berpikir ingin pindah ke bagian sales, tetapi tidak pernah dilakukannya. Akhirnya, pada umur 53 tahun, dia bertindak untuk mencapai impiannya: Al pensiun lebih awal dan menjadi agen asuransi. "Seharusnya saya masuk bagian sales lebih awal," katanya. "Tapi sekurang-kurangnya saya tidak menunggu selamanya," Pada umur 70 tahun, sekarang Al bekerja untuk Fuller Brush dan mempunyai wilayah dengan 300 pelanggan.
"Stereotip sudah tidak cocok lagi." kata Bernice Neugarten, profesor pendidikan dan sosiologi di Universitas Northwestren, dan seorang ahli terkemuka di bidang penuaan. "Tiga puluh tahun yang lalu, orang diharapkan melakukan hal-hal tertentu pada tahap-tahap tertentu dalam hidup mereka. Pada zaman sekarang, daur kehidupan jauh lebih lentur dan kita lebih terbuka terhadap perubahan pada usia berapa saja."

3.Taklukkan gunung Anda setahap demi setahap. Seperti banyak perenang pertandingan yang masih muda, John Nader mendambakan untuk bertanding dalam Olimpiade. Kemudan pada tahun 1972, sementara menonton Olimpiade di TV, perenang SMA ini mulai bertanya-tanya dalam hati berapa banyak dia harus mengningkatkan kemampuannya untuk bisa menjadi peserta Olimpiade. Menurut perhitungannya, dia harus menurunkan waktunya empat detik dalam empat tahun.
Mula-mula, rasanya ini mustahil - sampai John memperhitungkan bahwa kalau dia berlatih sepuluh bulan setiap tahun, dia hanya akan mengurangi waktunya sepersepuluh detik per bulan dari yang empat detik, dan akan berhasil menjadi peserta Olimpiade 1976. Maka tepat itulah yang dilakukannya.
Kata Steven Danish, ketua jurusan psikologi di Virginia Commonwealth University, "Dengan memecah-mecah sasaran menjadi bagian-bagian yang bisa dicapai, kita meningkatkan keuntungan dalam pendapatan jangka pendek, dan kita menurunkan harga yang harus dibayar dalam upaya mencapainya."

4.Bersedialah melakukan tukar-menukar. Don Campbell mengambil alih usaha pemakaman keluarga di Beaver Falls, Pa., setelah ayahnya meninggal, mengakhiri impiannya tentang karier sebagai penerbit. Kemudian, sepuluh tahun kemudian, setelah menyerahkan usaha kepada adiknya, Don sekeluarga pindah ke Midwest dan dia masuk ke Sekolah Jurnalistik di Universitas Missouri. "Saya harus pinjam uang untuk menyelesaikan studi," dia menceritakan kembali. Hari ini, setelah 30 tahun dalam jurnalistik dan periklanan, Don menerbitkan buletin bisnis. "Saya tidak pernah menghasilkan uang sebanyak yang saya dapat dalam bisnis pemakaman," dia mengakui. "Tapi saya telah mencapai impian saya, dan itu membuat saya bahagia."
Seseorang mengatakan kepada saya lama berselang bahwa kalau kita bekerja cukup keras, maka kita akan mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Tetapi kita tidak bisa memiliki segala-galanya, secara sekaligus. Yang penting adalah mengetahui bahwa dalam setiap kesempatan kedua akan ada tukar-menukar - dan lebih sering kita harus membuat pengorbanan.
Alan Marlatt, seorang ahli psikologi Universitas Washington, menyarankan untuk menuliskan konsekuensi jangka pendek maupun jangka panjang dari setiap kesempatan kedua yang kita hadapi. "Tentukan mana yang positif dan mana yang negatif," dia menyarankan, "dan pertimbangkan perbedaannya. Dapatkah Anda hidup dengan yang negatif? Ini akan membantu Anda menghadapi kegagalan.

5.Bersedia untuk berubah. Dua puluh tiga tahun yang lalu, Bill Moores adalah seorang pecandu minuman keras berumur 28 tahun yang menganggur dan telah menjalani 50 pekerjaan setelah tamat SMA. Kemudian dia mendapatkan dirinya dalam unit rehabilitasi alkohol di Cleveland. "Saya membuat setiap orang di sana kerepotan, terutama seorang tua ini. Akhirnya, pasien lainnya mengatakan kepada saya supaya tidak mengganggu orang itu. 'Kau orang pertama yang kutemui dan begitu brengsek sehingga tidak seorangpun menyukaimu,' katnya pada saya."
Komentar ini mengetuk hati Bill. "Tiba-tiba saya sadar," katanya, "bahwa sayalah orang yang harus mengurus diri saya sendiri, dan bahwa saya punya kekuatan untuk berubah. Pada saat itu juga saya bertekad untuk berhenti minum minuman keras dan membuat diri saya berarti."
Bill masuk program alkoholisme. Kemudian dia mendapat pekerjaan sebagai salesman dan membuktikan bahwa dia bisa bertahan tanpa minuman keras dan sanggup bekerja keras. Pada tahun 1983 dia menjadi direktur dan pemilik perusahaan investasi real-estate bernilai $3 juta. Dia juga punya istri dan keluarga yang dulu dikiranya tidak akan bisa dicapai - semua ini karena dia bertekad bahwa dia bisa berubah dan bahwa kesepatan kedua mungkin terjadi. "Saya tidak ingin menukarkan apa pun yang pernah terjadi dalam hidup saya," kata Bill sekarang, "tidak satu pun dari rasa sakit yang saya alami, sebab hal itu membantu saya melihat bahwa tidak ada batas terhadap apa yang bisa kita lakukan, asalkan kita bersedia berubah."
Kita semua pernah kenal dengan tukang mengeluh yang kronis, yang meratapi pekerjaan mereka, perkawinan mereka atau kehidupan pada umumnya. Tetapi saya tidak pernah melihat ada tukang mengeluh seperti itu yang melakukan sesuatu yang konstruktif untuk mengubah apa yang membuat mereka tidak bahagia. Mendapat kesempatan kedua berarti bahwa kita yakin berubahan bisa kita raih - dan bahwa kita akan memetik keuntungan dari perubahan itu.

6. Jangan mau menerima jawaban tidak - bahkan dari diri Anda. Seorang wanita dari Kansas City pernah menceritakan kepada saya bagaimana dia menderita karena rasa malu yang dirahasiakannya: dia adalah seorang dewasa yang buta huruf. Setelah anak perempuannya lahir, rasa malu wanita ini makin meningkat. Sebagai seorang ibu dia tidak bisa membacakan buku kepada anaknya! Kemudian dia melihat iklan TV untuk program pemberantasan buta huruf lokal. "Mula-mula saya begitu takut untuk ikut ambil bagian," katanya mengakuinya. Tetapi akhirnya dia mengatasi rasa takutnya diketahui umum, dan dengan jari gemetar dia memutar telepon. Dia tidak mau menerima jawaban tidak - bahkan dari dirinya sendiri.
"Alangkah jauh berbeda segala-galanya sekarang!" katanya, setahun setelah memulai pelajarannya. "Saya bisa membacakan cerita kepada anak saya, dan saya tidak takut lagi kalau surat-surat dari pos datang."
Saya teringat kepada sebuah poster dari masa bertahun-tahun yang lalu: "Kau tidak bisa menyeberangi jurang dengan langkah setengah-setengah." Pada beberapa tempat, kita harus melompat. Joyce Brothers menyebut ini "bujukan untuk komitmen total". Dan sesuatu yang hebat akan terjadi begitu kita melakukan komitmen ini. Kita mulai melihat pemecahan, menemukan cara dan sarana yang sebelumnya tidak tertangkap oleh perhatian kita. Dalam The Big Swich, buku karyanya mengenai perubahan karier ini, Rochelle Jones menekankan: "Kalau kau bisa memimpikannya, mulailah. Kalau kau bisa membayangkannya, teruskanlah. Komitmen dan bayangan (vision) membentuk momentumnya sendiri, yang mendatangkah akhir yang berhasil."

Hidup ini penuh dengan kesempatan kedua bagi kita semua, untuk mencapai hasil dalam apa yang kita lakukan, untuk mengubah kegagalan menjadi sukses melalui sesuatu usaha baru atau sikap yang berbeda. Kita tidak perlu membatasi diri sendiri. Yang kita perlukan untuk menghadapi kesempatan kedua adalah kemampuan mengenalinya dan keberanian untuk bertindak.

Belajar dari ‘Kearifan segenggam garam’

Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal sholeh dan bijak. Di suatu pagi yang dingin, datanglah seorang lelaki muda yang sedang di sedang landa masalah. Dengan langkah gontai dan rambut kusut, ia tampak seperti orang yang tak pernah mengenal bahagia. Tanpa menunda waktu, ia mengungkapkan segala keresahannya. Impiannya yang gagal, karir, cinta, dan hidupnya yang tidak pernah berakhir bahagia. Bapak tua yang bijak itu hanya mendengarannya dengan teliti dan seksama. Tanpa berkata apa-apa, ia hanya mengambil segenggam garam dan memasukkannya ke segelas air, lalu mengaduknya dan berkata, “Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya??”.

Dan pemuda itu pun meminum segelas air yang telah diberikan oleh pak tua. “Ahh.., asin sekali! Pahit pak!!”, jawab pemuda tersebut. Pak tua itu hanya tersenyum, lalu mengajak anak muda tersebut berjalan ke tepi telaga yang ada dalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya sampailah mereka di tepi telaga yang tenang. Masih dengan mata yang tenang dan penuh dengan cinta, orang tua yang bijak itu menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga yang membuat gelombang dan riak kecil.

Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, “Anak muda, coba kamu cicipi air telaga tersebut, dan minumlah”. Setelah anak muda tersebut meneguk air telaga, pak tua bertanya lagi, “Bagaimana rasanya??”. “Mm.., ini baru segar sekali rasa airnya Pak tua”, jawab anak muda tersebut.

“Dan apakah kamu masih merasakan garam di dalam air tersebut?”, tanya pak tua. “Tidak, sepertinya tidak, sedikitpun aku tidak merasakan asin!”.

Mendengar hal itu, dengan bijak Pak tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di tepi telaga dan berkata, “Anak muda, pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Tidak lebih dan tidak kurang! Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita miliki”.


Kepahitan itu selalu berasal dari bagaimana kita meletakkan segalanya. Dan itu tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya satu hal yang boleh kita lakukan. Lapangkanlah dada untuk menerima semuanya, luaskan hati untuk menampung sebuah kepahitan tersebut, luaskan wadah pergaulan supaya kita mempunyai pandangan hidup yang luas. Maka, kita akan banyak belajar dari keleluasaan tersebut. Hati adalah wadah itu, perasaan adalah tempat itu, kamu adalah tempat menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hati seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam semua kepahitan itu, dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

Keduanya lalu beranjak pulang, mereka sama-sama belajar dari hati. Dan Pak tua si orang bijak tersebut, kembali menyimpan segenggam garam, untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya yang membawa keresahan jiwa.

5 Kualitas Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"


Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."


"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.


Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."


"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi


"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih


"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".


"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".


"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".


"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".


"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".


"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"


"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat.

Bola Golf ...

Seorang Professor berdiri di depan kelas Filsafat.

Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dgn bola2 golf.
Kemudian berkata kpd murid2nya, apakah toples sdh penuh...... ?
Mereka setuju !!!!

Kemudian dia menuangkan batu koral ke dlm toples, mengguncang dgn ringan.
Batu2 koral mengisi tempat yg kosong di antara bola2 golf.
Kemudian dia bertanya kpd murid2nya, apakah toples sdh penuh ??
Mereka setuju !!!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dlm toples ...
Tentu saja pasir menutupi semuanya.
Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sdh penuh..??.
Para murid berkata, "Yes"...!!

Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dlm toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.
Para murid tertawa....

"Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "

"Bola2 golf adalah hal yg penting; Tuhan, keluarga, anak2, kesehatan.
"Jika yg lain hilang dan hanya tinggal mrk, maka hidupmu msh ttp penuh."

"Batu2 koral adalah hal2 lain, spt pekerjaanmu, rumah dan mobil."

"Pasir adalah hal2 yg sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dlm toples, maka tdk akan tersisa ruangan utk batu2 koral ataupun utk bola2 golf..

Hal yg sama akan terjadi dlm hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi utk hal2 yg sepele, kalian tdk akan mempunyai ruang utk hal2 yg penting buat kalian."
"Jadi Beri perhatian utk hal2 yg penting utk kebahagiaanmu.
"Bermainlah dgn anak2mu."
"Luangkan waktu utk check-up kesehatan."
"Ajak pasanganmu utk keluar makan malam"
"Berikan perhatian terlebih dahulu kpd bola2 golf.

Hal2 yg benar2 penting. Atur prioritasmu.
Baru yg terakhir, urus pasirnya.

"Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya."
"Itu utk menunjukkan kpd kalian, sekalipun hidupmu tampak sdh sgt penuh, tetap selalu tersedia tempat utk secangkir kopi bersama sahabat".

Senin, 21 November 2011

SEA Games Buka Hanya Cabang Sepakbola saja.


Hari ini adalah hari penutupan SEA Games. Dan hari ini kita seluruh rakyat Inonesia. Patut bersukaria, karena para atlet Negara kita dari berbagai cabang olahraga telah perjuang mendapatkan medali. Berkat perjungan mereka, Negara kita keluar sebagai Juara umum SEA Games 2011 dengan mengumpulkan 181 emas, 151 perak dan 142 perunggu.

1000 Altet Negara kita telah berjuang sekuat tenaga, guna mendapatkan medali untuk mengharumkan Nama Indonesia. Oleh karena itu, kita patut berterima kasih kepada para atlet dari Negara kita ini. Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Mahakuasa, karena Negara kita memiliki para aktlet yang tangguh dan berprestasi.

Kemarin kita memang kalah di cabang sepakbola. Sepertinya kecewa mendalam dirasakan seluruh raktyat Indonesia. Terlebih karena kita kalah dari negara Malaysia. Banyak yang mengatakan bahwa “percuma kita rebut juara umum, tapi kita kalah dalam cabang sepabola”. Tetapi sebenarnya SEA Games ini apakah hanya cabang sepakbola? Jadi para atlet lain dari cabang olahraga lain yang telah mempersembahkan Medali Emas, itu tidak kita anggap, lantaran kita kalah di cabang sepakbola?
Jika demikian pemikiran kita, sebaiknya SEA Games berikutnya kita hanya mengikuti cabang sepakbola. Karena kalau kita menang di  cabang ini maka kita sudah puas karena berhasil merebut Medali Emas di cabang sepakbola. cabang lain nda perluh kita ikuti. Karena kalau kita tetap kalah dicabang sepakbola, kita tetap gagal merebut juara umum SEA Games. Kasihan para atlet dari cabang olahraga lain, sudah berjuang demi medali tetapi sia-sia karena cabang sepakbola nda mendapat medali(menang).

Mengenai pendapat bahwa  “Kita tidak boleh kalah dari Malaysia”,  trus kita hanya mengambil dari cabang sepakbola saja, maka kita mungkin tidak menghargai altet lain. Dicabang lain, kita justru lebih banyak mengalakan Malaysia. Contohnya di cabang bulutangkis, Negara kita mengalakan Malaysia. Begitu juga dari cabang lain. Malaysia memang mengalakan kita di cabang sepakbola, tapi tidak dicabang lain. Bahkan kita lebih banyak mengalakan meraka. So, jangan terlalu kecewa dengan kekalahan kita dicabang sepakbola. Karena walau kita kalah dicabang ini, kita tetap menjuari SEA Games 2011.

Negara kita memang dipecundangi dalam cabang sepakbola. Tetapi.. Negara kita INDONESIA    yang perkasa ini, lebih banyak mempecundangi Negara lain. 1 cabang kita dikalahkan.. kita akan balas di cabang lain. Kalau anggapan kalo kita selalu kala di cabang sepakbola  dari Negara Malaysia. Terus kita menganggap bahwa Malaysia lebih unggul dari kita… tapi… tunggu dulu kawan…. Sekali lagi, SEA Games bukan hanya cabang sepakbola. Negara kita ini adalah penguasa SEA Games. Indonesia adalah negara yang paling habat dan ditakuti saat mengikuti laga olahraga Sea Games. Bahkan dalam kurun dua puluh tahun sejak tahun 1977 hingga 1997 berturut-turut hampir selalu Indonesia menjadi juaara umum Sea Games.
Walaupun tidak termasuk salah satu negara yang mengikuti SEA Games dari awal, prestasi Indonesia di kancah olah raga se-Asia Tenggara tak bisa dipandang sebelah mata. SEA Games pertama diadakan di Bangkok pada 12-17 Desember 1959, namun Indonesia baru berpartisipasi pada tahun 1977.
Sepanjang sejarah SEA Games, Indonesia berada di posisi teratas perolehan medali yaitu sebanyak 3934. Pada 1997 saat menjadi tuan rumah, Indonesia merebut 194 medali emas. Di SEA Games yang ke 19 tersebut, Indonesia memperoleh rekor perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah SEA Games.
So. Ayo… kita bergembira dan bersorak-sorai, karena kita kembali merajai SEA Games.
Daftar  Negara Juara umum di SEA Games Sepanjang sejarah
Tahun
Acara
Tuan Rumah
Negara
Juara Umum
1977
IX
Kuala Lumpur
*Malaysia
Indonesia
1979
X
Jakarta
Indonesia
Indonesia
1981
XI
Manila
 Filipina
Indonesia
1983
XII
Singapura
Singapura
Indonesia
1985
XIII
Bangkok
Thailand
Thailand
1987
XIV
Jakarta
Indonesia
Indonesia
1989
XV
Kuala Lumpur
Malaysia
Indonesia
1991
XVI
Manila
Filipina
Indonesia
1993
XVII
Singapura
Singapura
Indonesia
1995
XVIII
Chiang Mai
Thailand
Thailand
1997
XIX
Jakarta
Indonesia
Indonesia
1999
XX
Bandar Seri Begawan
Brunei
Thailand
2001
XXI
Kuala Lumpur
Malaysia
Malaysia
2003
XXII
Hanoi
Vietnam
Vietnam
2005
XXIII
Manila
Filipina
Filipina
2007
XXIV
Nakhon Ratchasima
Thailand
Thailand
2009
XXV
Vientiane
Laos
Thailand
2011
XXVI
Palembang
Indonesia
Indonesia






















“Ayo, Indonesia Bisa!!, “Ayo, Indonesia Juara !!”




 

Minggu, 20 November 2011

Ubur-ubur Raksasa, Terbesar!!

Para peneliti Jepang saat ini sibuk memonitor akitivitas ubur-ubur raksasa di perairan cina dan mereka memperingati akan adanya invasi makhluk ini ke perairan Jepang dalam waktu dekat yang berpotensi katastropik.

Kejadian yang sama juga pernah terjadi pada tahun 2005. Para peneliti kelautan Jepang menangkap sinyal mengkhawatirkan mengenai adanya peningkatan jumlah ubur-ubur Nomura - ubur-ubur raksasa yang dapat bertumbuh hingga berdiameter 2 meter dan berat 220 kg.

Para peneliti mengatakan bahwa arus air laut dapat membawa monster-monster itu memasuki perairan Jepang. Invasi besar-besaran ini dipastikan akan menghancurkan industri perikanan Jepang karena ubur-ubur itu melepaskan racun yang membunuh ikan tangkapan.

Berikut adalah foto ubur-ubur raksasa, yang apabila dibandingkan antara ubur-ubur dengan orang yang juga terekam didalam gambar tersebut tampak ubur-ubur 2 kali lebih besar dari orang tersebut.






Survei ini dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Shinichi Ue, seorang profesor biologi kelautan di Universitas Hiroshima yang juga mengepalai komite peneliti pemerintah yang bertugas untuk mengembangkan teknologi untuk memprediksi dan mengendalikan pertumbuhan ubur-ubur. Prof Ue telah meneliti populasi ubur-ubur di Laut Kuning dan Laut cina selatan sejak tahun 2006.

Ubur-ubur Nomura umumnya berkembang di perairan Cina pada musim semi dan mereka mereka bertumbuh dewasa ketika arus air laut membawa mereka ke utara secara perlahan-lahan. Pada Juli 2009, ketika kawanan pertama mencapai selat Tsushima (utara pulau Kyushu), kebanyakan ubur-ubur ini telah mencapai ukuran seorang pesumo. Dengan ukuran seperti ini, hanya butuh 5 hingga 10 kawanan ubur-ubur untuk menghancurkan industri perikanan.

Sebelumnya, pada tahun 2005, industri perikanan Jepang melaporkan 100.000 kasus kerusakan yang diakibatkan oleh ubur-ubur ini. Pada puncak invasi di tahun itu diperkirakan setiap hari sekitar 300 juta hingga 500 juta ekor ubur-ubur melewati selat Tsushima menuju laut Jepang.

Misteri Penyakit Menangis Darah


TEMPO Interaktif, Knoxville - Inilah foto terbaru dari remaja laki-laki yang menangis darah. Calvino Inman, 17, menderita penyakit misterius selama dua tahun terakhir.

Darah mengucur dari matanya, bila kambuh dia bisa menangis darah sampai satu jam. Bukan hanya menangis darah, dia kini juga "pilek" darah, hidungnya terus mengeluarkan darah seperti mimisan. Sejumlah dokter angkat tangan atas penyakit aneh Inamn ini.

Irman yang menetap di Knoxville, Tennessee saat ini terus diperiksa seksama secara medis. Dokter masih berusaha mencari tahu penyebabpenyakit misterius ini, apakah dari faktir tumor atau karena genetik.

"Sekarang darah mengucur dari mataku hampir setiap saat, di sekolah, di rumah dan waktu aku tidur," kata Inman yang dimuat di laman Daily Mail kemarin. "Kadang aku tidak menyadarinya, aku baru tahu ketika orang-orang menatapku, tapi kadang aku merasa mataku seperti terbakar," ujarnya.

Inman juga mengaku terkadang dia merasa kepalanya sangat sakit. "Seperti ada yang memukul bagian kepala kiriku dengan palu," katanya. Dia juga sulit tidur di malam hari, saya hanya bisa berbaring tanpa memejamkan mata selama berjam-jam.

Ibu Inman, Tammy Mynatt juga mulai frustasi. "Sepertinya dokter juga sudah putus asa, mereka tidak tahu mau bagaimana lagi," katanya. Mynatt sudah membawa Inman ke 15 dokter spesialis dari New York hingga Memphis tapi tak ada hasil. "Sekarang saya hanya bisa berdoa ada yang bisa menyembuhkannya." John Fleming, ahli mata dari Hamilton Eye Insitute, Memphis mengakui penyakit ini masih menyimpan misteri. Namun dia terus berusaha mencari tahu dan mengeksplorasi penyebabnya. "Biasanya kasus ini terjadi karena ada infeksi saluran air mata," ujarnya. Dia pernah melihat ada pasien yang mengalami penyakit serupa, pendarahan selama berbulan-bulan tapi tiba-tiba berhenti tanpa tahu sebabnya. Selain Inman, di India juga ditemukan kasus serupa. Rashida Begum, 27, menangis darah sejak empat tahun lalu. Dia mulai menderita penyakit itu setelah muntah-muntah dan mengalami sakit kepala hebat.

Menurut suami Begum, Mohammed Aslam, 40, dia telah mengunjungi semua dokter di Patna tapi belum membuahkan hasil. Bahkan mereka juga telah menghabiskan 40 hari berdoa di kuil.

Setelah menjadi beberapa kali menjadi berita, bantuan untuk Begum mengalir. Institut Medis di New Delhi berusaha mencari tahu dan menyembuhkan penyakit misterius ini. "Saya sangat bersyukur sejumlah dokter berusaha membantu, saya sudah tidak tahgan lagi dengan penyakit ini."

DAILY MAIL | POERNOMO GR