Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Senin, 30 April 2012

Cerita Dibalik Nomor Punggung Pemain Bola


1. Ivan Luis zamorano 1+8 (inter milan)

Ivan Zamorano selalu menggunakan nomor punggung kesayangannya yaitu 9. tapi semua berubah ketika Luiz Nazario De lima Ronaldo atau Luiz Ronaldo datang dari barcelona, pasalnya Ronaldo hanya mau menggunakan nomor punggung 9 juga seperti di timnas brazil, akhirnya Ivan memberikan nomor punggung 9 kepada Ronaldo dan dia menggunakan nomor 18, tapi dia tidak kehabisan akal, dia menambahkan tanda plus “+” di antara angka 1 dan 8 sehingga jika di jumlah menjadi 9.
2. Gabriel Omar Batistuta 18 (As Roma)
kasus Batigol sapaan akrab Batistuta sama dengan Ivan Zamorano, ketika Batistuta datang ke As roma dia menginginkan nomor punggung 9, tapi nomor 9 sudah ada yang punya, yaitu montella. Sempat terjadi perselisihan antara kedua pemain itu sampai bahkan Francesco Totti sang kapten menawarkan nomor punggungnya yaitu 10 kepada kedua pemain itu, tapi mereka menolak. Akhirnya Batistuta mengambil langkah bijaksana dengan memilih nomor 18 yang jika di jumlahkan nomor 1 dan 8 menjadi 9.

3. Lupatelli 10 (Chievo)
Biasanya rata-rata nomor punggung seorang kiper adalah 1 atau 12 ke atas, tapi tidak dengan kiper berkepala botak ini, dia memakai nomor punggung 10 yang biasanya di pakai oleh seorang penyerang atau gelandang…
4. Franco Baresi 6 (AC Milan)
Coba anda cari di AC Milan siapa yang bernomor punggung 6. Tidak bakal ketemu karena nomor 6 sudah di keramatkan atau di abadikan untuk franco Baresi, pemain yang memiliki loyalitas terhadap klub yang tinggi sehingga nomornya di abadikan dan tidak boleh di pakai oleh pemain lain.


5. Paolo Maldini 3 (AC Milan)

Sama dengan Baresi, nomor punggung 3 milik Paolo maldini tidak boleh di berikan kepada pemain lain, itu untuk menghormati Maldini yang setia kepada AC Milan, bahkan jumlah penampilan Maldini lebih banyak dari Baresi




6. Marc Vivien foe 23 (Manchester City)
Lagi-lagi nomor yang di keramatkan, tapi ini berbeda dengan paolo Maldini ataupun Franco Baresi, nomor 23 di abadikan untuk menghormati Marc Vivien Foe yang meninggal di lapangan ketika bertanding membela negaranya.





7. Gianluigi Buffon 88 (Juventus)

Tahukan anda kalo Gianluigi Buffon pernah memakai nomor punggung 88 yang kontroversial di Juventus? di sebut kontroversial karena dalam abjad huruf kedelapan adalah huruf “H” jadi jika di gabung menjadi HH, singkatan dari Hail Hitler





Asal-Usul Kartu Merah dan Kuning di Dunia Sepakbola


Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970. Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris dan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein. Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.

Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Pasalnya, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.

Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat lampu lalu lintas, dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian, dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Adapun kartu merah untuk sanksi berat, dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan. Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.

Meski ide tersebut datang dari wasit Inggris, negeri itu tak serta merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Pasalnya, wasit kemudian terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain. Oleh sebab itu, penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.

Yang menarik, ide ini diadopsikan di cabang olahraga hoki. Bahkan, kartu-kartu peringatan di cabang ini menggunakan tiga warna seperti lampu lalu lintas: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen

aksesdunia.com

Sejarah Legenda Pemain Bola Indonesia yang Terlupakan

Pernah ada era dimana tim sepakbola Indonesia ditakuti di Asia, bahkan Eropa. Era dimana kecanggihan teknologi belum menjamah ranah olahraga. Era dimana kemampuan fisik masing-masing pemain lebih berperan dari formasi dan taktik. di era itu, ada satu nama pesepakbola yang luar biasa. Salah satu bakat terpendam tanah air Indonesia yang kemampuannya diakui dunia. dia adalah Ramang, pesepakbola asal Makassar yang namanya mengangkasa, dan terlupakan.

Ramang Kecil

Ramang dilahirkan di Makassar, tahun 1928. Ayahnya, Nyo’lo, merupakan Ajudan raja Gowa Djondjong Karaenta Lemamparang yang dikenal sebagai jagoan sepak raga. Sejak kecil Ramang sudah terlihat mewarisi bakat bal-balan ayahnya. Ia kerap berlatih dengan seadanya. Bola anyaman rotan, gulungan kain, hingga buah jeruk kecil menjadi teman berlatihnya.

Ramang memperkuat PSM

Pada tahun 1947, Ramang bergabung ke klub sepakbola Makassar Voetball Bond (MVB), yang kini dikenal dengan nama PSM Makassar. Sebelum berlabuh di klub besar tersebut, Ramang membela Persis (Persatuan Sepakbola Induk Sulawesi). Bakatnya tersendus oleh scout dari PSM ketika memperkuat tim tersebut dalam sebuah turnamen yang diadakan oleh PSM. Ramang mencetak 7 gol dalam sebuah pertandingan dan membawa Persis menang 9-0 dalam kompetisi tersebut.

Tanpa menunggu lama, PSM segera mengontrak pemain bertubuh mungil tersebut. Hanya setahun di PSM, Ramang telah melanglang buana ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Ketika ia kembali ke Makassar, seseorang menawarinya pekerjaan sebagai opas di dinas Pekerjaan Umum. Gajinya hanya Rp.3500,- per bulan dan tidak pernah naik. Namun Ramang menerimanya dengan hati terbuka. Maklum, ketika itu sepakbola belum dapat dijadikan mata pencaharian tetap.

Kerja Sampingan Ramang

Pekerjaan sampingan Ramang sebelum dikontrak PSM adalah kernet dan tukang becak. Namun akhirnya ia meninggalkan dua pekerjaan tersebut, bukan karena gajinya di PSM mencukupi, namun ia lebih mencintai sepakbola. Hal tersebut membuat kehidupan Ramang yang saat itu sudah berkeluarga, sangat memprihatinkan. Keluarganya tinggal menumpang di rumah seorang teman.
Dukungan dari sang istri yang tabah dan setia membuat Ramang dapat fokus bermain bola. Sampai akhirnya bakat luar biasa Ramang membuatnya terpilih memperkuat tim nasional Indonesia (kala itu bernama tim PSSI) pada tahun 1952.

Kiprah Gemilang Ramang di Kancah Internasional

Prestasi Ramang di tingkat nasional amat cemerlang. dirinya dikenal sebagai striker haus gol yang tak lelah bergerak ke segala arah dengan kecepatan tinggi sambil melepas tendangan dnegan akurasi tinggi. Pada lawatannya tahun 1954 ke berbagai negeri Asia (Filipina, Hongkong, Muangthai, Malaysia) PSSI hampir menyapu seluruh kesebelasan yang dijumpai dengan gol menyolok. Dari 25 gol (dan PSSI hanya kemasukan 6 gol) 19 di antaranya lahir dari kaki Ramang.

Ketajaman Ramang membuat nama Indonesia disegani di tingkat sepakbola dunia. Beberapa tim terbaik dunia kala itu berebutan ingin menjajal kekuatan timnas Indonesia. Mulai dari Yugoslavia yang gawangnya dijaga Beara, salah satu kiper terbaik dunia waktu itu, klub Stade de Reims dengan si kaki emas Raymond Kopa, kesebelasan Rusia dengan kiper top dunia Lev Yashin, klub Locomotive dengan penembak maut Bubukin, sampai Grasshopers dengan Roger Vollentein.

Namun Ramang adalah pribadi yang rendah hati, ia mengatakan bahwa prestasi timnas kala itu tak lepas dari perjuangan rekan-rekannya, bukan dirinya semata. Ramang adalah pesepakbola dengan bakat alami murni. Sebagai penyerang, ia kerap mencetak gol dari berbagai sudut, bahkan sudut mustahil sekalipun. Permainannya pun sedap dipandang mata. Salah satu kemampuan khusus Ramang adalah tendensi dan presisi untuk melepaskan tembakan salto. Tak jarang ia merobek jala lawan dengan sepakan akrobatik yang aduhai. Satu di antaranya yang paling diingat adalah saat PSSI mengalahkan RRC dengan skor 2-0 di Jakarta. Kedua gol itu lahir dari kaki Ramang, satu di antaranya tembakan salto. Kelihaian Ramang di lapangan bola membuat seluruh Indonesia mengenalnya. Bahkan pada era akhir 50 an, banyak ibu-ibu menamai anak mereka ‘Ramang’.
Pertandingan paling berkesan adalah ketika Indonesia bertemu Uni-Soviet di Olimpiade Melbourne 1956. Kala itu Uni-Soviet memegang predikat sebagai salah satu raja sepakbola dunia, dengan pertahanan yang digalang kiper legendaris Lev Yashin. Hebatnya, Indonesia berhasil menahan tim tersebut dengan skor kacamata. Ramang bahkan hampir saja mempermalukan Uni-Soviet dengan mencetak gol, namun gagal karena kausnya ditarik pemain belakang lawan sebelum sempat menceploskan bola.

Akhir Muram Prestasi Gemilang Ramang


Namun waktu terus berjalan, roda kehidupan terus berputar. Untuk Ramang, singkat saja dirinya berada di puncak kejayaan. Sinarnya meredup setelah dirinya terkena skorsing pada tahun 1960. Pria bersahaja ini dituduh menerima suap. Ketika dipanggil kembali pada tahun 1962, sinarnya telah pudar. Ramang akhirnya pensiun total dari sepakbola pada tahun 1968 dalam usia 40 tahun. Klub terakhir yang dibelanya adalah PSM Makassar.

Namun Ramang tidak meninggalkan lapangan hijau. Ia kembali sebagai pelatih dan sempat membawa tim Persipal Palu menjadi tim yang disegani di Indonesia. Ramang juga pernah melatih klub yang membesarkan namanya, PSM Makassar (sampai sekarang, salah satu julukan PSM Makassar adalah ‘Pasukan Ramang’).

Namun ternyata dunia kepelatihan terlalu kejam untuk Ramang. Ia disingkirkan secara perlahan dari dunia itu hanya karena tidak memiliki ijasah kepelatihan. Padahal racikannya yang bermaterikan pengalaman pribadi dan teori yang didapatnya dari pelatih timnas PSSI Tony Pogacnick berhasil membuat jeri lawan-lawan tim yang dilatihnya. Ramang tetap menerima semua hal itu dengan lapang dada dan legowo. Untungnya lagi, ia tidak sampai harus berhenti menggeluti dunia yang dicintainya karena isu-isu miring tersebut.

Masa Tua Ramang

Pada tahun 1981, setelah melatih anak-anak PSM di bawah guyuran hujan, Ramang sakit. Selama enam tahun ia berjuang melawan sakit radang paru-paru yang menggerogotinya tanpa mampu berobat ke Rumah Sakit. Ramang memang hidup amat sederhana pada masa tuanya. karena sekali lagi, gaji seorang pelatih bola kala itu tidak bisa dijadikan penopang seseorang yang telah berkeluarga. Ramang hanya jebolan Sekolah Rakyat, tanpa ijasah, semua jadi sulit. Pada tahun 1987, salah satu legenda terbesar sepakbola Indonesia ini mengehembuskan nafas terakhir di kediamannya yang amat sederhana. Ia menghuni rumah kecil tersebut bersama anak, menantu dan cucunya, semua berjumlah 19 orang.

Ramang Legenda Yang dilupakan

Kini, yang cukup menyedihkan, nama Ramang seakan sudah dilupakan. Tenggelam di bawah nama seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Bambang Pamungkas, dan Irfan Bachdim. Satu-satunya pengingat orang-orang akan keberadaannya hanyalah sebuah patung sederhana di pintu utara lapangan Karebosi, Makassar. Mari kita kenang kembali keberadaan mereka yang pernah mengangkat nama Indonesia di mata dunia pada suatu era, walaupun hanya lewat sepakbola.
Ramang kecil Kadir kecil..
Menggiring bola di jalanan
Ruli kecil Riki kecil..
Lika liku jebolkan gawang

(Kutipan lirik lagu Iwan Fals yang berjudul ‘Mereka Ada di Jalan)
sumber:  aksesdunia.com

Daftar Juara Liga Inggris-



Daftar juara dan runner-up sejak Liga Inggris dimulai kembali pada musim 1946-1947 setelah Perang Dunia II: Juara Runners-up 
1946-47 – Liverpool - Manchester United 
1947-48 – Arsenal -  Manchester United
1948-49 – Portsmouth- Manchester United
1949-50 – Portsmouth Wolverhampton Wanderers
1950-51 – Tottenham Hotspur - Manchester United
1951-52 – Manchester United - Tottenham Hotspur
1952-53 – Arsenal - Preston North End
1953-54 – Wolverhampton Wanderers - West Bromwich Albion
1954-55 – Chelsea - Wolverhampton Wanderers
1955-56 – Manchester United - Blackpool
1956-57 – Manchester United - Tottenham Hotspur
1957-58 – Wolverhampton Wanderers - Preston North End
1958-59 – Wolverhampton Wanderers - Manchester United
1959-60 – Burnley - Wolverhampton Wanderers
1960-61 – Tottenham Hotspur - Sheffield Wednesday
1961-62 – Ipswich - Town Burnley
1962-63 – Everton - Tottenham Hotspur
1963-64 – Liverpool-   Manchester United
1964-65 – Manchester United-   Leeds United
1965-66 – Liverpool -Leeds United
1966-67 – Manchester United -Nottingham Forest
1967-68 – Manchester City-   Manchester United
1968-69 – Leeds United-   Liverpool
1969-70 – Everton -Leeds United
1970-71 – Arsenal -Leeds United
1971-72 – Derby County-   Leeds United
1972-73 – Liverpool - Arsenal
1973-74 – Leeds United -   Liverpool
1974-75 – Derby County- Liverpool
1975-76 – Liverpool Queens - Park Rangers
1976-77 – Liverpool - Manchester City
1977-78 – Nottingham Forest - Liverpool
1978-79 – Liverpool-   Nottingham Forest
1979-80 – Liverpool -Manchester United
1980-81 – Aston Villa-   Ipswich Town
1981-82 – Liverpool -Ipswich Town
1982-83 – Liverpool -Watford
1983-84 – Liverpool-   Southampton
1984-85 – Everton -Liverpool
1985-86 – Liverpool -Everton
1986-87 – Everton -Liverpool
1987-88 – Liverpool -Manchester United
1988-89 – Arsenal-   Liverpool
1989-90 – Liverpool-   Aston Villa
1990-91 – Arsenal - Liverpool
1991-92 – Leeds United -Manchester United
1992-93 – Manchester United-   Aston Villa
1993-94 – Manchester United-    Blackburn Rovers
1994-95 – Blackburn Rovers-    Manchester United
1995-96 – Manchester United-   Newcastle United
1996-97 – Manchester United-   Newcastle United
1997-98 – Arsenal - Manchester United
1998-99 – Manchester United - Arsenal
1999-00 – Manchester United-    Arsenal
2000-01 – Manchester United - Arsenal
2001-02 – Arsenal - Liverpool
2002-03 – Manchester United - Arsenal
2003-04 – Arsenal - Chelsea
2004-05 – Chelsea -    Arsenal
2005-06 – Chelsea Manchester United
2006-07 – Manchester United - Chelsea 
2007-08 – Manchester United  - Chelsea
2008-09 – Manchester United-Liverpool
2009-10 – Chelsea-Manchester United
2010-11 – Manchester United

* Sejak Liga dimulai pada 1888-89, berikut ini klub-klub yang 
   sudah memenangi gelar:
19 – Manchester United
18 – Liverpool
13 – Arsenal
9 – Everton
7 – Aston Villa, Sunderland
5 – Newcastle United
4 – Chelsea, Sheffield Wednesday
3 – Huddersfield Town, Leeds United, Wolverhampton Wanderers,           
      Blackburn Rovers
2 – Portsmouth, Preston North End, Burnley, Manchester City, 
      Tottenham Hotspur, Derby County 
1 – Sheffield United, West Bromwich Albion, Nottingham Forest, 
       Ipswich Town

Sejarah Berdirinya Klub Manchester United


Klub ini dibentuk pada tahun 1878 dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C.) oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah menjadi anggota Football League setahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, untuk menjadi sebuah perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris dan membuang nama belakang "LYR" sehingga menjadi Newton Heath F.C saja. 

Namun pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500 dan bahkan lapangan Bank Street mereka pun telah ditutup. Hanya beberapa saat sebelum klub diputuskan untuk dibubarkan, klub tiba-tiba mendapatkan suntikan dana dari J.H. Davies, direktur sebuah perusahaan bir Manchester Breweries. Ceritanya adalah sang kapten tim, Harry Stafford, memamerkan anjingnya pada acara pengumpulan dana untuk klub. Anjing berjenis St. Bernard itu ditaksir oleh Davies dan ia ingin membelinya. Tawaran itu ditolak Stafford dan sebagai gantinya ia menawarkan Davies untuk menginvestasikan uangnya pada klub sepakbolanya sekaligus menjadi chairman Newton Heath FC. 


Tawaran itu diterima dan selamatlah Newton Heath dari kebangkrutan. Setelah itu diadakanlah sebuah rapat untuk mengganti nama klub untuk menandai awal kebangkitan klub. Nama ‘Manchester Central’ dan ‘Manchester Celtic’ mencuat untuk menjadi kandidat kuat nama baru sebelum Louis Rocca, seorang anak muda imigran Italia, berkata “Bapak-bapak, mengapa tidak kita pakai nama Manchester United ?” Nama yang diusulkan Rocca disetujui dan secara resmi mulai dipakai pada 26 April 1902. Davies sang chairman baru, juga memutuskan untuk mengganti warna tim dari hijau keemasan menjadi merah-putih sebagai warna Manchester United.

Rabu, 25 April 2012

CINTA SEUMUR HIDUP


Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna?
Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?

 Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.

 Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia. Mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya."


 Maka batu ujian yang pertama ialah:

 "Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?"


 Kedua, Ujian kekuatan.

 Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreatif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi.

 Batu ujian kedua :

 "Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?"


 Ketiga, Ujian penghargaan.

 Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku menginginkan dia sebagai ayah dari anak-anakku?", jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku menginginkan dia sebagai ibu dari anak-anakku?", gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya.

 Pertanyaannya ialah:

 "Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?"


 Keempat, Ujian kebiasaan.

 Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, "tapi aku
tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan. "Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya.

 Pertanyaannya:

 "Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?"


 Kelima, Ujian pertengkaran.

 Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar - tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah pak, kami saling mencintai." Saya katakan kepada mereka, "Bertengkarlah dahulu - barulah akan kukawinkan kalian." Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum kawin.

 Pertanyaannya:

 "Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?"


 Keenam, Ujian waktu.

 Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa lama kalian saling mencintai?" Tanya saya. "Sudah tiga, hampir empat minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu." Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian.

 Tanyakan:

 "Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?"

 Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang. Seks bukan batu ujian bagi cinta. "Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, "Demikian kecilnya cinta kalian?" Jika kedua-duanya berpikir, "Nanti malam kita mesti melakukan seks - kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku," maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji. Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur.Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi
diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.

 "The average woman would rather have beauty than brains, because the average man can see better than he can thinks."
 -- Anonymous

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan


Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya. 

Suatu saat perempuan itu berkata padanya,  "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung,  pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan
status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi. "

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang
luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan 
wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik. "

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan... 
Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal. 

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini,  bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas
cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan. 

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. 

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita. Jika kita memiliki  kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak. " 

HTS ATAU HUBUNGAN TANPA STATUS


Hubungan tanpa Status atau HTS memang sering membuat kita bingung, walaupun kita nyaman menjalaninya,, tetapi akhirnya menjadi dilema tersendiri…bimbang akan hubungan yang dijalaninya itu….

Mungkin kamu pernah mengalami hubungan tanpa status ini, Nah, untuk kamu yang bingung akan HTS ini, dan gak mau sampai sakit hati diantara kalian, coba ikuti beberapa aturan menurut SheKnows dibawah ini.

Just for fun

Menjalani sebuah hubungan tanpa status, anda tak berhak marah ketika si dia menghilang dari hadapan anda, begitu juga sebaliknya. Agar anda tak merasa sakit hati saat ditinggalkan, tanamkan dalam hati bahwa hubungan ini sekadar ‘just for fun’ saja.

Hindari janji palsu

Memberikan si dia sebuah janji sama saja anda memberinya sebuah harapan palsu. Dalam hubungan tanpa status, ada baiknya kalian berdua menghindari memberi janji palsu. Terlebih jika anda menyadari bahwa tak akan mampu untuk mewujudkannya.

Tak ada cemburu

Jangan beri kesempatan rasa cemburu menguasai hati dan pikiran anda, sehingga tak perlu merasa sakit hati ketika si dia dekat dengan orang lain begitu pula sebaliknya. Jika si dia cemburu, ingatkan bahwa kalian hanya menjalin sebuah hubungan tanpa status, tanpa ada ikatan yang jelas. Jadi sudah sewajarnya rasa cemburu tak boleh merasuki hati kalian berdua.

Jangan terlalu berharap

Jika anda berharap dari hubungan yang tidak memiliki kepastian sudah pasti anda salah. Oleh karena itu, tak perlu menggantungkan harapan anda pada pasangan begitu tinggi, karena anda tahu dengan pasti bahwa si dia belum tentu bisa memenuhi semua harapan-harapan anda pada dirinya.

Hindari sentuhan fisik

Dari awal membina hubungan, sebaiknya aturan tak adanya sentuhan fisik harus ditegaskan. Konon, sentuhan bisa membuat salah satu pasangan tak lagi menjalani hubungan ‘just for fun’ melainkan akan memacu tumbuhnya benih-benih cinta diantara kalian berdua. Terkecuali jika secara refleks anda memukul lengan si dia saat bercanda.

Semoga tips diatas dapat membantu kita agar tidak mengalami sakit hati dalam menjalani hubungan tanpa status. sebanernya posting ini sebagai pengingat gw sih mulyanto yang sedang menjalin HTS ini, kawan2 doain berjalan menjadi pacar yaa,,heheh

Kegalauan Wanita yang Sulit Dimengerti


Wanita dan pria bagaikan Mars dan Venus. Keduanya memiliki misteri yang sulit ditebak. Tiap karakter memiliki pesonanya masing-masing. Namun adakalanya saat emosi galau melanda, hubungan antara pacar atau suami-istri semakin rumit. Situasi ini bisa lebih dipahami dengan panduan yang dilansir oleh Times of India.

1. Mendengar
Jangan selalu pria yang harus didengar saat bicara. Lakukan hal yang sama saat wanita berbicara. Hal ini bukan egoisme, namun lebih kepada memperlihatkan Anda perduli dan perhatian akan masalahnya.

2. Bukan PMS
Wanita berharap pria lebih pintar saat wanita emosional. Bukan melulu diakibatkan karena PMS, namun kadangkala wanita marah karena sebuah hal. Jadi jangan pernah menganggap PMS biang keladi segala masalah.

3. Sensitif
Sayangnya tidak banyak pria yang memiliki EQ (Emotional quotient) yang tinggi. Hal ini berarti kurang sensitif terhadap keadaan yang sedang dialami wanita. Bukannya malah diam, pria kadang makin merongrong wanita yang emosinya sedang tidak stabil dengan lebih banyak pertanyaan.

4. Komunikasi
Komunikasi adalah hal terpenting dalam berhubungan. di momen yang tepat, komunikasi mempererat hubungan dan membuat kedua belah pihak saling mengenal tabiat masing-masing. Hilang komunikasi berarti makin banyak masalah terpendam.



5. Sifat wanita
Ada beberapa sifat wanita yang diharapkan pria juga memilikinya. Bukan sifat feminin, namun berusaha bersikap ramah kepada orang yang kurang disukai, seperti kepada teman-teman, bahkan keluarga sang wanita.

6. Wanita tidak melulu mengurus rumah
Banyak pria yang terlihat modern namun saat lama berhubungan, ia mulai bertingkah layaknya majikan yang selalu ingin dilayani (contoh: masak). Jangan posisikan wanita seperti itu karena dari sini Anda tidak memiliki respek terhadap wanita. Perlakukan dia sama seperti Anda berhadapan dengan atasan wanita. Anda bisa rasakan bedanya, bukan?

7. Macho bukan berarti boleh tidak bertanggung jawab
Sering kita melihat tipe pria yang berlagak macho dengan bertingkah kasar, egois, sok berani ataupun hal-hal yang mengganggu kenyamanan orang lain maupun norma yang berlaku. Hal ini salah satu turn-off bagi para wanita.

8. Protektif, bukan posesif
Melindungi boleh saja, namun jika pria sudah menganggap wanita sebagai barang miliknya, berarti ada yang salah. Saat seseorang merasa memiliki orang lain, bukan karena hubungan personal, banyak kekacauan terjadi dari hal-hal kecil.

9. Romantis
Wanita mana yang tidak suka hal-hal romantis? Terlebih jika hal tersebut didapatnya dari pria yang disukainya. Namun banyak kejadian hal romantis itu hanya sekedar tantangan belaka untuk mendapatkan seseorang, dan kemudian tidak berlanjut setelah menjadi pacar atau istri.

10. Kejujuran
Hal terakhir yang paling mudah, sederhana dan terpenting. Kejujuran akan mempermudah segalanya.

Senin, 23 April 2012

Waspadai Sikap Cowok Player Seperti Ini

Cowok Player

Dalam memilih pasangan hidup, wajar saja jika wanita sedikit selektif. Di luar sana, banyak pria yang ingin serius dan tulus dalam menjalin hubungan asmara namun tak sedikit juga yang hanya ingin 'bermain-main' dan tebar pesona.

Dikutip dari sheknows, berikut ini empat sikap pria yang memberi tanda bahwa pria yang sedang mendekati Anda kemungkinan adalah seorang 'player'. Mungkin sikap ini tidak bisa langsung digeneralisir, tapi patut Anda waspadai.

1. Mudah Mengumbar Janji
Anda belum lama mengenalnya, bahkan mungkin hanya dalam hitungan minggu. Tapi dia sudah membicarakan tentang masa depannya bersama Anda atau memberi janji-janji surga yang membuat Anda berandai-andai terlampau tinggi.

Sikap ini patut diwaspadai. Ciri-ciri pria 'womanizer' adalah tidak takut menjanjikan sesuatu pada tiap wanita yang dikencaninya, karena dia tahu, hubungannya tidak akan lama pada satu wanita saja.

Jika dia terlalu cepat mengumbar janji, Anda sebaiknya jangan langsung termakan rayuannya. Mungkin dia hanya mau mengatakan apa yang ingin Anda (dan, mungkin, perempuan lainnya) dengar.

2. Tidak Pernah Memanggil Nama Anda
Dia memanggil Anda 'sweetie', 'sayang', 'cantik', dan sebutan mesra lainnya, tapi tidak pernah nama asli Anda. Mungkin pada awalnya akan terdengar manis dan membuat tersanjung. Jika pria tidak pernah menyebut nama asli Anda, bisa jadi ini salah satu taktiknya untuk menutupi bahwa dia seorang 'player'. Karena terlalu banyak mendekati wanita, dia jadi susah mengingat nama mereka satu per satu. Agar tidak salah menyebut nama, dia memilih memanggil Anda dengan sebutan-sebutan tadi.

3. Tidak Punya Teman Dekat Wanita
Mungkin dia punya banyak kenalan wanita, di akun Facebook pun temannya lebih banyak wanita dibandingkan pria. Pria ini pun mendapat banyak sms dari wanita yang berbeda. Tapi coba perhatikan, apakah ada satu atau dua wanita yang berteman dekat dengannya? 'Player' biasanya punya banyak teman wanita tapi tidak mempunyai kedekatan emosional dengan satupun dari mereka.

4. Terlalu Banyak Memuji
Wanita mana yang tidak suka pujian? Apalagi jika pujian itu datang dari mulut pria. Untuk sikap yang satu ini, Anda harus pintar membedakan mana pujian yang tulus dan mana pujian yang punya motif di belakangnya. Jika dia terlalu sering memuji, mulai dari busana, wajah, cara bicara atau yang lainnya, ada kemungkinan dia seorang 'player'.

Tipe Kepribadian Orang Dilihat dari Sendal

Ketemu orang-orang baru itu kadang menyenangkan, dan kadang malah ngeselin. Orang-orang yang kamu sangka asik ternyata ngeselin dan membosankan. Ya bukan salah kamu sih, dari luar mereka tampaknya asik. Manusia memang dilahirkan berbeda ras, suku dan bangsa. Tidak ada dua manusia yang sama persis, bahkan yang kembar identik sekalipun. Semua orang punya ciri khas dan kepribadian masing-masing yang unik dan spesial. Kepribadian-kepribadian ini sebenernya bisa dibaca kalo kamu tau ilmunya. Banyak caranya, misalnya dari bahasa tubuh mereka, intonasi berbicara, tulisan tangannya dan lain-lain.
Kali ini, kita bakal ngajarin kamu cara revolusioner untuk membaca kepribadian seseorang, dengan cara baru yg para ilmuwan sosial di dunia bahkan belum tau. Kita bakal ngajarin kamu cara baca kepribadian seseorang, dilihat dari sendal yang dipakainya. Keluarin buku catetannya ya anak-anak…
Sendal Jepit Karet

Kamu tipe-tipe orang yg sigap dan waspada. Kamu perlu alas kaki yang memudahkan mobilitas kamu, serba guna, mudah dipakai dan dilepas, dan juga bisa dijadikan senjata apabila diperlukan. Sendal jepit karet sangat sempurna untuk kamu, karena ringan, elastis, bisa digunakan untuk banyak kegiatan, dari nyangkul di sawah, main layangan sampai ngapel ke rumah gebetan. Dan kalau ditengah jalan kamu ketemu musuh, sendal jepit kamu bisa kamu sambitin ke itu orang.
Sendal Jepit Merk Bagus

Kamu orang yang terkesan cuek, tapi sebenernya kamu sangat memperhatikan penampilan kamu. Kamu ingin orang yang melihat kamu menganggap penampilan kamu bagus, tapi kamu gak mau ketauan kalo kamu sebenernya dandan. Sendal jepit yg merknya bagus adalah pilihan kamu, karena sendal jepit karet yg dijual di warung depan kamu anggap tidak bisa menaikkan nilai prestis penampilan kamu.
Selop

Kamu orang yang takut dengan komitmen. Kamu pengen yang gampang dipake pas lagi kamu lagi mau, dan bisa dilepas begitu aja pas kamu udah nggak mau pake lagi. Dan terus misalnya nanti kamu mau pake lagi, kamu bisa dengan mudahnya make, tanpa harus ada masalah dan drama apa-apa. Eh ini ngomongin sendal kan ?
Sendal Hotel

Kamu ingin mengesankan kamu cuek dan tidak peduli dengan pendapat orang, namun sebenarnya kamu orangnya sombong. Kamu pengen pamer ke semua orang kalo kamu pernah nginep di hotel. Kalo bisa, kamu pake deh tuh bathrobe hotel yang kamu bawa kabur. Ini juga bisa berarti kamu orangnya gak mau rugi sih.
Crocs

Kamu orangnya labil. Kamu pengen pake sepatu, tapi pengen ngerasain nyamannya sebuah sendal. Kamu nggak bisa kekeuh sama sebuah keputusan: sepatu atau sendal. Jadi kamu pake lah "alas kaki hybrid" ini. Tapi orang-orang ngeliatin kamu dengan aneh dan pandangan menghakimi. Kamu mencoba cuek dan beralasan "ini enak banget lho dipakenya !" Tapi sebenernya kamu merasa insecure, makanya kamu mendandani crocs kamu pake aksesoris tempelan-tempelan "lucu" itu.
Sendal Gunung

Kamu seorang petualang yang pemberani. Gunung dan bukit sudah kamu taklukan. Keluar masuk lumpur dan rawa bukan masalah untuk kamu. Kamu membutuhkan alas kaki yang praktis, namun juga kuat dan bisa melindungi kaki kamu.
Atau mungkin juga kamu anak rohis.
Bakiak

Kamu orangnya eksentrik, ramai dan selalu menjadi life of the party. Alias, kamu orangnya caper. Kemanapun kamu melangkah, kamu ingin menarik perhatian orang di sekeliling kamu. Makanya kamu pakai bakiak, suara hentakannya yang cukup keras setiap menyentuh lantai dijamin membuat orang sekitar kamu nengok.
Sekedar saran, kalo kamu bener-bener mau caper, mending kamu pake bakiak yang buat lomba pas 17an, sama temen kamu. Dijamin diliatin orang-orang.
Sendal yang Bisa Bunyi

Kamu anak kecil yang belum tau apa-apa. Tapi orang tua kamu adalah tipe-tipe orang yang memakai bakiak. Tidak cukup dirinya menjadi pusat perhatian, anaknya pun juga harus. Sebenernya kalo ada ukuran orang dewasa, orang tua kamu bakal pake sendal yg bisa bunyi-bunyi kayak kamu, dek. Jangan dicontoh ya kalo udah gede nanti. Bikin malu aja.
Sendal Jerami

Kamu seorang ninja. Menjadi gesit dan tak terdengar adalah prioritas utama kamu, karena jika lambat sedikit saja, nyawa kamu jadi taruhannya. Kamu perlu alas kaki yang ringan dan tidak mengeluarkan banyak suara ketika dipakai. Yang paling penting, alas kaki kamu harus bisa membantu kamu lari diatas air.
Sendal dari Besi

Kamu adalah salah satu keturunan terakhir bangsa Saiya yang sedang berlatih untuk melawan musuh yang akan mengancam bumi. Kamu perlu alas kaki yang berat supaya kamu bisa bergerak lebih cepat, karena musuh kamu menguasai 10x gravitasi bumi. Berjuanglah !
Nah, pelajari dengan baik dan niscaya kamu gak akan salah memilih teman lagi. Selamat bersosialisasi!

Tips Mengikuti SNMPTN / UNMPTN

SNMPTN adalah saringan masuk perguruan tinggi negeri. Seperti kita tahu, dapat melanjutkan pendidikn perguruan tinggi yang berkualitas tentunya menambah jaminan masa depan anda maupun putra anda. Perguran Tinggi Favorit ataupun Fakultas Favorit menjajikan lapangan kerja yang dapat mendatangkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Sebut saja Fakultas Kedokteran Umum, Fakultas Perminyakan, Fakultas Bisnis dan Manajemen, Fakultas Akuntansi, ataupu Fakultas Hubungan Internasional. 
Untuk menembus fakultas-fakultas favorit di perguruan tinggi negeri yang cukup ternama tidaklah mudah.


Kita harus bersaing dengan puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia dalam SNMPTN. Tahun lalu saja, kursi fakultas kedokteran UGM diperebutkan oleh lebih dari 13.000 calon mahasiswa, padahal daya tampungnya hanya sekitar 100 orang. Untuk menghadi kerasnya persaingan SNMPTN, maka kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Berikut tips menghadapi SNMPTN :

1.Buat jadwal belajar SNMPTN yang teratur, lalu tepatilah
2.Ikutlah bimbingan belajar yang menyediakan fasilitas intensif SNMPTN
3.Ikutlah try out SNMPTN
4.Belajarlah dari soal SNMPTN tahun-tahun sebelumnya
5.Download soal-soal SNMPTN/ Download soal UMPTN dari internet
6.Banyalah belajar dan berdoa.
Dengan langkah-langkah di atasa, mimpi untuk dapat duduk di salah satu fakultas Favorit perguruan Tinggi Negeri bukanlah suatu impian semu. Usaha keras kita akan terbayar tatkala kita menyaksikan nomor ujian kita di pengumuman hasil SNMPTN
Pandanglah seleksi tersebut sewajarnya. Dan kamu pun perlu kiranya mempertimbangkan kesesuaian bidang-bidang ilmu yang hendak dipelajari di perguruan tinggi yang dituju dengan aspek lainnya, antara lain:
Fokus keinginan primer -> pertimbangkan cita-cita primer pasca lulus nanti, seperti : apakah kebutuhan ekonomis,hasrat belajar dalam bidang sains murni,pengacara,dll.
Fokus bakat -> apakah tehnik, kedokteran,bisnis,dll.
Fokus kemampuan -> baik kemampuan akademik maupun non akademik, termasuk daya dukung ekonomi keluarga.
Fokus keberhasilan dan keamanan -> banyak orang mengkaitkan keberhasilan masa depan hanya dengan favorit atau tidaknya sesuatu jurusan/bidang ilmu yangditekuni. Padahal favoritas jurusan sangat relatif sifatnya. Mungkin bagi kamu, Ekonomi lebih favorit dibanding Hukum, sedangkan teman-teman kamu lebih memfavoritkan Manajemen atau akuntansi. Atau bahkan saat ini Anda beranggapan bahwa hanya tehnik Elektro yang cocok untuk Anda, tetapi setahun kemudian ketika Anda kuliah di Tehnik Elektro mulai merasakan ketidakcocokan. Oleh karena itu, dalam menentukan pilihan Jurusan Anda harus benar-benar mengacu pada kesesuaian dengan tiga fokus di atas. Setelah itu jadilah BEST OF THE BEST dimanapun Anda belajar, karena inilah sebenarnya bekal riil Anda untuk keberhasilan dan keamanan di masa depan.
Fokus positive thinking -> setelah fokus keempat tersebut OK, belajarlah secara sistematis dan kontinyu yang didukung oleh berpikir positif akan kesuksesan yang akan diraih, tentu hanya dengan Kehendak ALLAh semata.Sekali lagi, tiap fokus di atas harus jelas, dan khususnya fokus terakhir tidak perlu dipilih. Ia hanya muncul secara otomatis jika keempat fokus sebelumnya akurat dan didorong oleh keyakinan yang dalam akan Kesempurnaan Kehendak ALLAH dalam mewujudkan segala sesuatunya.


Hal-Hal yang boleh dilakukan saat ujian..

1. Bawa kalkulator 
Hal ini boleh dilakukan saat ujian!Bisa dipake buat ngitung juga,jadi kamu gak perlu kelimpungan kalo rada-rada bengek karena angka..tips yang paling keren bukan?berterimakasihlah pada pencipta mesin kalkulator. (Catatan : Silahkan bawa kalau ingin di keluarkan..)

2. Menconteklah selagi Bisa..
Silahkan saja mencontek.Toh ga ada UUD resminya kan?Itung-itung nambah amal orang yang kamu contek,dan menambah dosamu..Ingat,jangan mencontek dibelakang pengawas,itu akan membuat pengawas terasa terkhianati,menconteklah didepan pengawas,supaya kamu tidak lulus.

3. Bawalah contekan serapi mungkin..
Bawa saja,menyonteknya pelan-pelan,cari timing yang pas..Pastikan tak ada kamera di ruangan ujian mu.Kalau ada,janganlah menyontek,tetapi lambaikanlah tangan ke arah kamera...Artinya kamu tak sanggup mengerjakan soal Ujian..

4. Membawa HP ke dalam ruangan..
Lebih baik membawa hp daripada tidak..Siapa tau ada pesan dari pacarmu?Atau telepon dari ketua RT memberitahu bahwa rumahmu terbakar?ah...gak perlu muluk-muluk deh,siapa tau aja hari itu kamu dapat undian emas 20 kg?Supaya pengawas tidak murka,bagilah hadiah undianmu itu padanya..Siapa yang ga emas 1 kg coba?

5. Membawa Doraemon ke dalam ruangan
Kalaupun ada peraturan dilarang membawa HP,Kalkulator,dan contekan..Gak ada larangan buat ngebawa doraemon kan?Bagus toh...Alatnya canggih-canggih lagi!udah gitu dilegalkan :P,ga ada larangan pastinya.

6. Sewa Uya Kuya..
Penting deh,buat ngehipnotis pengawasnya...

7. Bawa pelet...
Ga penting-penting juga sih..Ini cuman buat melet pengawas,..penjelasannya : Pengawas jatuh cinta padamu ---> Kamu bisa nyontek sepuasnya..

8. Lapor Kak Seto...
Bilang kalo kamu udah di siksa,hampir dibunuh,dan dibuat depresi oleh soal-soal ujian..

9. Berpakaian dan berkelakuan seperti orang gila
Nah loh..datang aja ke ruangan kek gitu,kamu disangka orgil dan di gotong ke RSJ,beres deh,gak ikut ujian atas alasan sakit Jiwa


10. Bawa camilan,permen dan minumal...
Siapa tau kamu haus atau lapar saat ngerjain soal?Nah,ngemut permen bisa ngilangin rasa tegang waktu ujian looh...

Bersyukurlah pada orang yang menciptakan Sekolah..
Jangan bersyukur pada orang yang membuat/menciptakan UJIAN AKHIR NASIONAL

Betulkah Ujian Nasional Tak Lagi Menakutkan?

Pelaksanaan Ujian Nasional SMK/SMA/MA tinggal menunggu waktu saja, tanggal 16 sampai dengan 29 april 2012 UN siap digelar serentak secara Nasional, tapi betulkah bahwa ujian nasional tidak lagi menjadi sosok yang begitu menakutkan bagi peserta ujian tahun pelajaran 2011-2012 ini ?.

Jawabannya tentunya akan sangat beragam dimata para peserta ujian kali ini yang sudah mendapatkan informasi mengenai kriteria kelulusan dari satuan pendidikan atau siswa dinyatakan lulus atau tidaknya tidak hanya dipengaruhi oleh hasil dari Ujian nasional saja melainkan dari beberapa kriteria lainnya sebut saja siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan bila:
menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas:(1) kelompok mata Pelajaran agama dan akhlak mulia,(2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,(3) kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;

c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan

d. lulus Ujian Nasional.

Dari dari dasar itulah siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan berdasarkan kriteria diatas dan Hasil Ujian Nasional bukanlah satu-satunya point yang terpenting dalam penentuan kelulusan ini selama point a,b dan c yang “Nota benne” adalah hasil atau nilai yang diberikan oleh sekolah adalah hasil yang relatif besar/tinggi sudah barang tentu sudah bisa memprediksi tingkat kelulusan dari seorang siswa, semakin besar nilai yang diperoleh dari point a,b,dan c tentunya hasil UN tidaklah dipatok sedemikian besar selama rata-rata Nilai Akhir kelulusan minimal 5,50 maka siswa dinyatakan Lulus dari satuan pendidikan.

Walau demikian hasil Ujian Nasional tetap saja memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pencapaian rata –rata nilai akhir terlebih bila hasil Ujian nasional djadikan prasyarat untuk memasuki ke Perguruan tinggi maka hasil UN haruslah tetap harus tinggi yang harus dicapai oleh seorang peserta ujian.

Ujian Nasional Menakutkan atau tidak bagi seorang siswa tetaplah harus dipersiapkan dengan belajar dengan sebaik-baiknya sehingga tercapai hasil yang optimal.

Rabu, 18 April 2012

Mau Kemana Setelah Tamat...?

Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA sederajat telah usai.

Dengan perasaan harap-harp cemas, para siswa menanti pengumuman, kelak lulus UN atau tidak. Lalu, setelah tamat, mau ke mana? Ini pertanyaan yang sangat mendasar.

Bagi siswa SMA (Sekolah Menengah Atas), mau tidak mau haruslah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, apakah mengambil S1 (stratas satu) atau D1 (diploma satu), D2, atau D3. Mengapa tidak, SMA adalah “sekolah gantung” yang semua orangtua dan siswa sejatinya menyadari, di SMA ilmu pengetahuan yang diterima serba gantung. Artinya keterampilan untuk dibawa ke dunia kerja masih tidak cukup.

Sejak awal, para siswa dan orangtua, kalau mengharapkan anaknya setamat sekolah dapat kerja, sebaiknya memilih sekolah kejuruan. Di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan): apakah otomotif, elektronik, ekonomi dan lainnya, siswa memang dididik untuk terampil di bidangnya.

Justru itu siswa-siswi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) harus punya motivasi lebih dibanding siswa SMA, terutama di bidang keterampilan. Siswa SMK – apa pun jurusannya – sejak awal sekolah telah dipersiapkan untuk bekerja selepas sekolah. Sejatinya sekolah-sekolah kejuruan memang untuk tenaga siap pakai. Begitu tamat sekolah, diharapkan langsung dapat bekerja.


Tamatan SMK jangan sampai tidak siap pakai. Apa-apa yang telah diajarkan para guru jika diterima dengan senang hati oleh para siswa, niscaya akan mengantarkannya kepada tenaga terampil. Sebab, guru yang baik pastilah pula memberikan yang terbaik buat siswa-siswinya. Tak ada kebanggaan seorang guru, selain melihat siswa-siswinya lebih berhasil dari dirinya.

Saat ini ke depan sangat dibutuhkan tenaga ahli di bidang audiovisual. Di negara-negara yang pendidikannya sudah baik, seperti Malaysia, Jepang dan lainnya, yang merakit handphone adalah siswa-siswi SMK. Bagaimana dengan SMK-SMK kita, terutama yang ada di Sumut? Jawabnya kita serahkan kepada para pemegang kebijakan.

Negara kita pun – kalau mau maju – harus seperti itu, dibangun dengan model piramida, makin ke atas makin mengerucut. Artinya, tenaga-tenaga terampil yang dipersiapkan untuk bekerja harus lebih banyak daripada tenaga manejerial. Untuk itu kita berharap hari ini ke depan, SMK-SMK dan pendidikan dengan program lifeskill (kecakapan hidup) lebih diperbanyak dan di perluas guna menanggulangi pengangguran terdidik.

Setelah kerja tiga atau lima tahun bisa melanjut lagi ke program S1. Kita juga berharap hari ini ke depan yang lebih di perbanyak dan diperluas adalah sarjana-sarjana eksakta guna menyahuti masa depan yang kian akrab dengan teknologi. Kalau tidak, kita hanya akan jadi bangsa konsumen, bukan produsen.

Diingatkan, setiap gelar yang kita sandang haruslah melalui sekolah atau pendidikan. Gelar menunjukkan keterampilan orangnya.

Membuka Internet

Saran kita, siswa-siswi SMK, agar setiap dua jam sehari membuka internet. Hampir semua ada di internet, yang baik dan yang buruk. Seperti mata uang, jika dibelanjakan atau disumbangkan ke jalan yang baik, maka gambarnya adalah malaikat. Tetapi jika dibelanjakan atau dihambur-haburkan untuk tujuan hedonisme, maka gambarnya adalah syetan.

Jadi, semuanya terpulang pada manusianya, mau dibawa ke mana uang dan internet (teknologi), ke jalan malaikat atau syetan, semuanya terpulang pada kita.

Di Yogyakarta ada SMK yang bekerja sama dengan Toyota. Maka SMK tersebut mempersiapkan SDM-nya jadi ahli mengecat dan lainnya, misalnya. Begitu tamat SMK ditampung Toyota untuk mengecat dan lainnya.

Itu tadi khusus untuk siswa SMK. Lalu bagaimana pula dengan siswa SMA dan MA juga SMK yang ingin kuliah? Siswa Kelas III SMA sederajat yang berkeinginan kuliah di PTN, pertama harus mempersiapkan diri agar jadi yang terbaik. Ranking I, II dan III di sekolah, berkemungkinan dapat menempuh Jalur PMP (Pengembangan Minat dan Prestasi), masuk PTN tanpa testing. Cuma, lewat PMP – yang memang dikhususkan bagi siswa-siswi unggulan – dibarengi dengan ketentuan unggul pula dalam bidang akademis. Selain harus lulus tes psikologi, nilai akumulatif alias IP (Indeks Prestasi) semester I, tidak boleh di bawah 2,7. Jika tidak mencapai skor dimaksud, maka mahasiswa atau mahasiswi tersebut harus mengikhlaskan diri DO (drop out).

Ikut SMPTN

Andai siswa-siswi SMA sederajat tak berhasil menjadi yang terbaik: I, II dan III di sekolahnya, dapat mengikuti SPMB sekarang berganti nama UMB-SPMB (Ujian Masuk Bersama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) atau SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Sebenarnya UMB-SPMB dan SMPTN juga menjaring orang-orang yang berkemampuan akademik di atas rata-rata.

Mengapa tidak, bangku yang tersedia untuk itu sangat terbatas. Untuk USU, misalnya, bangku yang tersedia lebih kurang 3000 saja. Yang 3000 bangku itu pun harus berbagi pula dengan PMP, Ekstensi, dan JK (Jalur Khusus).

Andai siswa-siswi SMA sederajat yang mengikuti UMB-SPMB dan SMPTN tak berhasil lulus, masih ada kesempatan untuk ke PTN. Ada dua jalan yang dapat ditempuh. Pertama, kuliah dulu di Program DIII (Diploma Tiga). Setelah lulus – boleh bekerja maupun tidak – lalu mengikuti S1 di USU (PTN). Inilah yang disebut Ekstensi.

Jalan berikutnya adalah Jalur Khusus (JK). Cuma, JK ini dibuntuti dengan sumbangan pembangunan pendidikan yang membuat orang-orang di strata bawah tercengang-cengang. Konon kabarnya di ITB Departeman Teknik Fisika disediakan 10 bangku dengan biaya pendidikan masing-masing 25.000 dolar AS. Jika satu dolar AS Rp 10 ribu saja, maka satu bangku di departeman dimaksud Rp 250 juta.

Hal yang sama juga terjadi di IPB, UI, dan UGM. Bahkan ada universitas yang melakukan penjaringan calon mahasiswa baru swadana jauh hari sebelum UAN (Ujian Akhir Nasional ketika itu) – sekarang UN (Ujian Nasional) – dilaksanakan. Materi penjaringan dengan tes tertulis dan formulir kesediaan menyumbang sejumlah uang sesuai kemampuan.

Sumbangan untuk jurusan “basah” seperti kedokteran bisa sampai Rp 100 juta atau lebih. Memang ada sejumlah calon mahasiswa baru swadana ini yang diterima tidak memberikan sumbangan alias nol rupiah tetapi mereka masih harus berurusan dengan birokrasi kampus untuk diteliti status sosialnya.

Seyogianya institusi pendidikan negeri dari SD sampai PT dibentuk untuk menampung anak-anak Indonesia yang kurang mampu secara finansial tetapi berkemampuan akademik. Dengan dibukanya JK, jelas mengurangi kesempatan anak-anak yang kurang mampu secara finansial. Mengapa tidak, jika misalnya di USU disediakan 3000 bangku, 500 sudah diambil ekstensi, 500 untuk PMP dan 500 lagi Jalur Khusus, maka jalur UMB-SPMB dan SMPTN tinggal 1500 bangku saja.

Bagi anak-anak yang kurang mampu secara finansial, tentunya harus mempunyai kemampuan kecerdasan di atas rata-rata untuk dapat “menerobos” tembok PTN. Bila kemampuan akademiknya hanya rata-rata, niscaya akan tersingkir karena kesempatan untuk itu makin sedikit.

Sementara untuk jadi cerdas serta berkualitas, diperlukan di samping sarana dan prasana, juga gizi yang baik. Apa mungkin anak-anak kurang mampu secara finansial dewasa ini dapat memenuhi tuntutan gizi agar dapat menjadi cerdas? Sebab, biaya hidup kini sangatlah tinggi serta mahal.

Tak Mampu Bangkit

Kondisi ini membuat orang-orang miskin tak mampu bangkit dari kemiskinannya. Mereka akan terus menjadi miskin karena tidak memiliki keluasan ilmu pengetahuan, sebagaimana yang diperoleh kawan-kawannya di perguruan tinggi negeri. Untuk kuliah di swasta pun memerlukan dana yang tidak sedikit pula. Singkatnya, yang miskin makin terjepit.

Padahal sebagaimana ditegaskan dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai tujuan nasional, semestinyalah negara kita melalui pemerintah berupaya mewujudkannya karena keseluruhan aktivitas pemerintah dan pembangunan negara gilirannya bermuara pada pencapaian tujuan nasional melalui aktualisasi seluruh potensi bangsa secara efisien dan efektif.

Begitu juga di dalam Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 31) ditegaskan, salah satu hak warga negara yakni mendapatkan pendidikan atau pengajaran. Sebagai hak, semestinyalah negara (melalui pemerintah) berupaya mewujudkannya.