Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Kamis, 24 Februari 2011

JANGANLAH KUATIR AKAN HARI ESOK

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Mat 6:34
Seseorang kagum dengan mikroskop karena mampu memperlihatkan sel-sel yang terkecil dalam sebuah benda tertentu. Maka, ia membelinya.
Karena iseng, ia ingin melihat nasi yang siap disantap di piringnya dengan mikroskop itu. Apa yang terlihat olehnya? Apa yang tadinya tak dapat dilihat oleh mata telanjang, kini menjadi angat jelas. Ia melihat pemandangan yang sangat menjijikkan. Betapa tidak, makanan yang akan dinikmatinya, penuh dengan kuman. Piring dan sendoknya juga begitu. Penuh kuman. Melihat semua itu, ia tidak jadi makan karena takut.
Bagi manusia, hidup seperti misteri yang tak ada habisnya. Kita tak tahu apa yang terjadi esok. Konyolnya, manusia ingin tahu apa yang bakal terjadi sampai-sampai mereka pergi ke tukang ramal.
Sebenarnya, jika kita tahu semua yang akan terjadi pada kita, ketakutan justru akan datang. Kita takkan dapat menikmati hidup hari ini jika tahu sebentar lagi usaha kita bangkrut, sebentar lagi kita sakit, Minggu depan kita kecelakaan, dan kejadian-kejadian tak menyenangkan lainnya. Itu sebabnya Tuhan tidak memberi tahu apa yang terjadi esok hari!
Bukan kebetulan jika Tuhan membuat hidup menjadi seperti misteri. Ada banyak perkara di masa depan yang tidak diberitahukan, bukan tanpa alasan. Tuhan ingin kita seperti jam yang Berdetak untuk hari ini, tanpa perlu kuatir berapa kali kita harus berdetak esok hari Hari esok punya kekuatirannya sendiri. Percayakan hari ini pada Tuhan, dan lakukan hal yang sama esok hari.
Bersama Tuhan, kita bisa melewati banyak perkara tanpa dicekam ketakutan dan kekuatiran
Jika Manusia Tahu , Apa yang terjadi di Hari Esok , Ia tidak pernah dapat menikmati hidup hari Ini Maka , selagi kita masih diberi Hidup, selalu berbuatlah yang Terbaik,…berilah Kasih untuk orang lain Jangan ada iri hati dan tipu muslihat dalam mulutmu, janganlah menghakimi saudaramu , buanglah dendam Dan luka hatimu.. ampunilah mereka yang melukaimu. Siapa tahu , Hari ini adalah hari terakhir kita - untuk berbuat kebaikan

JANGANLAH KUATIR AKAN HARI ESOK

Rabu, 23 Februari 2011

Gadis Dengan Setangkai Mawar

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar. Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing2 dan jalinan cinta merekapun tumbuh. John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis "Kalau perasaan cintamu tulus, John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa2 atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan." Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai. "Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku", kata Nona Hollis. Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba2 jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya.... Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekumtum mawar merah di kerahnya. "O.... itu Hollis!!!!" Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi 2 ingin lari mengejar sang gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang. Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya "Nama saya John Blanford, anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?" Sang wanita tersenyum ramah dan berkata "Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau anda mengajak saya makan maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda." (NN)

Pernahkah terpikir oleh anda sekalian, bahwa si pemuda bernama John Blanford di atas akan menarik semua perkataan - perkataan cinta romantis yang pernah di tulis dalam surat-suratnya apabila, katakanlah memang benar ternyata Nona Hollis hanyalah seorang wanita gemuk dengan rambut hampir beruban. Untunglah John seorang yang sangat cerdas dan berhikmat. Dia bisa saja berpikir pasti dapat mengeluarkan sebuah alasan lain untuk mengagalkan lamarannya. Dan tentunya jika itu terjadi, maka cerita ini pasti tidak akan ada. Seseorang akan sangat mudah tertipu dan tergoda untuk mengikuti mata jasmani dan mengabaikan kata hati. Orang lebih menyukai apa yang dapat dia lihat dan sentuh dari pada apa yang dapat dirasakan dan di sentuh oleh hatinya. Ini adalah salah satu titik kegagalan manusia dalam menjalani kehidupannya sebagai orang yang beriman. Kita lebih tertarik melihat sebuah senyuman manis, dari pada sikap hati. Kita lebih menyukai bola mata yang bulat dan bening ketimbang mata hati yang tajam dan peka. Kita lebih menyukai wajah rupawan dari pada karakter yang bagus. Singkat kata, kita semua lebih menyukai hal-hal yang bersifat jasmaniah ketimbang hal-hal rohaniah. Itulah sebabnya seringkali kita tersandung karena ulah kita sendiri!

Mengapa Anda melakukan ini?

Mungkin "ibu" yang paling terkenal di dunia adalah Bunda Teresa. Sebagai Suster Teresa, pada tahun 1948 ia mendapatkan izin untuk meninggalkan ordonya selama hampir dua puluh tahun dan berkelana ke India. di Kalkuta, Teresa memungut lima orang anak terlantar dan membawa mereka ke "sekolahnya." Sebelum tahun itu berakhir, ia telah memiliki 41 orang murid yang belajar tentang ilmu kesehatan di kelas yang diadakan di taman umum. Tidak lama kemudian, sebuah jemaat baru dibentuk. Bunda Teresa menamakannya "Misionaris Cinta Kasih." Dalam waktu dua tahun, perhatian mereka beralih untuk merawat orang-orang yang sekarat. Sekali waktu seorang pengemis yang sedang sekarat di tengah-tengah tumpukan sampah dibawa. Karena penderitaan dan kelaparan ia tampak seperti hantu. Bunda Teresa membawanya ke Rumah Penampungan dan membaringkannya di atas tempat tidur. Ketika la mencoba membasuhnya, ternyata tubuh pengemis itu dikerumuni oleh cacing. Potongan-potongan kulit terlepas ketika ia membasuhnya. Untuk beberapa saat lamanya, pengemis itu tersadar. Dalam keadaan setengah sadar, ia bertanya, "Mengapa anda melakukan ini?" Bunda Teresa menjawabnya dengan dua kata yang menjadi ciri khasnya: "Karena kasih." Tanyakan kepada setiap ibu mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan, maka anda akan menemukan jawaban yang sama. Kasih adalah pekerjaan seorang ibu ... dan juga bayaran yang mereka peroleh.

BERIKAN TERANGMU

saat dentang lonceng Gereja memisahkan Sang waktu,

Jiwa-jiwa anak terang mengendarai sayap-sayap semangat baru,

Terbang kelangit gelap kemudian memecah bersamaan dengan semua harapan kedepan

Seperti kembang api yang mewarnai langit , menerangi gelap malam.

Rona bahagia terpancar dari balik wajah-wajah para pembawa terang.

Cahaya semangat baru terpancar melalui jiwa-jiwa di hati anak anak terang.

Hai para pembawa terang.. berikanlah terangmu……..

Agar terangmu menerangi tempat ini……..



Kita anak-anak terang, generasi penerus, penyambung lidah bagi Tuhan, pembawa cahaya dengan tugas menerangi mereka yang berada di sudut – sudut gelap dan sepi di dunia kita. Kita, para penopang pilar kejayaan. Kejayaan sebuah tempat yang merupakan ladang benih-benih persahabatan, kebun pengetahuan dan pembelajaran serta taman cinta kasih. Tempat itu adalah Muda Mudi Katedral (MMK).



Beberapa tahun belakangan ini, matahari terasa terbenan lama. Muda Mudi Katedral dengan kilau cahaya kejayaan di masa lalu terasa redup, terpaan badai masalah datang seperti gelombang. Persahabatan dan cinta kasih, dilukai oleh pertikaian. Perjuangan dan Pengorbanan dihentikan oleh kekecewaan. Sehingga kadang MMK seperti dunia tanpa musim, tempat kau dapat tertawa, tapi tidak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua air matamu. Mesti sang waktu telah berlalu, pemeintahan telah berganti, namun MMK terus hidup dalam gelap malam. Sindir menyindir terlontar bagai meriam yang memecah perselisihan, sekat-sekat kelompok membalah keutuhan MMK. Apalagi terpaan anggapan buruk dari luar yang menilai melalui kacamata mereka. Sehingga MMK semakin terbuang kedalam lubang kegelapan. Tuntutan anggota kepada pengurus agar pertemuan dan kegiatan-kegiatan lebih baik lagi membuat para pengurus makin tersudut. Silih berganti para pemeharti datang untuk membangun, namun runtuh oleh kekecewaan, para pencinta MMK terus berjuang, namun terhenti oleh perselisihan. Apalagi minimnya para Pembina membuat regenerasi terputus dan pembinaan seperti tidak terlihat.

Sebenarnya masalah-masalah yang terjadi bukan karena program kerja, bukan dari pengurus atau bukan oleh anggapan buruk dari orang luar bahkan karena minimnya pembinaan, tapi masalahnya adalah kepasifan anggota yang hanya tau menuntut tapi tidak memberi jalan keluar. Anggota hanya tau menuntut apa yang MMK berikan kepada mereka tanpa sadar diri bahwa sebenarnya apa yang sudah mereka berikan untuk MMK. Ditambah lagi sikap egois yang mementingkan diri sendiri. Kerja yang masih disertai perhitungan ini itu. Tindakan lari dari kerjasama dan hanya muncul pada saat senang merupakan pokok masalahnya. Sebenarnya tidak baik melihat yang telah lalu-lalu. Tapi ada baiknya juga kita belajar dari kesalahan yang lalu-lalu.



Namun beberapa bulan belakangan ini, Matahari MMK serasa mulai terbit. Sinar tali persaudaraan mulai terpancar dari balik kegiatan-kegiatan yang telah terlaksanan, Cahaya cinta kasih mulai menerangi suasana pertemuan-pertemuan mingguan MMK, arus gelombang anggota baru mulai menyerbu pertemuan dan kegiatan MMK.

Mungkin terlalu cepat untuk menggatakan bahwa MMK come back!. Tapi keoptimisan beberapa punggawa MMK dan para pengurus membuat semangat perubahan terpancar terang benerang.

Satu demi satu kegiatan mulai tercipta, pertemuan demi pertemuan tidak lagi mencekam dan membosankan. Suasana canda tawa mulai mengisi ruang pertemuan, dan forum-forum diskusi mulai tercipta didunia maya melalui facebook(MMK addited dan MMK Lover’s). Walau kadang keegoisan masih mengisih relung hati para pembawa terang. Namun semuanya sudah mulai saling memberi rasa. Rasa kebersamaan,Rasa Persahabatan, dan Rasa memiliki. Dengan semangat 1 Rasa 1 MMK, harapan akan terwujudnya MMK yang lebih baik lagi makin terbuka lebar.



Memasuki usia MMK yang ke 37 tahun, mari tinggalkan keegoisan kita masing-masing. Tinggalkan sikap lari di saat susah dan muncul saat senang yang biasa kita lakukan. Tinggalkan kebiasaan kita yang selalu memperhitungkan apa yang telah dilakukan. Mungkin kadang kita berpikir, apa sebenarnya manfaat yang didapat jika berkarya di MMK, MMK tidak menjanjikan hidup yang bergelimpang harta nantinya, MMK tidak memberikan nilai yang tinggi dalam pada hasil ujian-ujian, atau hari-hari tanpa masalah dan kesusahan. MMK memang tidak menjanjikan semuanya itu. Tapi MMK bisa memberikan sesuatu pengetahuan dan pengalaman yang tidak diajarkan/didapatkan di bangku sekolah, atau di organisasi lain. Mungkin apa yang kita dapatkan sekarang belum begitu berarti, tetapi suatu saat nanti, ketika kita sudah terjun ke masyarakat, mungkin anda dapat mempergunakan apa yang sudah anda dapat di MMK.



Ditahun yang baru ini, kita sebagai generasi pembawa terang dunia, mari kita saling bahu membahu untuk MMK yang lebih baik lagi. Kerjasaman antara anggota merupakan suatu kombinasi yang sempurna, mengingat bahwa Kita semua adalah malaikat – malaikat bersayap sebelah. Hanya bila saling membantu kita semua dapat terbang. Kita semua adalah anggota sebuah orkestra raksasa di mana setiap instrumen menjadi penting demi keutuhan dan keselarasan keseluruhan,oleh karena itu mari kita bersama membuat MMK sebagai salah satu organisasi/kelompok kategorial yang dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Mari kita berkerja tanpa mengeluh ini itu, tanpa perhitunggan. Mari kita dengan tulus hati berkerja untuk MMK, saling membagi kasih sayang antara sesama anggota dan orang lain. Jika masalah atau kekecewaan datang menghadangmu, kuat hatimu dan terus bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan, dan menari & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton. Karena DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG ..!!!



Untukmu dan untukku, hanya hari inilah yang kita miliki; esok adalah sebuah ilusi yang mungkin takkan pernah menjadi kenyataan. Berikanlah terangmu untuk MMK, agar terangmu dapat menerangi seisi dunia ini.



Dalam pencarian dirimu, kamu akan menemukan kebenaran

Dalam pencarian kebenaran, kamu menemukan cinta

Dalam pencarian cinta, kamu menemukan kehidupan

Dalam pencarian kehidupan, kamu menemukan kekuatan TUHAN

Di dalam TUHAN, kamu menemukan segalanya.

Dan segalanya akan kamu temukan di dalam Muda Mudi Katedral



Viva MMK

1 Rasa 1 MMK

Red_dexter..........

Rabu, 09 Februari 2011

TIDAK SUKSES? JANGAN TAKUT!!!

Di masa sekarang ini, sukses menjadi tanda keberhasilan seseorang, terutama sukses dalam karir dan bisnis. Berbagai buku ditulis dan seminar-seminar diselenggarakan untuk membagikan berbagai kiat sukses. Peminat buku-buku dan seminar-seminar tersebut tidak sedikit. Buktinya buku-buku itu menjadi best seller dan seminar-seminar selalu penuh sesak dihadiri peminatnya.
Masyarakat beranggapan bahwa orang yang “sukses” adalah orang yang mempunyai rumah bagus, mobil yang siap mengantar ke mana pun dia mau pergi, jabatan di tempat kerja, perusahaan yang punya banyak karyawan, dan sebagainya.

Demikianlah “sukses” telah begitu merasuk dalam kehidupan kita, sehingga kita dipacu untuk meraih kesuksesan. Orang yang tidak “sukses” akan dipandang rendah oleh masyarakat. Oleh karena itu tidak sedikit yang menghalalkan berbagai cara untuk meraih “kesuksesan”.
Begitu pentingkah sukses itu dalam hidup kita? Apakah jika orang-orang di sekitar kita menganggap kita sukses, kita akan merasa bahagia? Di sebuah Surat kabar terkemuka menulis artikel tentang Irianti Erningpraja yang tidak merasa bahagia meskipun telah sukses, baik sebagai atlet, penyanyi maupun pencipta lagu. Dari artikel tersebut dapat dikatakan bahwa sukses tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Sukses baru menjadi sempurna jika dilengkapi dengan kecerdasan spiritual.

Injil Matius mengingatkan kita, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” dan “Kumpulkanlah bagimu harta di Surga… karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Dapat dikatakan bahwa di samping mengumpulkan harta duniawi yang bersifat fana, hendaknya kita juga tidak lupa untuk memperhatikan sisi spiritualitas kita. Tanpa memperhatikan aspek spritiual, kita akan merasakan kehampaan, kekosongan jiwa meskipun sukses berada dalam genggaman.
Lantas apakah sukses tidak penting? Sukses sebagaimana yang digambarkan masyarakat pada umumnya adalah sukses dalam hal duniawi semata. Kesuksesan ini hanya memberikan kepuasan sesaat dan pada akhirnya hanya akan ditemui kehampaan, seperti yang dialami poleh Irianti Erningpraja di atas.

Menurut beberapa buku yang pernah saya baca, kesuksesan adalah keadan di mana kita merasa bahagia dengan apa yang telah, sedang dan akan dilakukan. Seorang Anthony de Mello mengatakan, “Anda harus menemukan pekerjaan yang Anda kerjakan demi pekerjaan itu sendiri”, bukan demi popularitas, gengsi, pujian, maupun agar dicintai orang lain. Ada perasaan yang berbeda antara bekerja demi tuntutan prestasi dengan bekerja yang sungguh-sungguh kita nikmati karena pekerjaan itu menghasilkan kepenuhan diri.
Tuhan telah memberikan kepada kita masing-masing talenta-talenta untuk dikembangkan. Salah satu cara untuk meraih sukses tanpa meninggalkan sisi spiritualitas adalah melalui talenta-talenta ini. Bagian lain dari Injil Matius kiranya semakin mendorong kita untuk lebih memperhatikan dimensi spiritual dalam hidup kita (Mat 6:33).



red_dexter
(Pelz_colin)
Referensi:
de Mello, Anthony, Dipanggil untuk Mencinta,
Deepak Copra ,The Seven Spiritual Law of Success

Tentang MMK

Di awali dengan sekelompok orang muda yang mempunyai keinginan untuk berkumpul bersama khususnya rekan-rekan seiman di lingkungan Paroki Katedral Ujung Pandang. Saat senggang, dilalui dengan berkumpul dan berbincang-bincang tentang masalah aktivitas orang muda di lingkungan interen gereja.

Hal ini mendorong Pastor Gilbert Keirsbilck, CICM yang menjabat sebagai Pastor Paroki Katedral, untuk berbuat sesuatu bersama orang muda dan bagi orang muda. Dalam semangat persaudaraan dalam iman kristiani, maka berkumpullah beberapa orang muda untuk bersama-sama memikirkan serta membentuk suatu wadah bagi penyaluran kegiatan, inspirasi, dan kreativitas.

Pada saat itu berkumpul 7 orang muda yang mulai berdiskusi mengenai wadah yang akan dibentuk. Setelah bertukar pikiran dengan Pastor Paroki, maka disimpulkan bentuk wadah yang dimulai dengan bukan merupakan suatu organisasi yang mempunyai perangkat lengkap, tetapi hanya berupa wadah persaudaraan dengan semangat iman kristiani yang bertujuan saling memperkaya dalam pengetahuan, komunikatif, dan bermasyrakat

Pada bulan Juni 1974, wadah ini resmi berdiri dengan nama Muda Mudi Katedral Ujung Pandang yang disingkat MMK. Sissanto terpilih sebagai ketua yang juga merupakan ketua pertama MMK.

Waktu ke waktu berlalu MMK mengarungi lautan kegiatan yang tentunya tidak lepas dari hempasan ombak yang setiap saat dapat menghalangi aktivitas yang sudah direncanakan. Setelah kurang lebih 3 tahun dan juga semakin bertambahnya jumlah anggota MMk, maka mulai MMK membenahi diri dengan melengkapi pengurus, tetapi masih belum dilengkapi perangkat pengurus yang lengkap.

Umumnya para ketua MMK membaktikan diri selama kurang lebih satu tahun sampai periode 1979. Hal ini disebabkan karena kesibukan dalam menyelesaikan kuliah yang dialami anggota pada umumnya. Keadaan ini membuka pemikiran perlunya dicari seorang ketua yang masih muda dan jauh dari tugas akhir sebagai mahasiswa. Pembenahan pun dilakukan atas saran Pastor Paroki, baik mengenai pengurus maupun aktivitas MMK. Anggota yang sangat diharapkan untuk aktif pada saat itu ialah mereka yang masih duduk di bangku SMA. Sejak saat itulah orientasi pembinaan MMK lebih difokuskan ke remaja usia SMA.

Pada tahun 1985, kegiatan MMK sudah lebih terarah karena pada saat itu dibentuk tim Pembina MMK yang anggotanya terdiri dari mantan ketua pengurus MMK dan rekan muda yang telah lama membaktikan diri bagi MMK. Pada saat ini pulalah kegiatan-kegiatan MMK tidak lagi memusatkan diri pada paroki sendiri tetapi sudah mulai bersama dengan muda-mudi Paroki lain mengadakan kegiatan bersama.

Waktu terus berlalu, susunan pengurus dan program kerja silih berganti seiring dengan kaderisasi anggota MMK. Didalam kehidupan MMK yang giat melaksanakan pembinaan kaum muda, tidak sedikit mengalami hambatan. Namun Semua hambatan bisa teratasi berkat bantuan Pastor Paroki beserta Dewan Pastoral, orang tua yang berjiwa muda, Penasihat dan Pembina MMK yang selalu siap dan sedia setiap saat, sehingga MMK bisa bertahan, tumbuh, dan berkembang hingga hari ini.

Cinta tak bersyarat

seorang pria dan kekasihnya menikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai. Beberapa bulan kemudian, sang istri berjata kepada suaminya, “saying, kau baru baca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia….” Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya memcatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
“Aku akan memulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulis nya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya. Ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…. “Maaf, apakah aku harus berhenti?”tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan ..jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membaca semua daftarnya. Lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”. Dengan suara perlahan suaminya berkaat “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu. Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kudapat kurang….” Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimnya apa adanya… ia menunduk dan menangis…
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersenut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Seperti kasih yang dibawa oleh Yesus Kristus ke dunia ini, oleh cintaNya kepada kita sehingga ia merelakan nyawaNya untuk keselamatan kita seperti yang ditulis dalam Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 5:8 “Akan Tetapi Allah menunjukan KasihNya kepada kita. Leh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. Dan tanpa mempedulikan kekurangan-kekurangan dan dosa-dosa kita, seperti sang suami yang menerima istrinya apa adanya, Yesus datang kepada kita memberikan cinta yang tanpa oamrih, dan bahkan rela untuk disalibkan guna menebus doasa-dosa kita.
Itu cinta yang sejati, cinta yang dapat menerima segala kekurangan dan kelamahan orang yang kita cintai. Cinta itu bukan sekedar ucapan melainkan tindakan untuk membahgiakan orang-orang yang kita cintai (semua Orang) dan tanpa mengharpkan balasan apa-apa. Cinta itu bukan nafsu, tapi murni adalah suatu anugerah dari sang Pencipta.
Beberapa dari yang lalu saya menerima sebuah sam, begini isi smsny: Kalau kamu suka pada seseorang karena dia mahir melakukan sesuatu, itu bukan cinta, tapi kagum…. Kalau kamu suka pada seseorang karena dia tampan/cantik, itu bukan cinta, tapi itu nafsu… kalau kamu suka pada seseorang karena dia kaya itu bukan cinta, tapi matre…. Kalau kamu suka seseorang karena dia orangnya baik, itu bukan cinta, tapi rasa terima kasih… Kalau kamu suka sama seseorang padahal kamu gak tau kenapa kamu bisa menyukainya, itu baru cinta yang sesungguhnya….
Saya sangat terkesan membaca sms tersebut, dan saya menarik kesimpulan bahwa sebenarnya cinta itu tak bersyarat. Saya percaya inta bukanlah hal yang terlarang, saya percaya setiap orang pasti memilikinya, dan saya percaya cinta itu suci. Maka marilah kita mencoba belajar mencintai seseorang bukan karena kelebihannya, tetapi dari kekurangannya.
Semoga cinta memenuhi dunia….
Peace on Earth
by: Fandy_lorinanto

PUTUS ASA......................

Apakah engkau sedang bersedih? Apakah jiwamu sedang merana? Ketika malam sunyi tiba dan kau terjaga dengan hati yang pedih, kau ingin menjerit dan ingin menangisi segala hal yang menimpamu. Tetapi sering suaramu hanya terpendam di dalam dada. Kau merasa kesepian, ditinggalkan, dibohongi, dikhianati atau dilanda ketidakberdayaan menghadapi hari esok yang kelam. Kau seorang diri dan tak mampu berbuat apa-apa. Kadang kau ingin mengutarakan perasaanmu kepada orang lain, tetapi tidak ada yang mau mendengarkan. Ya, kadang segala sesuatu yang kau ingin lakukan hanya seperti membentur dinding baja yang sangat keras lalu kaupun terkulai seakan-akan hidup mu kini sudah tak ada gunanya lagi untuk di jalani.

Tetapi janganlah takut. Kau bukanlah satu-satunya yang mengalami kekosongan dalam hidup ini. Ada banyak bahkan sebagian besar dari kita pernah mengalami hal tersebut. Hidup memanglah tidak semudah yang kita bayangkan. Tetapi karena itu pula hidup ini akan menjadi semakin bermakna. Karena di balik semuanya itulah kita akan menggunakan kekuatan iman kita untuk menghadapi apa yang tak pernah kita bayangkan. Oleh karena itu, jika kesulitan itu datang menimpamu, janganlah pernah berpikir untuk lari dari masalah itu. Sebab lari belum tentu akan menyelesaikan masalah dan mungkin akan membuat masalah itu makn runyam atau sulit. Mari kita meneladani apa yang telah dialami oleh Yesus. Sebab dukaNya adalah duka kita sendiri yang ditanggungNya, mulai dari taman Getsemani, sesudah perjamuan malam terakhirnya, Yesus mengalami deraan yang maha berat. Dan Dia menghadapiNya seorang diri. Pengkhianatan oleh Yudas. Ditinggalkan dan diingkari oleh murid-muridNya. KetakutanNya menghadapi derita dan maut hingga “peluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” merupakan suatu drama kemanusiaanNya. Dia ditangkap dan didera serta disiksa oleh para prajurit. Dia difitnah oleh kaum farisi dan orang Israel lainnya. Dia dijatuhi hukuman mati secara tidak adil oleh pemerintahan Romawi. Dan puncak dari segalanya adalah perasaan kesepian ditinggalkan oleh BapaNya sendiri. Saat tergantung di tiang salibNya yang dipenuhi dengan tetesan darahNya dari luka-luka di sekujur tubuhNya, Dia pun berkeluh: “Eli, Eli, Lama Sabachtani?”. “AllahKu, ya Allahku, mengapa Kau tinggalkan Aku?”. Tidak ada pertolongan. Tidak ada keajaiban. Toh Yesus tetap tabah dan berani menghadapi penderitaan itu. Sebab “bukanlah kehendakKu melainkan kehendakMulah yang terjadi” Akhirnya Diapun wafat setelah menyerahkan nyawaNya ke dalam tangan BapaNya. Maka pantaskah kita menyerah? Bukankah Tuhan sendiri telah memberi kita teladan untuk menghadapi segala cobaan hidup?

Janganlah engkau bersedih hingga terbenam dalam keputus-asaan. Hidup mungkin pahit. Hidup memang sering bermandikan duka. Bahkan kadang hidup memerlukan pengorbanan batin dan raga kita. Tetapi selalu ada cahaya di depan. Selalu ada harapan yang dibawa oleh Yesus sendiri. Tiga hari setelah kematianNya, Dia bangkit dengan kemenangan gilang gemilang. Paskah. Dan kita yang percaya kepadaNya pun akan bangkit bersamaNya. Kita, yang adalah sahabat-sahabatNya, takkan ditinggalkan seorang diri.

Jadi bila terjadi kegelapan dalam hidupmu, janganlah mengutuk tetapi nyalakanlah lilin. Bila kegelapan meliputi seluruh dunia ingatlah bahwa hanya dalam gelap kita akan menemukan bintang yang cemerlang. Dan bahkan, bila mendung sedemikian tebalnya menyelimuti dunia hingga banyak membuat orang menjadi takut dan berbuat salah, jadilah lilin. Terangilah dunia walau kau akan habis melumer. Sebab kita semua adalah terang dunia. Kita semua adalah anak-anak cahaya. Dan sinar kita akan menjadi pelita bagi orang-orang yang merangkak dalam gelap. Menyalalah dengan perbuatanmu agar engkau menjadi cahaya cinta kasih Tuhan sendiri. Kitalah Cahaya Kristus.
By:
Red_dexter

biodataku


Mario Paulus Pele Colin
Pelz, PELE, red_dexter
Calike, 13 September 1989

Pendidikan                               :SRK St. James Apin-Apin-Sabah(1-2),
 SD Kalike (3-4),
SD Frater Thamrin(5-6).
SLTP Frater Makassar 2001-2004
SMU Frater Makassar 2004-2007
Pekerjaan                                 :Sekretaris Gereja Katedral

Masuk MMK                           : 2004
Jabatan                                                : Koord. Sie. Sekretariat 2004-2006
                                                 Wakil Ketua Pantia Sinterklass 2006
                                                 Mentri Depertemen  Keagamaan MMK 2006-2007
                                                 Sekretaris MMK 2008
 Ketua Panitia Old n’ New 2008
                                                 Wakil Ketua MMK 2009
                                               
Pengalaman Organisasi lain    : Osis SLTP & SMU FRATER
                                                 PPA KATEDRAL 1999-
                                                 ANGGREK 2002-2004
                                                 TKKM
                                               

Paling disukai                          : Makan Martabak India(Plus saus karinya)
  Tampil Beda dari yang lain
  Nonton Film yang memberi inspirasi
  Nimbrung bareng teman-teman lama.
  Cerita Pengalaman,
Paling di Benci                         : Jamur (sejenisnya), membongkar segala macam yang berhubungan dengan saya tanpa seizing
Toko Idola                               : Bunda Maria,  Kharil Gibran, Mother Theresa, Socrates, Plato, Aristoteles, Kharil Anwar, Megawati, Romo Mangun, Gabriel Batistuta, Trio Malaikat Agung, S. Yohanes  Maria Vianney.