Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Senin, 30 Mei 2011

Pencetak Gol Pertama Piala Dunia Meninggal Di Hari Ulang Tahun


SEJARAH sepak bola Bert (4 November 1909-4 November 1974) tidak panjang, Berkarier sebagai pesepak bola profesional pada periode 1928 sampai 1936, Patenaude cuma berkesempatan tampil sebanyak empat kali membela timnas dan mencetak enam gol untuk AS. Dia pun meninggal dunia, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-65, yaitu 4 November 1974. Meski pendek tapi catatan Patenaude membekas begitu panjang.
Ceritanya begini, ketika dipanggil masuk Timnas AS di Piala Dunia perdana di Uruguay pada 1930, ia mencetak empat gol dalam tiga pertandingan, termasuk hat-trick ke gawang Paraguay. Gol kedua Patenaude memang ditanggapi berbeda oleh sejun lah kalangan. Ada yang menyebutnya gol bunuh diri atau dicetak oleh pemain AS lainnya, Thomas Florie.
Namun, pada 10 November 2006, FIFA mengakhiri kontroversi panjang itu dengan menegaskan Patenaude adalah pencetak hat-trick pertama dalam sejarah Piala Dunia. Keputusan FIFA 10 November 2006 lalu, itu berdasarkan penyempurnaan buku rekor yang akhirnya mengakhiri kontroversi, memberikan "penghargaan itu sebagaimana mestinya" kepada Patenaude.
Tiga gol yang dicctaknya dalam kemenangan AS 3-0 atas Paraguay, di Montevideo, Uruguay, pada 17 Juli 1930, dua hari sebelum pemain Argentina Guillermo Stabile membuat hat-trick, kata FIFA. Memang, sebelum adanya maklumat FIFA, Guillermo Stabile lah yang dianggap sebagai pencetak hat-trick pertama berkat gol-golnya pada 19 Juli 1930 ketika menang 3-0 atas Meksiko.
FIFA mengatakan, pengakuan hat-trick Patenaude berdasarkan bukti-bukti dari ahli sejarah dan pengggemar sepakbola, serta riset panjang dan konfirmasi dari Federasi Sepakbola AS. Dalam pcmbctulan lainnya, Oldrich Nejedly asal Cekoslowakia kini diakui mencetak semua ketiga gol bagi negaranya dalam kemenangan 3-1 atas Jerman pada semi-final Piala Dunia 1934 di Italia. Hingga kini dalam buku rekor dicantumkan Nejedly mencetak dua go seal.
Dengan total baru lima gol kini menjadikan Nejedly sebagai pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia 1934, diatas Edmund Conen (Jerman) dan Angelo Schiavio (Italia), masing-masing dengan empat gol.

Daftar 20 Striker Terbaik Sepanjang Masa di Liga Champion.

 
Liga Champions kerap memunculkan pemain bintang yang menarik perhatian. Selain Lionel Messi, ada 19 striker lainnya yang bersinar sejak era Liga Champions diperkenalkan pada 1992. Penampilan striker Barcelona Lionel Messi di Liga Champions musim ini benar-benar mencuri perhatian berbagai penikmat sepakbola. Ya, musim ini Messi menjadi pencetak gol tersubur sementara di kompetisi klub tertinggi di Benua Biru dengan torehan 11 gol.
Tapi. sesungguhnya Messi bukanlah satu-satunya pemain yang mencuri perhatian publik sehingga pantas diberi penghargaan sebagai pemain terbaik. Dalam sejarah Liga Champions UEFA yang kali pertama diperkenalkan pada tahun 1992, ada banyak sosok lain yang pernah mencuri perhatian publik.
Dilansir dari Bleachererreport.com, ada 20 striker yang dapat dikatakan sebagai striker terbaik Liga Champions. Berikut daftarnya:
1. Raul Gonzalez Blanco
Raul menjadi salah satu striker hebat dalam sejarah Spanyol. Sebelum hengkang ke Schalke 04, ia memiliki rekor 323 gol dalam 741 penampilannya kala membela El Merengeus. Sehingga layak jika ia dijuluki Pangeran Madrid. Mengenai prestasinya di kancah eropa, Raul telah mencetak 71 gol dalam penampilannya di kompetisi Liga Champions. 66 gol berasal dari 132 penampilannya bersama Real Madrid, dan 5 gol dari 12 penampilannya bersama Schalke. Prestasinya tersebut dilengkapi tiga medali juara Liga Champions berasama Real Madrid pada tahun 1998, 2000 dan 2002.
2. Ruud van Nistelrooy
Bersama PSV Eindhoven, Manchester United dan Real Madrid, Nistelroy berhasil membukukan 56 gol dalam 73 penampilannya. Sayangnya, meski produktif di Liga Champions, ia tidak pernah memenangkan Liga Champions.
3. Thierry Henry
50 gol dari 109 penampilannya di Liga Champions membuat Thierry Henry patut disematkan sebagai salah satu striker terbaik Liga Champions. Pemain asal Prancis ini mendapat medali Liga Champions pada 2009 bersama Barcelona, setelah sebelumnya menjadi finalis bersama Arsenal pada 2006.
4. Andrey Shevchenko
Pemain Ukraina berjuluk Predator ini telah melesakkan 48 gol dalam 100 penampilannya di Liga Champions bersama Chelsea, AC Milan dan Dynamo Kiev. Kala bersama AC Milan, ia berhasil merengkuh gelar juara Liga Champions di tahun 2003.
5. Filippo Inzaghi
Pemain yang kerap disapa Pippo ini merupakan legenda hidup AC Milan. Ia satu dari dua pemain yang mampu mencetak tiga kali hattrick dalam kompetisi Liga Champions. Selama berlaga di liga Champions, ia berhasil mengkoleksi 45 gol. 80 penampilannya di Liga Champions dilaluinya kala membela Parma, Juventus dan AC Milan. Bersama AC Milan, ia memenangi Liga Champions di tahun 2003 dan 2007.
6. Alessandro Del Piero
Pemain setia Juventus ini dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa I Bianconeri di Liga Champions dengan 41 gol dari 88 penampilannya. Semuanya diraih selama Del Piero berseragam Juventus. Tahun 1996, Del Piero menjadi bagian dari skuad “Nyonya Tua” kala mengangkat trofi Liga Champions usai mengalahkan Ajax.
7. Lionel Messi
Usianya masih muda, baru 23 tahun. Namun penyerang mungil asal Argentina ini telah berhasil melesakkan 36 gol dalam 56 penampilannya di kancah Eropa bersama Barcelona. Jumlah ini akan terus bertambah, karena permainan Messi yang kian gemilang. saat ini, Messi sudah memiliki dua medali Liga Champions bersama Barcelona di tahun 2006 dan 2009. Medali tersebut akan bertambah jika Barca mampu mengalahkan Manchester United di final Liga Champions musim ini.
8. Fernando Morientes
Striker Spanyol ini telah mencetak 33 gol dari 91 penampilannya di Liga Champions bersama Real Madrid, Monaco, Liverpool, Valencia dan Marseille. Karirnya lebih banyak dihabiskan bersama Real Madrid. Dan bersama Real Madrid, ia mampu memenangkan Liga Champions tiga kali, yaitu pada tahun 1998, 2000 dan 2002.
9. Didier Drogba
Penyerang asal Pantai gading ini telah mencetak 33 gol dalam 67 penampilan di Liga Champions kala membela Olympique Marseille Agen SBOBET dan Chelsea.
10. David Trezeguet
Striker plontos asal Prancis ini sepanjang karirnya telah mengkoleksi 30 gol dalam 58 penampilannya di Liga Champions. Puncak karirnya di kancah Eropa kala tim yang ia bela, Juventus melaju ke final pada tahun 2003. namun sayang Juventus takluk oleh lawannya, AC Milan, melalui adu penalti.
11. Patrick Kluivert
Kluivert merupakan bagian dari generasi emas Ajax Amsterdam ketika memenangkan Liga Champions pada tahun 1995. Kluivert mencetak 29 gol dalam 71 penampilannya bersama Ajax, Barcelona dan Newcastle United.
12. Roy Makaay
Penyerang asal Belanda ini telah melesakkan 29 gol dalam 61 penampilannya di Liga Champions. Gol-gol tersebut ia cetak kala membela Deportivo La Coruna dan klub raksasa Jerman, Bayern Munich. Meskipun tidak pernah mencapai final, ia dikenal sebagai striker yang memiliki 47,5 persen peluang mencetak gol setiap berlaga di kancah eropa.
13. Cristiano Ronaldo
Striker asal Portugal ini telah mencetak 28 gol dalam 70 penampilan di tiga klub berbeda. Sporting Lisbon, Manchester United dan Real Madrid. Ronaldo juga pernah merasakan mengangkat tropi Liga Champions di tahun 2008 bersama Manchester United.
14. Rivaldo
Pemain Brasil yang memiliki tendangan kidal maut ini telah mencetak 27 gol dalam 73 penampilan di Liga Champions. Sebagian Agen IBCBET besar golnya dicetak kala dirinya membela Barcelona dengan torehan  20 gol dari 54 penampilan.
15. Samuel Eto’o
Di usia 30, Samuel Eto’o telah berhasil menjadi pemain Afrika yang paling sukses dalam sejarah. Ia memegang banyak rekor juara La Liga. Keberhasilannya di liga domestik juga ditransfer ke sukses di panggung Eropa. Dia memiliki 27 gol dalam 69 penampilan karir bersama Real Madrid, Real Mallorca, Barcelona dan Inter Milan.
16. Mario Jardel
Penyerang Brasil lain yang prestasinya cukup mengkilat di Liga Champions adalah Mario Jardel. Jardel lebih sering membela klub di liga kurang terkenal seperti FC Porto, Galatasaray dan Sporting Lisbon. Tapi 25 gol yang berhasil ia cetak menempatkan dirinya sebagai 20 striker terbaik Liga Champions.
17. Hernan Crespo
Penyerang asal Argentina ini dikenal sebagai salah satu bomber paling produktif dalam sepakbola. Selama karirnya di dunia sepakbola, ia telah mencetak 300 gol. Prestasinya di tingkat Eropa pun cukup menakjubkan. Crespo telah mencetak 25 gol dari 64 penampilannya di Liga Champions. Gol-gol tersebut ia cetak saat membela 5 klub berbeda: Parma, Lazio, Inter Milan, Chelsea dan AC Milan.
18. Giovani Elber
Penyerang asal Brasil ini merupakan salah satu bomber tersubur yang pernah dimiliki Bayern Munich. Total 133 gol yang ia cetak dalam 260 pertandingan yang ia lakoni kala membela Bayern Munich. Sedangkan untuk Liga Champions, Elber telah mengkoleksi 24 gol. Puncak prestasi Elber adalah kala membawa Die Roten menjuarai Liga Champions di tahun 2001 dengan menumbangkan Valencia melalui adu penalti, 5-4.
19. Jari Litmanen
Litmanen merupakan bagian penting dari tim Ajax kala merengkuh gelar Liga Champions di tahun 1995. Di tahun tersebut, Litmanen mencetak 6 gol. Meski menghabiskan sebagian besar karirnya di Ajax Amsterdam, Litmanen juga pernah merasakan bermain di Barcelona dan liverpool. Total gol yang ia lesakkan dalam keikutseertaannya di Liga Champions berjumlah 23 ggol.
20. Zlatan Ibrahimovic
Penyerang asal Swedia ini telah mengoleksi 23 gol di ajang Liga Champions. Sepanjang karirnya, Ibra bermain untuk lima klub juara Liga Champions. Kelima klub tersebut adalah: Ajax Amsterdam, Juventus, Internazional Milan, Barcelona, AC Milan. Namun sayangnya, ia tidak pernah sekalipun mengangkat trofi Liga Champions.

Menurut Anda siapa yang lebih layak menerima pencetak gol sepanjang masa?

  1. Ronaldo Luiz Nazario de Lima, Brazil, 352 gol
  2. Romario de Souza Faria,Brazil, 341 gol
  3. Filippo Inzaghi , Italia, 288 gol
  4. Marco van Basten, Belanda, 277 gol
  5. Gabriel Batistuta, Argentina, 366 gol
  6. Pele, Brazil, 767 gol
  7. Alberto Spencer, Ekuador, 445 gol
  8. Gerd Mueller , Jerman, 572 gol
  9. Ruud van Nistelrooy, Belanda, 341 gol
  10. Ferenc Puskas, Hungaria, 617 gol
  11. Cristiano Ronaldo, Portugal, 190 gol
  12. Lionel Messi, Argentina, 167 gol
  13. Zico, Brazil, 476 gol
  14. Hugo Sanchez, Meksiko, 427 gol
  15. Eusebio, Portugal, 428 gol
  16. Jimmy Greaves, Inggris, 422 gol
  17. Uwe Seeler, Jerman, 404 gol.
  18. Johan Cruyff, Nederland, 368 gol
  19. Oleg Blokhin, Ukraina, 283 gol
  20. Alfredo Di Stefano, Argentina, 376 gol

Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia


Gerd Muller boleh meraih 14 gol dalam dua Piala Dunia. Begitu juga dengan Ronaldo yang mencetak 15 gol dalam empat Piala Dunia. Namun, sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya Just Fontaine yang mampu mencetak 13 gol hanya dalam satu kali Piala Dunia.

Just Fontaine, pemain sepak bola Prancis yang lahir di Marrakech, Maroko, berhasil menorehkan namanya dalam sejarah sepak bola sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk satu kali putaran Piala Dunia yang ia lakukan pada tahun 1958.

Fontaine memulai karier di Maroko pada tahun 1950 hingga 1953. Kemudian ia bermain bersama Nice dan Stade de Reims di Liga Prancis. Bersama Nice ia berhasil membukukan 44 gol dalam tiga musim, sedangkan di Stade de Reims ia berhasil mencetak 121 gol dalam enam musim.

Penampilannya di tim nasional Prancis memang telah memukau publik sejak debutnya. Menghadapi Luxemburg pada 17 Desember 1953, ia berhasil mencetak hattrick dan membawa Prancis menang telak 8-0. Dalam tujuh tahun ia berhasil mencetak 30 gol dalam 21 kali penampilan.

Penampilannya bersama tim nasional Pancis yang paling mengesankan adalah saat Piala Dunia 1958 yang diadakan di Swedia. Ia menghantarkan Prancis hingga babak semifinal dan membukukan 13 gol hanya dalam enam pertandingan, termasuk mencetak empat gol ke gawang Jerman Barat yang merupakan juara bertahan saat itu. Pada Piala Dunia tersebut Fontaine berhasil menyabet penghargaan Sepatu Emas untuk pencetak gol terbanyak. Hingga kini namanya masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu kali Piala Dunia.

Fontaine akhirnya pensiun dini pada 1962 karena mengalami cedera. Kemudian ia menangani tim nasional Prancis pada tahun 1967, tetapi digantikan hanya setelah dua pertandingan, yang keduanya merupakan pertandingan persahabatan di mana Les Bleus mengalami kekalahan.

Ia berhasil memperoleh beberapa penghargaan individual, antara lain masuk dalam 125 greatest living footballers pada tahun 2004 yang merupakan daftar pemain sepak bola terbaik pilihan legenda Brasil, Pele. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Prancis selama 50 tahun terakhir yang diberikan oleh Federasi Sepak bola Prancis (FFF) dan meraih UEFA Jubilee Award pada November 2003.

Daftar Pencetak gol terbanyak

12. Gabriel Batistuta

Ia menolak pindah ke klub lain meskipun Fiorentina degradasi ke Serie B Italia pada musim 1992/93. Namun pada tahun berikutnya, striker Argentina yang kerap disapa Batigol ini membawa klubnya kembali ke Serie A. Dari Newell’s Old Boys hingga gantung sepatu di Al Arabi, Batigol mengemaskan total 254 gol dari 441 kali main. Setelah 9 musim bersama Fiorentina, ia dijual ke AS Roma dan menjadi sumber inspirasi utama Giallorossi untuk meraih scudetto ke-3 dalam sejarahnya.

11. Thierry Henry


Kala membela Arsenal, Henry menjadi topskor Liga Primer Inggris sebanyak empat kali (2002, 2004, 2005 dan 2006) dan menjadi pemain tersubur The Gunners dengan 226 gol dari semua kompetisi. Ia juga meraih dua gelar penting bersama timnas Prancis, yakni Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

10. Roberto Baggio

Sayangnya, Baggio lebih diingat dengan kegagalannya mengeksekusi tendangan dari titik putih sehingga Italia kalah adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia 1994. Tapi, tanpa penampilan Baggio yang gemilang sepanjang turnamen itu, Azzurri tak mungkin mencapai final. Ia menjadi anak emas sepakbola Italia sejak bergabung dengan Fiorentina pada 1985, sebelum rekor transfernya ke Juventus menjelang Piala Dunia 1990. Dikenal dengan sebutan “The Divine Ponytail” karena rambut kuncir dan ketaatannya menjalankan agama Budha, Baggio meraih scudetto dua kali – bersama Juventus pada 1994/95, dan AC Milan pada musim berikutnya. Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada 1993.

9. Alessandro Del Piero

Juventus forever, per sempre, selamanya! Itulah si Pinturicchio yang sudah lima kali scudetto bersama Bianconeri dan menjadi ikon klubnya dengan 500 penampilan lebih. Sama halnya dengan Batigol, ia pun menolak keluar dari klubnya yang degradasi pada 2006 akibat kasus Calciopoli. Titel U-21 Eropa pada 1994 dan 1996 disandangnya, ditambah lagi gelar juara Piala Dunia 2006. Loyalitas adalah emas!

8. Marco van Basten

Torehan 218 gol dari 280 penampilan bersama Ajax dan AC Milan bukan prestasi yang mudah diraih. Ia juga mengoleksi hattrick gelar pada 1992 – Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, Pemain Terbaik Eropa, dan Pemain Terbaik Dunia. Marco van Basten menjadi pemain yang sukses mengikuti jejak Johan Cruyff, sekaligus memimpin Belanda juara Eropa untuk pertama kalinya pada 1988. Bersama AC Milan, ia meraih Piala Eropa pada 1989 dan 1990. Sayangnya, cedera pergelangan kaki memaksanya pensiun lebih dini. Meski demikian, Van Basten tetap berkiprah dalam dunia sepakbola. Ia melatih timnas Belanda pada 2004-08 dan kini mengasuh Ajax

7. Ronaldo (Ronaldo Luiz Nazario da Lima)

Sang fenomena sudah dua kali meraih hattrick gelar Pemain Terbaik FIFA, Eropa dan Dunia. Nama Ronaldo mulai bangkit ketika melesatkan 58 gol dalam 60 pertandingan di awal karirnya bersama Cruzeiro pada. Setelah dua musim yang gemilang bersama PSV Eindhoven, ia bergabung dengan Barcelona pada 1996 dan membukukan 34 gol dalam 37 laga untuk menjadi topskor. Bersama Inter Milan, Ronaldo ‘mengejek’ gaya pertahanan klub Italia lainnya. Alhasil, 25 gol dikemasnya, sekaligus membawa Inter juara Piala UEFA – semuanya dalam musim pertamanya. Ia juga meraih topskor pada dua musim pertamanya bersama Real Madrid. Duka kekalahan 3-0 dari Prancis pada final Piala Dunia 1998 terhapus, ketika Ronaldo membawa Brasil juara Piala Dunia berikutnya. Ia menjadi topskor dengan 8 gol, dan dua di antaranya dicetak di final melawan Jerman.

6. Bobby Charlton (Sir Robert Charlton)

Inilah salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang masa. Bobby Charlton meraih 106 caps dan 49 gol bersama timnas Inggris. Sebagai bagian dari “Busby Babes” yang selamat dari tragedi Munich 1958, Charlton sepuluh tahun kemudian membawa Manchester United menjadi klub pertama Inggris yang juara Piala Eropa. Charlton juga membantu tuan rumah Inggris meraih Piala Dunia 1966. Perlawanan Charlton kontra Eusebio di semifinal melawan Portugal dikenang sebagai pertandingan terbaik Inggris sepanjang masa.

5. Alfredo Di Stefano

Ketika membela Real Madrid, Di Stefano mengoleksi delapan titel Liga Spanyol dan memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa. Ia juga melesatkan gol dalam setiap pertandingan final. Kepemimpinannya di lapangan ditambah skill menakjubkan membuat Di Stefano menjadi faktor utama Real Madrid mendominasi Eropa pada akhir 1950-an. Namun, Di Stefano gagal di tingkat internasional. Ia pernah memperkuat timnas Argentina, Kolombia dan Spanyol, tapi tak satupun gelar Piala Dunia direbut. Ia selalu dikenang ketika menciptakan hattrick saat Real Madrid membantai Frankfurt 7-4 untuk mengangkat trofi Piala Eropa kelima kalinya beruntun.

4. Ferenc Puskas
Inilah striker yang kualitasnya akan sulit ditemui lagi di Hongaria. Bersama timnas, ia mencatat rekor 84 gol dari 85 caps. Tubuhnya pendek, dadanya rata, tapi kekuatannya terletak pada kaki kirinya yang mampu melepaskan tembakan secepat kilat. Setelah meraih medali emas Olimpiade 1952 sekaligus mengakhiri dominasi Inggris di Eropa, timnas Hongaria menjadi favorit juara Piala Dunia 1954. Tim berjuluk “Mighty Magyars” melesakkan 17 gol dalam babak grup sebelum menyingkirkan Brasil dan Uruguay. Meskipun cedera berat, Puskas memaksakan dirinya tampil di final, bahkan mencetak gol sebelum kalah secara menyakitkan oleh Jerman Barat.

3. Eusebio (Eusebio da Silva Ferreira)

Pemenang Sepatu Emas di Piala Dunia 1966 ini mencetak sembilan gol buat Portugal sebelum tersingkir di semi-final oleh tuan rumah Inggris, yang kemudian keluar sebagai juara. Eusebio menjadi pemain Afrika pertama (kelahiran Mozambique) sehingga dikenal sebagai “Pele versi Eropa” – dan hingga kini masih dinobatkan sebagai pemain terbaik Portugal sepanjang masa. Dari Benfica hingga Sporting Lisbon, nama Eusebio bersinar di usia 19, ketika mencetak hat-trick ke gawang Santos (yang kala itu diperkuat Pele) pada Turnamen Paris 1961. Eusebio menjadi topskor Liga Portugal tujuh kali dan meraih Pemain Terbaik Eropa pada 1965. Dua golnya ke gawang Real Madrid membantu Benfica meraih Piala Eropa untuk kedua kalinya pada 1962. Sayangnya, ia cedera lutut dan terpaksa gantung sepatu pada umur 32 tahun. Ia menorehkan 41 gol dari 64 caps internasional.

2. Johan Cruyff

Inilah master of total football. Kapten Cruyff memimpin Belanda di Piala Dunia 1974, dengan mencetak dua gol baik ke gawang Argentina maupun Brasil, sebelum dikalahkan Franz Beckenbauer dan Jerman Barat di partai puncak. Johan Cruyff merupakan nama paling terkenal dalam sejarah sepakbola Belanda. Ia menjadi pemeran utama dalam dominasi Ajax di kancah Eropa pada era 1970-an. Ia mendominasi Belanda dengan delapan titel domestik bersama Ajax ditambah satu lagi di Feyenoord. Tiga gelar Piala Eropa berturut-turut diraih pada 1970 hingga 1973 sebelum hijrah ke Barcelona. Ia pensiun menjelang Piala Dunia 1978, dan selanjutnya sukses melatih dua bekas klubnya.

1. Pele (Edson Arantes do Nascimento)


Pada usia 17 tahun, Pele (foto) memborong enam gol di Piala Dunia 1958, dan menjadi sumber inspirasi Brasil meraih titel pertamanya. Karirnya penuh dengan prestasi, di dalam maupun luar lapangan, dan saat ini menjadi duta besar sepakbola. Angka-angkanya: 470 gol dalam 412 penampilan bersama Santos, dan 77 gol dari 92 caps di timnas Brasil. Tiga kali juara Piala Dunia, sepuluh titel Campeonato Paulista, dua Copa Libertadores. Butuh penjelasan apa lagi?

Gabriel Omar Batistuta


Gabriel Omar Batistuta (lahir di Avellaneda, Santa Fé, Argentina, 1 Februari 1969; umur 42 tahun) atau orang biasa mengenalnya dengan nama Gabriel Batistuta adalah seorang pesepak bola Argentina yang banyak menghabiskan karier sepak bolanya di klub Fiorentina. Batistuta adalah salah satu striker yang sangat ditakuti lawan ketika bermain, selain tendangannya keras tidak jarang ia sering mencetak gol melalui kepalanya.

Sebagai penghormatan terhadap dirinya suporter Fiorentina membuatkan patung dirinya di depan Stadion Artemio Franchi di Firenze, Italia atas jasa-jasanya kepada klub.
Karier bersama tim nasional Argentina ditandai dengan tampilnya ia di tiga Piala Dunia tahun 1994 di Amerika Serikat, 1998 di Perancis, dan 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Bersama Argentina ia juga mencetak rekor sebagai striker yang paling sering mencetak gol untuk negaranya dengan mencetak 56 gol dalam 78 penampilan bersama Argentina.

Fransisco Totti Nyawa As Roma........

Tahun 1976. Roma, eternal city alias kota abadi, siap menyambut kelahiran sebuah bakat, keteguhan, dan kemanusiaan: Francesco Totti. Seorang anak yang akan menjadi putra favorit kota Roma, menjadi simbol sekaligus pahlawan.



“Sepakbola amat berarti bagiku. Bagiku sepakbola adalah kegembiraan, sepakbola adalah kehidupan”.


Kehidupan Francesco memang telah tergariskan. Sejak kanak-kanak, telah terarahkan kepada olahraga yang paling dikagumi dan dicintai di dunia, tidak lain tidak bukan: sepakbola.

Mitos sang gladiator bermula saat Enzo dan Fiorella (ayah-ibunya) mengajak putra keduanya yang baru berusia 10 bulan berlibur di pantai Adriatik. Tiba-tiba si bayi mencengkeram kuat-kuat bola saat ingin diambil kakaknya, Riccardo.

Sepakbola adalah teman pertama dan terbaiknya. Terdapat dua hal yang ada dalam mimpinya saat kecil: Real Madrid, sebuah simbol ketenaran dan hiburan dalam dunia sepakbola (fakta yang cukup mencengangkan, baru tau juga); Giuseppe Giannini, sang playmaker, kapten, dan pemain kunci AS Roma, yang juga dikenal sebagai “il principe” (sang pangeran) karena perilaku dan permainannya yang elegan.

Selama masa remajanya, Francesco mendedikasikan dirinya sepenuhnya, seluruh waktu dan harapannya, pada bola sepak. Jam demi jam bersama, Francesco dan bola sepak, pasangan yang tak terpisahkan, ditakdirkan untuk tidak saling mengkhianati (jadi teringat Captain Tsubasa nih, ternyata dalam dunia nyata memang terjadi). Ketekunan adalah kekuatannya: dengan waktu dan kesabaran, bunga telah siap mekar. Latihan menendang bola ke dinding tanpa henti, sesi mendribel bola tanpa batas, dan latihan mengoper dan menendang voli terus menerus: itulah yang membuat Francesco memiliki sensitivitas yang menakjubkan saat mengontrol bola, bisa dibilang, bola telah menjadi bagian tubuhnya sendiri.

Pergeseran dari bermain bola dengan teman-temannya, di taman dan di jalan, ke lapangan terasa nyaman dan natural, sebuah kemahiran seorang calon jagoan. Fortitudo, Smith Trastevere, dan Lodigiani: Francesco memberikan bakatnya yang brilian pada tiap tim yang diperkuatnya ini, setelahnya segera menjadi calon bintang dimata pelatih-pelatihnya.

“Aku sangat beruntung. Orang tuaku tidak pernah menekanku, mereka selalu mendukung dan membantuku”.

Ketenangan dari ayahnya yang kalem dan sabar, Enzo, menghilangkan ketegangan dari benak Fancesco, membuatnya semakin penuh berkomitmen dalam perjalanan karirnya. Intensitas dan energi dari ibunya, Fiorella, adalah penolong dalam karirnya yang tengah menanjak: ialah seorang yang memelihara keyakinan Francesco dan mendukungnya dengan banyak pengorbanan.

“Aku takkan pernah bisa membayar jasa-jasanya, Ibuku”.

Ayah dan ibunya, sumber kedamaian dan semangat: penempa yang paling penting baginya adalah keluarga.


Sosok yang akan menjadi legenda
Di usia lima tahun, bocah Totti meraih trofi pertamanya. Baru sembilan tahun hidup, nama Totti sudah menjadi buah bibir di Roma. Untuk itu, ibunya selalu menguntit Totti ke mana pun termasuk di Trigoria, markas latihan AS Roma. Si ibu cemas bila musim dingin tiba. Ia tak sungkan menelepon pelatih Totti untuk memastikan anaknya tidak kedinginan.

Ibunya setengah mati memproteksi Totti. AC Milan pernah didampratnya setelah menawari kontrak, sekolah gratis, dan rumah mewah. "Tak semeter pun Francesco keluar dari Roma! Camkanlah!" tutur Fiorella. Totti adalah anak mama, seperti seluruh anak lelaki Italia yang sampai kapan pun selalu dianggap bambino, anak mama.

"Aku bisa terus hidup selama mungkin tanpa makanan, tanpa air, tanpa udara" kata ibunya, "tetapi aku tak mampu bertahan barang semenit pun tanpa bambinoku" Tiada pria yang dikasihi sama besar oleh neneknya, ibunya, dan istrinya seperti Totti.


Kita jarang dapat memilih keputusan yang benar dari sebuah kesempatan dalam hidup. Takdir mendatangi Francesco dalam sebuah persimpangan: ia diinginkan oleh AS Roma dan SS Lazio. Pertentangan kedua klub abadi, dalam memperebutkan kejayaan sepakbola di kota Roma.

Apa yang terjadi tidak sesimpel kelihatannya, sebuah kombinasi hati, kekuatan, kejeniusan, keberuntungan, jiwa, dan warna...dua warna: merah pompei (merah campur oranye), merah yang berarti hasrat dan gairah, dan kuning keemasan, emas yang berarti keagungan dan kemuliaan. Francesco memilih bergabung dengan tim muda Roma. Malam itu, bulan pun seolah tersenyum di atas Colosseum. Saat itu, adalah awal dari sang legenda.

“Aku mendengar Roma memiliki seorang anak yang mengagumkan” ujar Giovanni Trappatoni, menyinggung Francesco Totti yang berusia 15 tahun.

Empat tahun berlalu dengan cepat, telah tiba saatnya untuk membuka halaman baru. Saat itu 18 Maret 1993, jelang akhir pertandingan Brescia-Roma. Roma tengah unggul 2-0 dan pelatih Vujadin Boskov memberikan debut Francesco di Serie A pada usia enam belas tahun, bermain di sisi idolanya, sang pangeran Giuseppe Giannini. Batas antara kenyataan dan mimpi masa kecil menyatu: bukti bahwa kita tidak boleh berhenti berharap akan mimpi-mimpi kita.

Tahun berikutnya, Roma dilatih oleh pelatih berpengalaman dan bersahaja, Carlo Mazzone. Semua pelatih besar, terutama yang memiliki pengalaman bermain di lapangan, yang menghargai kerja keras dan pengalaman, akan memahami potensi setiap pemain dan bahkan dapat memperkirakan masa depan pemain tersebut dari sekilas pandang. Mazzone, seorang asli Roma (Trastevere), melihat seorang juara di diri Francesco dan segera membawanya dalam asuhan dan pengamatannya. Mazzone bersabar dalam menggunakan Francesco, tidak memforsirnya dalam pertandingan, menghindarkannya dari tekanan yang berlebihan, menjaganya dari kehilangan kerendah hatian, melindunginya dari perhatian media, serta menyempurnakannya sebagai seorang gelandang serang, seorang fantasista yang brilian dan tidak bisa ditebak.

“Orang-orang, termasuk kritikus dan fans, hanya mengenalnya sebagai seorang pemain. Padahal karakter terbaiknya terlihat di luar lapangan, bukan di lapangan. Ia adalah seorang yang luar biasa: ia sederhana dan rendah hati, penolong dan menyenangkan, serta taat dan penurut” ucap Carlo Mazzone tentang Francesco Totti.

Terkait dengan kasus yang terjadi belakangan, mengenai tuduhan Mario Balotelli bahwa Francesco telah mengucapkan hinaan bernada rasis, Claudio Ranieri pun berkata “Siapapun yang menuduhnya sebagai seorang rasis benar-benar tidak mengenalnya. Setiap orang tua pasti menginginkannya sebagai seorang anak”.


Belanjut kembali ke cerita. Pada September 1994, di Stadion Olimpico yang dikenal sebagai kandang serigala, Francesco Totti di usia 18 mencetak gol pertama dan takkan terlupakannya di Serie A, dalam pertandingan Roma vs Foggia: melalui tembakan rebound akurat kaki kiri, sangat cepat dan mematikan seperti sayatan pedang. Roma segera dapat mengandalkan kualitas seorang penyerang kelas satu, sebagai alternatif striker Argentina Abel Balbo dan penyerang lincah Uruguay Daniel Fonseca. Di tengah kompetisi ini, Totti terus menambah penampilan dan golnya: pada masa kepelatihan Mazzone ia menjadi pemain inti yang tak tergantikan.

Nomor sepuluh dalam jiwa
Kreativitas, kepercayaan diri, kelihaian secara taktik, dan penyelesaian yang cepat: bunga itu akhirnya sepenuhnya merekah dan Francesco telah memiliki segala kemampuan untuk menjadi seorang gelandang serang modern. Di lapangan, ia naik-turun secara luwes dari lini tengah ke depan, berperan sebagai seorang finisher sekaligus pendukung striker, bebas seperti awan dan mematikan seperti elang.

Niels Liedholm berkata “orang tak segan akan membayar hanya untuk melihatnya bermain”.

Kekaguman, kepercayaan diri, dan harapan positif: masa kini dan masa depannya di dunia sepakbola teramat cerah. Namun demikian, mimpi bisa berubah seketika menjadi buruk tanpa peringatan. Tiada yang mengira di musim berikutnya sang juara akan mengalami masa yang dingin dan gelap.

Pada musim 1996/1997, Roma menunjuk pelatih Argentina Carlos Bianchi, pria dibalik kesuksesan klub di kota Buenos Aires, Velez Sarsfield. Namun demikian, sang pelatih baru datang ke Roma dengan prasangka akan kemalasan si pemain Roma: walaupun kemampuan Francesco telah diakui, melalui umpan-umpan akurat dan permainannya yang cemerlang. Mengejutkan, Bianchi hanya memperlakukannya sebagai pemain tengah biasa dan merasa dapat mengarungi musim tanpanya.

Roma selanjutnya harus menjalani bulan-bulan penuh kekalahan dan permainan tidak meyakinkan. Bianchi menekan klub untuk melego Francesco ke Sampdoria atau ke Ajax, untuk mendapatkan playmaker Finlandia Jari Litmanen. (Bianchi gila, bodoh, nyaris merubah sejarah).

(Semoga tidak ada lagi pelatih Roma yang menyia-nyiakan bakat-bakat muda potensialnya. Jadi teringat Simone Pepe, Gaetano d’Agostino, Daniele Galoppa, Alberto Aquilani, dll. Mungkin seandainya manajemen Roma lebih ngotot seperti mereka menahan Totti, mereka bisa jadi tumpuan andalan Roma di masa kini).

Kembali ke cerita. Kisah Francesco di Roma sepertinya benar-benar mendekati akhir, namun malam selalu lebih gelap sebelum fajar tiba. Dalam turnamen Citta di Roma yang prestisius, Roma bertanding melawan Ajax dan Francesco membuat Stadion Olimpico bergemuruh, dengan sebuah gol dan permainan yang brilian. Ia memenangkan pertarungannya dengan sang rival Litmanen.

Akhirnya, Carlos Bianchi memberikan Franco Sensi sebuah ultimatum: “pilih saya atau Totti?”. Sang pelatih Argentina berada di jalan buntu dan mengambil risiko, menyeret masa depan klub dan suporter bersamanya, berusaha menghilangkan pemain bintangnya yang hebat.

Meskipun begitu, Franco Sensi mencintai Roma sepenuh hatinya. Pada diri Francesco, ia melihat gambaran: ia akan menjadi masa depan Roma. Seperti banyak pemain hebat di masa lalu, Francesco akan mendapatkan nomor sepuluh, karena bakat dan jiwanya.

“Aku melihat seorang putra yang tak pernah kumiliki pada diri Francesco” ungkap Franco Sensi.

Setelah musim yang mengerikan itu, perpisahan dengan Carlos Bianchi tidak terelakkan. Hidup tersusun dari kebenaran yang tak dapat disangkal: sebagai atu-satunya pelatih yang tidak mempercayai kemampuan Francesco Totti adalah kesalahan terbesar dalam menangani Roma.

Pemimpin yang gigih
Kisah Zdenek Zeman di Roma dimulai pada musim panas 1997, bersamanya Roma memperoleh baik seorang pelatih sekaligus filosof. Nama Zeman identik dengan sepakbola yang cepat dan ofensif, permainan terbuka dan berani serta tidak dapat ditebak: sebuah hiburan bagi mata yang melihatnya.

Sesi latihan Zeman merupakan yang terberat pernah dihadapi Francesco, tapi ia tidak pernah menyerah dan pengorbanannya terbayar. Tahun-tahun bersama Zeman menjadi masa sang fantasista memperoleh kematangannya. Melalui latihan persiapan dari pelatih asal Republik Ceko ini, membuat Francesco berlari lebih cepat dan membuatnya lebih kuat secara fisik: kini ia benar-benar menjadi luar biasa.

Roma mendapat pakemnya, suporterpun menyukainya, pertandingan semakin memikat dan Francesco amat pas berada dalam skema penyerangan: formasi 4-3-3 yang mematikan, formasi yang disusun untuk memudahkan penyerangan dari segala penjuru lapangan dan memberikan tiga striker peluang tanpa henti. Zeman menaruhnya di sayap kiri, dengan kebebasan untuk menyeruak ke depan, ke pertahanan lawan: menjadikannya pemain kunci dari skema utama Roma.

Zdenek Zeman bertanya: “Siapakah lima pemain top Italia?”. Diam. Hening. Kemudian: “Totti, Totti, Totti, Totti, Totti”.

Francesco mencetak tiga belas gol pada musim tersebut, diantaranya terdapat ciamik seperti tembakan ship ke gawang Buffon (Parma), gol cungkil pertamanya. Selain itu, Francesco juga menciptakan banyak assist brilian untuk rekan-rekannya di lini depan seperti Marco Delvecchio, Abel Balbo, dan Paulo Sergio. Karena kreativitasnya, ketiganya mampu mencetak gol secara rutin.

Hanya pria yang hebat yang mampu melakukan sesuatu yang fenomenal dan membuatnya terlihat mudah. Pada Oktober 1998: Francesco baru berusia 22 tahun saat mendapat ban kapten, sebuah penghargaan dari rekan setimnya dan para suporter.

“Un capitano, c’e solo un capitano, un capitano”, “Satu kapten, hanya ada satu kapten, satu kapten”. Begitulah salah satu lagu yang dinyanyikan di Curva Sud, khusus didedikasikan untuk Francesco Totti.

Bagi setiap orang, Francesco dikenal sebagai bimbo de oro (golden boy/anak emas), seperti Diego Armando Maradona (pibe de oro).

Menyingsing millenium
Francesco telah memasuki tim nasional junior Italia sejak dini, sebagai aktor utama. Italia dibawanya menjadi runner up Piala Eropa U-18 1995, juara Piala Eropa U-21 1996, dan juara dalam Turnamen Mediterania 1997 dengan tim U-23. Sang fantasista selalu mencetak gol dalam ketiga parta final, membuktikannya sebagai pemain yang amat menentukan.

Debutnya di tim nasional senior terjadi pada Oktober 1998. Piala Dunia Prancis 1998 yang menjemukan baru berakhir, dan Francesco menjalani penampilan pertamanya bersama Italia saat melawan Swiss dalam kualifikasi Piala Eropa. Setelah gol perdananya saat melawan Portugal, ia telah menjadi pemain yang rutin dipanggil oleh pelatih Dino Zoff.

Piala Eropa 2000 tiba dan Francesco menjawab tantangan selayaknya seorang juara. Italia melaju dalam kompetisi ini dan menenggelamkan satu persatu lawannya. Francesco menghibur khalayak dengan gerakan-gerakannya serta golnya yang menentukan: sebuah sundulan saat menghadapi Belgia dan tembakan mematikan saat melawan Rumania di perempat final.

Tantangan terbesar dihadapi Italia saat ditantang Belanda di semifinal. Seorang pemain Italian telah dikartu merah sejak awal, dan pertandingan mutlak dikuasai oleh tuan rumah. Italia bertahan dengan heroik hingga babak adu penalti, babak yang selalu membawa kesialan bagi Italian selama dasawarsa terakhir.

“Aku akan mencoba tendangan cungkil”, bisik Francesco pada rekan setimnya saat gilirannya tiba. Van der Sar yang menjulang tinggi berada diantara mistar gawang Belanda, dan suporter Belanda berada tepat di belakang gawang, membuat tensi meninggi: membayangkan tendangan chip saat penalti seperti sebuah kemustahilan. Atau sebuah kejeniusan? Francesco adalah seorang yang selalu memegang janjinya dan selalu berusaha memenuhinya: sebuah sepakan chip yang lembut, sang kiper telah tertipu dan bola dengan mulus masuk ke jala. Sebuah gol yang patut dikenang.

Setelah mengalahkan tim oranye dan kutukan penalti, Italia menghadapi Prancis. Francesco menghidupkan partai final, membuktikan tiada pemain lain di lapangan yang sanggup menandinginya: ia mengelabui bek Prancis dengan back heel dan memulai aksi yang membuat Italia unggul di awal. Setelah itu, bermunculanlah umpan dan assist darinya yang sayangnya banyak disia-siakan rekan setimnya di lini depan. Sayangnya, kemudian Prancis berhasil membalik situasi dan mencetak golden goal.

Sang kartu as Roma terpilih menjadi pemain terbaik dalam turnamen. Tendangan cungkil dari titik penalti dan skillnya yang luar biasa mempesona Eropa dan dunia: pengakuan internasionalnya yang pertama.

Untuk kejayaan Roma
“Roma non si discute. Roma si ama”, “Roma tidak untuk dipertanyakan. Roma itu untuk dicintai”. Begitulah salah satu lagu para romanista.

Musim panas tahun 2000, telah tiba saatnya. Gairah, kegembiraan, keterkejutan, kenangan dalam jiwa setiap romanista. Kemenangan. Franco Sensi telah mengubah hasrat dan keinginan menjadi hasil karya yang luar biasa: dalam beberapa minggu di musim panas saat itu berdatanganlah sekumpulan gladiator baru di Roma, bergabung dengan sang kapten menciptakan pasukan tak terkalahkan.

Pelatih “Don” Fabio Capello, terpilih pada tahun 1999, seorang pelatih yang mampu menginspirasi mental pemenang para pemain, sekarang dapat berharap pada timnya yang luar biasa: bek sayap luar biasa, Candela dan Cafu, “the wall” Samuel, “puma” Emerson, “shogun of the east” Nakata, pemain lincah “top gun” Montella, “lion king” Batistuta, dan beberapa pemain lain. Francesco tidak lagi menjadi bintang tunggal di Roma.

Musim itu berjalan dengan fantastis. Francesco berperan dimana-mana: memberikan umpan kepada rekan-rekannya, membangun semangat, dan mencetak gol, seperti sebuah gol luar biasa saat melawan Udinese, tendangan voli kaki kiri yang teramat keras...seperti meteor, menghasilkan standing ovation dari suporter kedua kubu.

Hanya Juventus yang menjadi satu-satunya rival musim itu. Bianconeri berusaha hingga musim berakhir, namun giallorossi tidak menyerah sampai titik darah penghabisan.

Kemenangan terbaik, yang paling mengesankan, tentu saja yang diraih pada pekan terakhir. Pada 17 Juni 2001, kemenangan dalam pertandingan terakhir melawan Parma di Stadion Olimpico berbuah gelar juara.

“Wahai suporter Roma, kali ini adalah 90 menit terpenting dalam sejarah kita, 90 menit yang telah kita tunggu-tunggu selama 18 tahun. Hari ini semua bergantung pada kita sendiri. Romanista...bersoraklah dan biarkan suaramu terdengar...” seru Carlo Zampa.

Tak pernah tanpamu
Kekuatan seorang atlit akan semakin kuat bila ada seorang yang harus dicintai, dilindungi, dan diperjuangkan. Begitupun Francesco, pada akhirnya ia mendapatkan permata yang paling berharga, cinta Ilary.

Selain sebagai gadis panggung yang cantik, Ilary Blasi adalah seorang wanita yang sederhana dan baik hati. Keriaannya telah menaklukkan sang juara, pria yang selalu mewakili kesederhanaan dan kemanusiaan. Pada 18 Juni 2005, mimpi mereka berdua terwujud: dunia turut bergembira dalam sebuah pernikahan yang sempurna, sementara pendapatan/keuntungan (angpao) yang didapat dari prosesi pernikahan itu seluruhnya disumbangkan untuk amal.

Kebaikan hati sang kapten terlihat pula pada 2003, Francesco menjadi duta besar UNICEF dan selalu berada di garis depan untuk melindungi hak-hak anak. Ia memang selalu berkeinginan menjadi pelindung orang-orang kecil dan tak berdaya.

“Totti telah dikenal di penjuru dunia, namun ia tetap bersahaja, jujur dan tidak terlalu serius. Ia memiliki hati emas dan mencintai anak-anak” tutur Carol Bellamy, mantan Direktur Jenderal UNICEF.

Pada Februari 2005, tentara pemberontak di Irak menculik wartawati Giuliana Sgrena sehingga menggegerkan negeri. Tiba-tiba tanpa ada yang mengetahui rencananya, Totti bertindak. Di sekujur lapangan Stadion Olimpico, ia berlari dengan memakai kaus bertuliskan "Bebaskan Giuliana".

Selang beberapa hari, Sgrena dibebaskan. Lalu Dunia memberitakannya tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Seperti pengakuan Sgrena, salah satu penculik itu ternyata melihat tingkah Totti saat menonton pertandingan Serie A. "Orang itu adalah pemuja Totti dan hatinya jadi trenyuh menyaksikan dedikasi Totti untuk seorang wanita," ucapnya.

Totti merupakan campuran kelembutan dan eksibionis, homophilia dan machoisme. Sebagian besar wanita banyak memburu majalah resmi AS Roma, Il Romanista, sebagai teman tidur. Yang mereka harapkan jelas: seluruh artikel dan foto-foto Hotti Totti, si simbol seks Italia.

Totti disenangi segala kalangan. Di Roma, ia disegani baik romanista maupun laziale. Di Tokyo ada banyak grup penggemar Totti. Di Ankara berdiri sebuah website Totti. Totti pula, bukan David Beckham, yang diidolakan penyanyi Inggris kelahiran Manchester, Robbie William.

Francesco selalu mengharapkan seorang anak berambut pirang disisinya, dan takdir membuatnya nyata: putranya, Cristian, lahir di musim gugur 2005, dan satu setengah tahun kemudian Chanel yang manis pun lahir di musim semi. Keduanya memiliki rambut pirang dan mata biru.

“Kelebihan utama Ilary yaitu ia seorang ibu yang luar biasa dan mimpiku adalah tetap bersamanya sepanjang hidupku”.

Perasaan yang jernih adalah landasan Francesco. Pada kenyataannya, ia selalu menginginkan orang yang jujur dan bisa dipercaya di sisinya: kakaknya Riccardo, sebagai agen dan penasihat hukumnya, serta Vito, pelatih pribadi sekaligus teman terdekatnya.

Loyalitas adalah benang yang mengikat antara sang kapten dengan Roma. Klub dengan pencapaian fantastis seperti Real Madrid dan AC Milan telah lama mengincarnya dan siap memberikan penawaran monumental.

Beberapa hal tidak dapat dinilai dengan uang, termasuk kehormatan dan kesetiaan. Karena cinta, Francesco memilih kesetiaan dan dedikasi, kepada klub, kota, dan orang-orang yang memandangnya sebaga simbol dan pahlawan: Roma.

“Aku lahir dan tumbuh di Roma, dan aku akan mati di Roma pula”.

Pria sejati kota Roma
Italia selalu terpecah belah setiap pekan manakala Serie A digelar. Utara vs selatan berarti kapitalis kontra sosialis, fasis lawan nasionalis atau kaya dan miskin. Konon, itulah yang membuat kemakmuran Italia bukan datang dari semangat inovasi, tetapi oleh kesabaran.

Di utara, pria yang terlihat tampan diidentikkan dengan kelemahan intelegensia. Di selatan, lelaki dengan setelan keren dan perlente justru kebalikannya. Dan, Totti adalah selatan. Ia berusaha agar tak berkeringat di lapangan. Apalagi menginjak rumput sembarangan atau berteriak-teriak, tetapi selalu grogi di depan kamera televisi.

Totti, kata filsuf olahraga kenamaan Mario Sconcerti dalam karya La Differenza di Totti, adalah fantastita Italia paling sempurna di dalam dan di luar lapangan. "Pikirannya sederhana karena jarangnya dia membaca atau datang ke perpustakaan. Tetapi, semuanya itu akan berubah jika dia berada di lapangan."

Totti adalah Roma. Sudah 17 tahun ia membelanya dan saling mencintai. Tak sekalipun ia punya pikiran pergi keluar Italia seperti halnya kebanyakan pemain Italia. Mereka tak mau kehilangan masakan ibunya, tak mau kehilangan belaian istrinya, kekasihnya. Maka dari itu, mayoritas dari mereka tak pernah mau belajar bahasa asing.

Lebih-lebih, ia tak mau kehilangan atmosfer Olimpico. Di sana, kaum Romanista selalu menyambut gladiatornya lewat orkestra dan prosesi mengagumkan, "Inilah dia, kapten kecintaan kita, sang kaisar Roma, Francesco... Totttiiii!" Dia adalah pria yang narcis, takut terlihat buruk sebab Totti selalu mendambakan bellezza, keindahan, di mana pun.

Tendangan yang menaklukkan dunia
“Totti adalah seorang juara yang luar biasa, yang saya hormati karena kesetiaannya pada klubnya. Bagi beberapa orang, di Roma, ia bahkan lebih penting dibandingkan sang Paus” ujar Thierry Henry.

Pada tahun 2005, Roma mulai mempertontonkan permainan yang mengagumkan dan menggoda tiap penonton sepakbola, lincah dan tajam. Revolusi ini dibawa oleh Luciano Spalletti, yang ditunjuk Roma setelah pengalaman positifnya di Udinese.

Cukup mengheranan, sang pelatih menaruh Francesco sebagai seorang striker, didukung oleh tiga gelandang dinamis yang mengerti bagaimana menembak dan menembus pertahanan lawan. Hasilnya cukup mencengangkan: sang kapten menjadi ujung tombak andalan, setiap saat dapat memilih untuk menembak langsung ke gawang dengan akurasi yang impresif atau dengan cepat mengumpan kepada rekannya dengan sedikit sentuhan. Di lapangan, Francesco bermain dengan kecepatan tinggi, membuat Roma bermain laksana kilat.

Bagi Roma, saat itu adalah awal era supremasi/keunggulan dan hiburan. Sejak bulan Desember, Roma mencatat sebelas kemenangan beruntun: sesuatu yang belum pernah dicapai klub lain di Italia sebelumnya. Pemain muda yang matang, Daniele De Rossi sekarang berada di sisi Francesco: sebagai seorang teman, gelandang, dan pria asli Roma. Dengan mencontoh Francesco, Daniele pun menjadi pilar penting tim.

Musim berikutnya menjadi persaingan antara Inter dan Roma. Giallorossi mampu bertahan dalam menghadapi kekuatan ekonomi Nerazzuri, dan memainkan sepakbola terindah di Eropa, merebut dua kali Coppa Italia dan sebuah Supercoppa: tiada yang lebih memuaskan daripada mengalahkan klub yang kuat dan besar.

Pada Oktober 2005, Francesco mencetak gol terbaik dalam karirnya kala pertandingan melawan Inter. Membawa bola dari daerah lapangan sendiri, mendribel bola melewati lawan demi lawan. Gawang masih jauh, namun setelah memandang sekilas kiper lawan (Julio Cesar) maju beberapa langkah dari garis gawang, Francesco secara luar biasa melakukan tendangan chip jarak jauh, sempurna dan mematikan. Suporter Inter di San Siro turut memberi aplaus, kagum akan sebuah pertunjukan sepakbola yang indah.

“Totti adalah yang terbaik dari mereka” kata Massimo Moratti.

Di singgasana dunia
Sekilas tatapan. Dari titik penalti, mata biru sang nomor sepuluh memandang ke depan: pengendalian diri dan keteguhan pendirian.

Bagi tim nasional Italia, perdelapan final di Piala Dunia melawan Australia yang ditukangi oleh ahli strateginya, Hiddink, adalah pertandingan yang teramat berat. Disamping itu, Italia telah bermain dengan sepuluh orang sepanjang pertandingan dan tim mengalami kelelahan. Apabila terjadi perpanjangan waktu akan fatal dan adu penalti tidak dapat diprediksi. Pertandingan ini harus diakhiri secepatnya.

Hanya seorang yang menerima tantangan mengambil penalti, seorang yang tidak pernah bersembunyi: Francesco Totti. Seluruh dunia menyaksikan dan Italia berdoa, waktu seolah berhenti.

Francesco bergerak: bukan tendangan biasa, melainkan tendangan geledek yang akurat laksana lesatan anak panah dan kuat seperti pukulan palu. Tiada yang bisa dilakukan sang kiper, tiada seorangpun bisa. Dalam momen keputusasaan, ketika pintu menuju partai puncak nyaris tertutup, kaki kanannya menjadi kunci.

Pada awalnya dimulai dengan sebuah mimpi buruk. Hanya tiga bulan sebelum Piala Dunia: dalam pertandingan menghadapi Empoli, sang kapten ditekel secara brutal dari belakang, membuatnya jatuh dan engkelnya cedera. Sebuah cedera yang mampu mengakhiri karir seorang pemain.

Semuanya seolah akan berakhir. Namun, dalam momen terberat dalam hidupnya, Francesco menunjukkan kekuatan sebenarnya. Ketabahan Francesco muncul: ia memiliki keinginan sekuat baja. Sebuah keajaiban, tiada yang pernah sembuh begitu cepat sebelumnya. “Aku akan pergi ke Jerman” katanya sambil tersenyum.

Marcello Lippi, pelatih tim nasional, tidak pernah berhenti menunggunya, ia menyadari bahwa Francesco memiliki bakat terbesar di Italia dan dia mengandalkannya dalam Piala Dunia. Italia melewati semua rintangan, termasuk tuan rumah Jerman, dan meraih tiket ke final.

Pada hari penentuan, pasukan Azzurri yang gagah berani menghadapi rival mereka, Prancis, yang memunculkan banyak kenangan menyedihkan. Untuk pertama kalinya, Domenech memerintahkan penjagaan ganda bagi Francesco, Thuram dan Makelele.

Tiada penjagaan mampu menahan takdir. Malam itu, tiada yang bisa menyelamatkan Prancis dan langit Berlin berubah menjadi biru azzurri.

Kejatuhan dan kebangkitan, kepalan tangan dan ketahanan akan rasa sakit, penalti yang gagah berani dan empat assist yang canggih: Francesco akhirnya dapat meraih titel Piala Dunia.

Keajaiban yang tak lekang waktu

“Aku tidak iri pada siapapun, aku memiliki semuanya: pekerjaan terbaik di dunia dan keluarga yang utuh”.

Sadar akan keberuntungannya, kejujurannya tidak berubah, kehangatan senyumnya, cinta kepada kekasihnya, ikatan erat dengan keluarganya: inilah hati seorang Francesco Totti.

“Aku mencintai anak-anak, seperti keponakanku Giulia yang berlari kepadaku dan mencium paman Francesco, bukan Totti”.

Pengalaman hidup telah membuat Francesco lebih kuat. Dengannya Roma telah berhasil meraih kemenangan-kemenangan bersejarah di Liga Champions, seperti melawan Olympique Lyon dan Real Madrid.

Tiada pemain lain yang mampu menyaingi kontinuitasnya, seorang atlit yang mampu bermain di level atas bertahun-tahun. Si nomor sepuluh dari Roma telah memperoleh banyak gelar pribadi, diantaranya:

* Pemain muda terbaik Serie A 1999
* Pemain terbaik Serie A 2000 & 2003
* Pemain terbaik Italia 2000, 2001, 2003, 2004, & 2007
* FIFA 100 great players
* Top skor Serie A 2007
* Sepatu emas Eropa 2007
* Bola perak (penghargaan fair play) 2007-08
* Pencetak gol terbanyak Roma sepanjang sejarah
* Penampilan terbanyak Roma sepanjang sejarah
* Pencetak gol terbanyak Serie A yang masih aktif


Francesco selalu menjadi pemain yang menentukan. Kita tidak bisa lupa akan tiga kali gol dari tendangan bebeas saat melawan Milan di Coppa Italia, tendangan kilat saat menjebol gawang Sampdoria. Tendangan geledek, chip, sundulan, penalti yang membuat kiper lawan mati langkah: sebuah daftar yang tidak berakhir.

Pada tahun 2007, sang kapten menjadi top skor Serie A, bahkan merengkuh sepatu emas, penghargaan bagi pencetak gol terbanyak Eropa. Walaupun terlahir sebagai gelandang serang, Francesco berhasil mengalahkan striker-striker yang ditakuti di Eropa, seperti Ruud van Nistelrooy. Semua di belakangnya, tanpa kecuali.

“Francesco Totti adalah pemain terbaik di dunia” ucap Pele.
Penghargaan terbaru
Kapten Roma Francesco Totti menyatakan akan mengabdi sepenuhnya kepada AS Roma setelah mendapatkan penghargaan khusus dari Komite Olimpik Italia (CONI) karena menghabiskan seluruh karirnya di klub kota kelahirannya itu. Ia menyatakan sangat mencintai Roma lebih dari apapun di dunia.

Totti telah membela Roma sejak awal kariernya pada tahun 1992. Selama hampir 18 tahun di Roma, ia telah 441 kali membela Giallorossi dan mencetak 192 gol bagi klub ibukota tersebut.

"Saya ingin berterima kasih pada CONI atas penghargaan yang mereka berikan kepada saya," tulis pemain berusia 33 tahun di website resminya. "Saya melihat motivasi mereka untuk memberi penghargaan ini sangat berarti, yaitu untuk mengikat seluruh karir saya di kota Roma," menurut Pangeran dari Roma itu.


Totti merasa penghargaan itu adalah sebuah bukti dari penngabdian dan kesetiaannya kepada Roma yang kemudian membentuk karakter Totti serupa dengan Roma. Bisa dikatakan Totti adalah Roma dan Roma adalah Totti, dua hal yang mungkin tidak akan pernah bisa dipisahkan. "Ini adalah bentuk dari rasa memiliki yang memberi saya karakter selama bertahun-tahun dan satu-satunya yang memberi saya kekuatan. Semua yang saya cintai di dunia, ada di sini," ungkap Er Pupone.

Semoga Francesco bukan menjadi gladiator terakhir Roma, dan Roma mampu menelurkan juara-juara lain yang mampu membawa kejayaan Roma di Italia, Eropa, bahkan Dunia.

Simpati Inter untuk Duka Zanetti


Milan - Kegembiraan Javier Zanetti usai mengangkat trofi Coppa Italia tak berlangsung lama. Sebab Il Capitano Inter Milan itu kini sedang berduka setelah ibundanya tutup usia.

Seperti dilansir dar i situs resmi, meninggalnya ibunda Zanetti, Violeta Bonazzola, cukup mengejutkan karena tak sampai sehari setelah kemenangan 3-1 Inter atas Palermo di final Coppa Italia, Senin (30/5/2011) dinihari WIB.

Maka usai mendengar kabar duka itu, segenap elemen Inter, mulai dari presiden Massimo Moratti, Leonardo, para pemain, staff Nerazzurri mengucapkan rasa belasungkawanya yang mendalam kepada Zanetti, ayahnya dan seluruh keluarganya.

Ucapan belasungkawanya itu disampaikan langsung di halaman utama situs resmi La Benemata, Selasa (31/5) dinihari WIB.

Sergio Aguero Buka Pintu Buat AS Roma

Ketika Juventus bersiap mengumpulkan dana 45 juta yang diminta Atletico Madrid, pihak Sergio Aguero malah membuka pintu penawaran bagi klub pesaing, AS Roma.

Aguero sudah menyatakan siap meninggalkan Vicente Calderon dan sikap itu diseriusi Juventus yang ingin merombak skuadnya musim depan. Namun, ternyata upaya mendapatkan sang pemain tidak semudah kelihatannya.

"Saat ini kami belum bisa memastikan tujuan karier Aguero," ujar agen Bruno Satin kepada Lasignoraingiallorosso.

"Kami tahu Roma baru saja berganti kepemilikan dan direksi mereka sangat ambisisus sehingga bisa saja mereka menginginkan Aguero dengan mengajukan penawaran menarik."

"Saat ini belum ada kontak dengan direktur Walter Sabatini. Saya sering membahas tentang pemain saya dengan Sabatini, tapi bisa dipastikan Momo Sissoko atau Julien Escude bukan sasaran Roma."

Menarik dinanti reaksi Juventus terhadap ucapan Satin ini.

Daftar Juara Coppa Italia

Inter Milan meraih titel ketujuh mereka di ajang Coppa Italia dinihari tadi, setelah menang 3-1 atas Palermo di Olimpico.

Inter Milan juga berhasil mempertahankan gelar juara yang mereka raih musim lalu itu.

Koleksi gelar Inter Milan kini menjadi tujuh di turnamen mini antarklub di Italia itu. Inter Milan kini mulai mendekati perolehan gelar Juventus dan AS Roma yang sudah mengantungi sembilan trofi juara.

Inilah Daftar Juara Coppa Italia:
1922 FC Vado
1926-27 -
1935-36 Torino FC
1936-37 Génova FC
1937-38 Juventus FC
1938-39 Inter
1939-40 Fiorentina
1940-41 Venezia
1941-42 Juventus FC
1942-43 Torino FC
1958 Lazio
1958-59 Juventus FC
1959-60 Juventus FC
1960-61 Fiorentina
1961-62 Napoli
1962-63 Atalanta BC
1963-64 AS Roma
1964-65 Juventus FC
1965-66 Fiorentina
1966-67 AC Milan
1967-68 Torino FC
1968-69 AS Roma
1969-70 Bolonia FC
1970-71 Torino FC
1971-72 AC Milan
1972-73 AC Milan
1973-74 Bolonia FC
1974-75 Fiorentina
1975-76 Napoli
1976-77 AC Milan
1977-78 Inter
1978-79 Juventus FC
1979-80 AS Roma
1980-81 AS Roma
1981-82 Inter
1982-83 Juventus FC
1983-84 AS Roma
1984-85 Sampdoria
1985-86 AS Roma
1986-87 Napoli
1987-88 Sampdoria
1988-89 Sampdoria
1989-90 Juventus FC
1990-91 AS Roma
1991-92 Parma FC
1992-93 Torino FC
1993-94 Sampdoria
1994-95 Juventus FC
1995-96 Fiorentina
1996-97 Vicenza
1997-98 Lazio
1998-99 Parma FC
1999-00 Lazio
2000-01 Fiorentina
2001-02 Parma FC
2002-03 AC Milan
2003-04 Lazio
2004-05 Inter
2005-06 Inter
2006-07 AS Roma
2007-08 AS Roma
2008-09 Lazio
2009-10 Inter
2010-11 Inter


Rekapitulasi Gelar:
9 Juventus dan Roma
7 Inter Milan
6 Fiorentina
5 Torino, Milan dan Lazio
5 Sampdoria
3 Napoli dan Parma
2 Bologna
1 Genoa, Venezia, Atalanta, Vicenza dan Vado

Rayakan Gelar Juara, Lionel Messi Sempat 'Kenakan' Scarf Milan



Ada insiden unik di perayaan gelar juara Barcelona dinihari tadi, di mana bintang mereka sempat 'mengenakan' scarf Milan.

Dalam perayaan sukses Barcelona memenangi Liga Champions dinihari tadi di Wembley stadium, usai mengalahkan Manchester United 3-1, Lionel Messi terlihat 'mengenakan' scarf Milan.

Tapi, Messi tidak mengenakannya dengan sengaja. Adalah Falco yang mengenakan scarf tersebut ke leher pemain andalan Barcelona itu.

Falco dikenal sebagai orang Italia yang sering masuk ke lapangan dan menjadi terkenal karenanya. Orang yang memiliki nama lengkap Mario Ferri itu juga terlihat pernah masuk ke lapangan dan meminta Marcello Lippi memanggil Antonio Cassano untuk skuad di Piala Dunia 2010.

Nah, dinihari tadi, Falco menunjukkan aksinya dengan masuk ke lapangan di stadion Wembley seusai laga, atau tepatnya setelah penyerahan trofi juara. Dia membawa scarf Milan dan mengalungkan ke Messi sebelum digelandang oleh petugas keamanan.

Bisa jadi Falco ingin Messi menjadi pemain Milan, mengingat dirinya adalah pendukung sejati klub tersebut.

DATA & FAKTA Final Liga Champions 2010/11: Barcelona vs Manchester United Sejumlah fakta menarik seputar final Liga Champions 2010/11 antara Barcelona dan Manchester United.

* Pertemuan pertama Barcelona dan United di babak puncak kejuaraan antarklub Eropa terjadi musim 1990/91 di ajang Piala Winners. Bertempat di stadion De Kuip, Rotterdam, United berhasil mengalahkan Barcelona 2-1 berkat dua gol Mark Hughes. Ronald Koeman menjadi pencetak gol balasan Barcelona.

* Hughes adalah pemain Barcelona antara 1986 hingga 1988. Tidak bersinar, striker Wales ini dilepas pinjam ke Bayern Muenchen dan akhirnya kembali ke United. Kini Hughes menjadi manajer Fulham.

* Semusim berselang, Koeman kembali mencetak gol untuk Barcelona di final kejuaraan antarklub Eropa yang lebih tinggi, yaitu Liga Champions. Barcelona mengalahkan Sampdoria 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di Wembley. Ini gelar pertama mereka di turnamen tersebut.

* Kiper Barcelona pada pertandingan di De Kuip adalah Carlos Busquets, ayah dari gelandang mereka saat ini, Sergio. Carlos tampil di final karena Andoni Zubizaretta menderita sanksi akumulasi kartu.

* Dua pemain United yang juga tampil di De Kuip adalah Brian McClair dan Mike Phelan. Keduanya kini berturut-turut menjadi direktur akademi dan asisten manajer.

* Final musim ini merupakan pertemuan ke-11 kedua tim sepanjang sejarah. Rekor berimbang, masing-masing saling mengalahkan tiga kali dan empat kali bermain seri.

* Tidak ada pemain asli Katalan yang mencetak gol untuk Barcelona ke gawang United di final kejuaraan antarklub Eropa yang mereka jalani.

* Final musim ini merupakan kesempatan kedua tim merebut gelar keempat mereka di ajang Liga Champions. Koleksi empat gelar akan membuat salah satu antara Barcelona atau United selevel dengan Ajax Amsterdam dan Bayern Muenchen.

* Jika sukses, Sir Alex Ferguson akan menyamai rekor manajer Liverpool Bob Paisley yang menjuarai Piala Champions tiga kali, yaitu pada 1977, 1978, dan 1981.

* Wembley pernah menggelar lima kali final Piala Champions dengan hasil sebagai berikut:

1963 AC Milan 2-1 Benfica
1968 Manchester United 4-1 Benfica (perpanjangan waktu)
1971 Ajax 2-0 Panathinaikos
1978 Liverpool 1-0 Club Brugge
1992 Barcelona 1-0 Sampdoria (perpanjangan waktu)

* Tidak ada wakil Inggris yang kalah di partai final Piala Champions jika digelar di Wembley. Musim ini, "Wembley baru" untuk kali pertama menggelar laga puncak Liga Champions setelah hampir 20 tahun.

* Final ini menjadi yang ke-11 dalam sejarah Liga Champions yang melibatkan tim finalis asal negara tempat penyelenggara laga puncak. Tujuh tim berhasil menjadi juara di "negeri sendiri", yaitu Real Madrid (1957), AC Milan (1965), Manchester United (1968), Ajax (1972), Liverpool (1978), Juventus (1996), dan Borussia Dortmund (1997). Hanya tiga tim yang gagal, yaitu Stade de Reims (1956), AS Roma (1984), dan Barcelona (1986).

* Wakil Inggris dan Spanyol total bertemu 15 kali di final kejuaraan antarklub Eropa, termasuk Piala Super. Hasilnya adalah delapan kali kemenangan dicetak wakil Inggris.

* Pep Guardiola menjadi orang keenam yang berhasil merebut gelar Liga Champions sebagai pemain dan pelatih. Rekor sebelumnya dicetak oleh Miguel Munoz, Giovanni Trapattoni, Johan Cruyff, Carlo Ancelotti, dan Frank Rijkaard.

* Edwin van der Sar berupaya merebut gelar Liga Champions ketiga sebelum menutup kariernya persis setelah pertandingan final ini. Dua gelar sebelumnya diraih bersama Ajax (1995) dan United (2008).

* Ryan Giggs menjadi satu-satunya pemain United yang tersisa dari tim juara Liga Champions 1999.

Rumor YouTube Membuat Situs Musik Online Dengan Universal Music Group


YouTube, situs sharing video yang dimiliki oleh Google Inc, saat ini sedang dalam diskusi dengan Vivendi Universal Music Group untuk membuat situs musik online.

Pembicaraan ini masih dalam tahap awal dan diskusi ini masih belum dipublikasikan umum.
Universal dilaporkan mendekati YouTube tentang ide ini pada akhir tahun lalu dan menawarkan situs yang akan menampilkan video dari berbagai macam label musik yang utama

Dalam kerjasama yang dibicarakan, YouTube akan menyediakan teknologi untuk menjual iklan yang menyertai video musik tersebut.

Nikmati Video 3D di YouTube dengan NVIDIA 3D Vision dan Firefox 4


Untuk Anda yang memiliki komputer yang mampu menampilkan 3D menggunakan hardware NVIDIA 3D Vision, tetapi kehabisan 3D konten untuk ditonton atau game untuk bermain maka investasi Anda untuk fitur 3D jadi percuma. NVIDIA baru saja mengumumkan hari ini bahwa pengguna akan dapat menikmati channel 3D YouTube di stereoscopic 3D dengan hardware 3D mereka NVIDIA Vision pada PC maupun notebook .

“Kami sangat gembira untuk memperkenalkan HTML5 dan dukungan WebM pada ribuan video 3D yang tersedia di YouTube,” kata Jonathan Huang, 3D Product Manager di YouTube. “Dengan merangkul standar terbuka, pengguna NVIDIA 3D Vision sekarang menjadi cara yang asik untuk menikmati fasilitas library YouTube konten 3D.”

Untuk saat ini pengguna harus menggunakan Mozilla Firefox (versi 4 atau di atas) dan menggunakan driver NVIDIA GeForce 3D diperbarui (versi 275 atau di atas) untuk pengalaman video 3D YouTube. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara melihat YouTube 3D, silakan ke situs web 3Dvisionlive.

Yang lucu Google Chrome tidak disebutkan dalam pengumuman ini mempertimbangkan YouTube adalah milik Google, ya mungkin di update Chrome berikutnya? (sumber)

coPad Tablet Ajaib Bisa Ngecharge Dari Sentuhan Tangan

Setiap kali Anda menyentuh tablet sebenarnya Anda mengeluarkan sedikit energi … dan begitu juga tablet Anda mengeluarkan energi yang membuat baterai perlahan habis. Tapi desainer Yonggu Do dan Eunha Seo memiliki visi untuk sebuah tablet dengan built-in film piezoelektrik yang benar-benar bisa menghasilkan tenaga setiap kali Anda menyentuh layar sehingga Anda bisa pergi membawa tablet tanpa harus menancapkan listrik untuk ngecharge.

Gambar konsep EcoPad menggambarkan sebuah tablet yang tidak pernah perlu dicharge sama sekali, tapi kita akan percaya ketika kita benar-benar melihat barang fisiknya. Karena, bagaimana anda menonton video atau membaca buku atau melakukan aktivitas lain pada tablet yang tidak mengharuskan Anda untuk menyentuh layar sering-sering?

Di sisi lain, tablet yang memanfaatkan teknologi semacam ini paling tidak bisa memperpanjang umur baterai anda dalam kondisi tertentu yang sudah pasti akan sangat keren dan berguna.

Senin, 23 Mei 2011

TENTANG KEBENARAN PERSAHABATAN


Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan rasa penuh terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu, karena kau
menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat tubuh kedamaian.

Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, dan hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berdukacita; Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai butuh gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung, daripada tanah ngarai daratan.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal juga musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu, hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia, untuk bersama, menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan untuk mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria, berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar hari dan gairah segar kehidupan.

(Kahlil Gibran)



Jalan ke rumah seorang teman tak pernah jauh.
(Pepatah Denmark)


Teman adalah seseorang yang mengenalmu dan tetap mencintaimu.
(Elbert Hubbard)


Teman adalah harta karun.
(Horace Bruns)

TENTANG KEBENARAN PERSAHABATAN


Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan rasa penuh terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu, karena kau
menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat tubuh kedamaian.

Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, dan hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berdukacita; Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai butuh gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung, daripada tanah ngarai daratan.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal juga musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu, hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia, untuk bersama, menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan untuk mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria, berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar hari dan gairah segar kehidupan.

(Kahlil Gibran)



Jalan ke rumah seorang teman tak pernah jauh.
(Pepatah Denmark)


Teman adalah seseorang yang mengenalmu dan tetap mencintaimu.
(Elbert Hubbard)


Teman adalah harta karun.
(Horace Bruns)

Ada satu perbedaan antara menjadi seorang kenalan dan menjadi seorang sahabat.

Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau ketahui, yang kau lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kau miliki persamaan, dan yang disekitarnya kau merasa nyaman. Ia adalah orang yang dapat kau undang ke rumahmu dan dengannya kau berbagi. Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu, yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau tidak cukup tahu tentang mereka.

Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kau cintai..............
Bukan karena kau jatuh cinta padanya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau memikirkannya ketika mereka tidak ada. Sahabat-sahabat adalah orang dimana kau diingatkan ketika kau melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kau tahu itu karena kau mengenal mereka dengan baik.
Mereka adalah orang-orang yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu. Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam pikiranmu ketika kau mendengar sebuah lagu di radio karena mereka membuat dirimu berdiri untuk menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan mereka atau mungkin kau yang berdansa dengan mereka, mungkin mereka menginjak jari kakimu, atau sekedar menempatkan kepala mereka di pundakmu.

Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau tahu mereka peduli terhadapmu. Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun. Mereka berkata jujur - pertama kali - dan kau melakukan hal yang sama. Kau tahu bahwa jika kau memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar.

Mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya. Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan sadar ataupun tidak. Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menangis ketika kau tidak diterima di perguruan tinggi dan selama lagu terakhir di pesta perpisahan kelas dan saat wisuda.

Mereka adalah orang-orang yang pada saat kau peluk, kau tak akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dahulu mengakhiri. Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau orang yang mengantarkan / mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin adalah orang yang kau nikahi.
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan
sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan,
dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :

1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)

2. Ketidakterbukaan

3. Kehilangan kepercayaan

4. Perubahan perasaan antar lawan jenis

5. Ketidak setiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :

**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri "Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita."**

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??

Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??

Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan ??

Merekalah sahabat2 anda.

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

Inner beauty

Dear Diary,


Hai Di, udah lama vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang vella mau ceritain ke kamu Di.
Tadi pagi vella sama temen2 ngomongin cowok masing-masing.
Di masih inget sama evan kan ? cowoknya vella ?
Vella malu banget deh sama dia.
Dia soalnya ngga kayak cowok2 temen vella yang lain Di.
Sebel deh sama evan, Bayangin deh Di semua minusnya evan nih yah:

Minus 10 karena dia ngga punya handphone !!!padahal cowok2 temen vella yang lain punya handphone

Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok2 temen vella yang lain biar sama2 smp udah boleh bawa sendiri !!!!!

Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok2 temen
vella yang lain itu rambutnya gaya abhies

Minus 10 buat dia karena dia itu ngga suka ke tempat2 dugem Di !
Padahal vella suka banget ke sana,

Minus 10 buat dia lagi Di ! karena dia ngga punya satu pun jacket xsml padahal cowok2 temen vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget ngga siCh Di!)

Minus 10 banget ( dan yang ini banget banget banget !!!! )
karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makang siang ke sekolah !
gila yah DI malu2in banget ngga sih !!!!!!!!

Sumpah yah Di, vella malu banget sama dia kayaknya mau putus aja deh Di



Dear Diary,

hari Ini valentine, pas Evan ke kelas vella mau kasih kado,
vella cuma diem aja.
Seharian itu Di, vella ngindarin dia abis-abisan,
dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa vella ngindar terus.
Sampe rumah dia nelepon vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, vella suruh pembantu bilang ke evan kalau vella belum pulang.
Dia nelepon 4 kali hari itu tapi vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu,
tiap di sekolah vella ngindarin evan pake cara ke wc cewek lah atau ngumpet2 lah, dan di rumah vella selalu ngga mau nerima telepon dari dia, kayaknya vella bener-bener udah ilfil dan malu pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin,
Seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia.
Pas pulang sekolah vella ngumpul di kantin sama temen2 vella.
Mereka pada nanya kok vella ngindarin evan terus Vella diem aja,
tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong,

"Ah bete banget gue sama tuh cowok,
udah ngga ada modal mendingan gaul,
dan mukanya setelah gue pikir2 biasa banget,
ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia?
Dipelet kali yah gue!!"
tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung vella,
Vella bingung dan nengok di, ya Tuhan Di!
ternyata ada evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang vella baru ucapin barusan.

Vella cuma bisa diem tapi vella sempet ngeliat Evan sebentar.
Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelen2 pergi dari situ. Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong
"hayo loo vel, dia denger lho !!"
Tapi ada juga yg ngomong,
" Udahlah vel, baguslah denger, ngga ada untungnya tetep sama dia,
ntar elo juga bisa dapet yg lebih bagus. "
Bener juga yah Di .
Ya udah vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger !!!
Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah ngga berusaha nyamperin vella di sekolah atau nelepon vella.
Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin vella aja..

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu,
vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di,
ngga tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu
kadang2 vella suka bengong bingung sendiri,
cuma vella berusaha ilangin perasaan itu.
Vella ngga tau kenapa jadi males kemana mana,
pengennya sendiri aja, males ngapa-in.
Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini.
Vella sendiri juga ngga tau kenapa Di.



Dear Diary,

Minggu malem nih Di, Ujan deres banget,
Vella diem dan ngerenung di dalam kamar.
Tiba tiba di channel V ada lagunya Janet JaCkson Di!
Tau kan liriknya?
Doesn't really matter what the eyes is seeing,
Cause im in love with the Inner being.

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar....
Betapa baiknya evan.....
Vella nangis - senangisnya Di,
karena vella baru sadar betapa begonya vella...

Minus 10 karena evan ngga punya Hp Di,
tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari.......

Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17
Di , Tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin vella biar ujan sekalipun,.....

Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan ngga suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang vella cantik banget....

Minus 10 karena dia ngga suka ke tempat dugem Di,
tapi plus 100 karena dia rela nemenin vella ke tempat2 kayak gitu,
meski dia ngga suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin vella...
dengan naik taksi ke rumahnya.....

Minus 10 karena eVan ngga punya jacket xsml dan hanya punya jacket fila biasa ,
tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan......

Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah,
tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat vella......

Dari 60 minus yg evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella ....

dari 1000 kekurangan evan , dia punya semilyar kebaikan......
ya Tuhan Di, betapa begonya vella yah.....
vella yang beruntung sebenernya punya cowok evan, dan vella juga yang nyakitin evan,
padahal ngga pernah sekalipun dia nyakitin vella.

Malemnya vella nangis lama banget Di



Dear Diary,

Vella ketemu sama evan di sekolah.
Vella kejar dia dan bilang vella mau ngomong,
Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya vella mau ngomong apa.

Vella kasih dia kartu buatan vella,
vella cium pipi dia dan vella bilang minta maaf
karena vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang....
Vella cuma bisa diem karena sadar,
vella yang berbuat, vella juga yang kehilangan...

Sakit banget rasanya Di,
Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan vella pula yang nanggung resiko-nya...

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar vella, katanya ada telepon.
Ternyata bener Di itu evaN, dia udah maafin vella,
dia udah lupain semuanya..... aduh Di, girang banget hati vella, hihihihihi senengnya

Nanti malem Evan mau kesini Di,
dan vella mau dandan secantik-cantiknya buat evan,
jadi Vella udahan dulu yah Di......
thx banget udah denger curhat-nya vella,
Vella belajar satu hal Di,
Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
karena tanpa kamu sadari,
kamu begitu beruntung telah memiliki-nya

Selamat malem diary,ku.....

NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan,
tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan......

Do Not Judge People By Their Appearance

Vella-nya Evan.