Visit Here!!!!!!!

Translate Here!!!!!!!!!!!!!!

Jumat, 29 April 2011

Pesawat Tempur Tercanggih Saat Ini


F-22 Raptor, pesawat tempur tercanggihdan paling mematikan di dunia.
Tidak ada satupun pesawat di Bumi yang bisa mengalahkannya.
Inilah F-22 Raptor, pesawat tempur futuristik dari generasi ke 5.
Apa keunggulan definitif pesawat tempur generasi ke-5 ini dibanding generasi ke-4 (F-14 s/d F-18)?

Inilah keunggulan utamanya :
1. Stealth
Pesawat tempur tercanggih ini tidak akan terlihat radar musuh. Kalau pesawat anda tidak bisa dilihat, maka anda akan nyaris mustahil ditembak, dijatuhkan, dan dikalahkan.

2. Mini AWACS, “First-look, first-shot, first-kill”.
Pesawat F-22 mempunyai radar dengan jangkauan lebih jauh dari pesawat-pesawat lain, bahkan nyaris setara AWACS. Artinya F-22 dapat melihat anda jauh sebelum anda bisa melihat pesawat itu. F-22 juga memiliki sistem Radar LPI super canggih (Low Probability of Intercept Radar), artinya pesawat yang telah terdeteksi radar F-22 tidak akan bisa tahu kalau dia sudah terdeteksi dan radar warning-nya tidak akan menyala.

3. Manuverabilitas Super.
F-22 memiliki teknologi Thrust Vectoring di ekornya, artinya pengeluaran energi mesinnya dapat diarahkan secara mekanis dengan lebih fleksibel. Ini membuat kemampuan manuvernya lebih tinggi.

4. Persenjataan Internal.

Persenjataan F-22 tersembunyi di dalam pesawat, dan baru terbuka saat akan ditembakkan. Ini membuat tingkat Stealth-nya menjadi lebih tinggi, dan aerodinamikanya membuat pesawat ini bisa terbang lebih cepat dan lebih efisien

Berdasarkan riset dari Defense Evaluation And Research Agency, F-22 adalah pesawat tercanggih dan paling mematikan di dunia, bahkan 10 kali lebih mematikan dari pesawat terbaik Rusia saat ini, SU-35 (SU-37 masih berupa eksperimental).

Dibandingkan pesawat tempur tercanggih Eropa Eurofighter Typhoon, F-22 dua kali lebih berbahaya.Sedangkan pesawat Amerika generasi sebelumnya, F-16, tidak akan mungkin mengalahkan F-22 dalam kondisi apapun

Gurun Sahara Mau Dibikin Hutan

Lokasi ujicoba yang dipilih adalah lahan seluas 200 ribu meter persegi di Aqaba, sebuah kota pesisir di selatan Yordania, dekat dengan pantai Laut Merah. Perjanjian ini juga mengamankan sebuah lahan tambahan seluas 2 juta meter persegi untuk ekspansi berikutnya.Sahara Forest Project menggabungkan Concentrated Solar Power (CSP) dan rumah kaca air laut untuk menyediakan energi terbaharui dan solusi agrikultural berkesinambungan dalam jumlah besar, pada dasarnya mengubah salah satu lingkungan paling tidak ramah menjadi oasis yang subur

Rumah kaca air laut menggunakan tenaga surya untuk mengubah air laut menjadi air segar yang kemudian digunakan untuk menyirami sayuran dan ganggang segar (untuk menyerap CO2). CSP menyediakan energi untuk menghidupkan seluruh operasi. CSP menggunakan ribuan cermin untuk mengarahkan cahaya matahari ke sebuah pemanas air, memanaskannya sampai suhu 1000 Fahrenheit lebih. Pemanas ini memproduksi uap, yang menggerakkan sebuah turbin untuk menciptakan energi

Sahara Forest Project diciptakan oleh arsitek biomimikri Michael Pawlyn, desainer rumah kaca air laut Charlie Paton, dan insinyur struktur Bill Watts. Pada tahun 2009, trio ini bergabung dengan Bellona, sebuah NGO lingkungan internasional yang berbasis di Norwegia, dan mempresentasikan proposal mereka di COP15 pada bulan Desember 2009. Umpan balik positif membawa lebih banyak presentasi, termasuk satu presentasi di Oslo Juni tahun lalu, dihadiri oleh Yang Mulia Raja Abdullah II dari Yordania. Raja begitu terkesan dengan proyek ini sampai dia mengundang tim SFP ke Yordania pada bulan Oktober untuk mendiskusikan studi kelayakan yang membuka pintu untuk kesepakatan ini

Tim SFP akan melakukan penelitian mendalam tahun ini dan mengembangkan sebuah pusat demonstrasi pada tahun 2012. Pengembangan komersil mungkin akan dimulai pada tahun 2015. Menurut tim ini, fasilitas-fasilitas seperti di Aqaba memiliki potensi yang besar yang menguntungkan lingkungan. Mereka bisa mengurangi masalah kekurangan makanan dan air, menghasilkan biofuel tanpa bersaing dengan produksi pangan, dan berkontribusi untuk usaha penghijauan di area-area padang gurun. Ditambah produksi tumbuh-tumbuhan akan menyerap karbon dioksida dan mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfir.

10 Hal Yang Tidak Diketahui Tentang Buckingham Palace

Buckingham Palace adalah kediaman resmi[1] ratu Inggris[2] di London. Istana ini adalah tempat untuk peristiwa-peristiwa kenegaraan, tempat menyambut tamu negara, dan tempat kunjungan pariwisata. Seringkali dalam masa-masa kegembiraan, krisis atau perkabungan, tempat ini juga menjadi pusat berkumpul untuk masyarakat Britania Raya.




Bangunan ini sebelumnya dikenal dengan nama Buckingham House, gedung yang dipergunakan sekarang ini dan menjadi tempat kunjungan dari para wisatawan asing, sebenarnya adalah sebuah balai kota yang dibangun untuk Duke of Buckingham pada tahun 1703 dan diambil alih oleh George III pada tahun 1761[3] dan dijadikan sebagai rumah pribadi yang dikenal sebagai "The Queen's House". Bangunan ini sudah mengalami pengembangan dari sejak dibangun, secara dasar oleh arsitek John Nash dan Edward Blore, sehingga menghasilkan tiga gedung sayap tambahan dari halaman tengah. Buckingham Palace akhirnya menjadi kediaman resmi dari keluarha kerajaan Britania Raya sejak pengangkatan Ratu Victoria pada tahun 1837.

Penambahan terakhir dari gedung ini dibuat pada akhir abad ke-19 dan awal dari abad ke-20, termasuk didalamnya bagian depan yang sering kita lihat sekarang dari Buckingham Palace. Bangunan ini juga masih beberapa kali direferensikan sebagai "Buck House". Di sana pula, Her Highness sering mengadakan pesta besar dan pesta kebun di antara semua acara-acara kebangsaan. Menyambut pernikahan kerajaan yang akan segera tiba, lihatlah beberapa rahasia eksentrik tentang Istana Buckingham berikut.

1. Istana ini tidak menetapkan dress code secara resmi. Tetapi tidak ada satu orang pun yang mengunjungi dengan jeans lusuh juga. Kebanyakan orang yang diundang ke Istana Buckingham di siang hari akan mengenakan seragam kerja ataupun jas. Sedangkan di malam hari, tergantung dari tingkat formalitas, para pengunjung pria akan mengenakan dasi hitam atau putih. Jika para pria mengenakan dasi putih, maka para wanita akan mengenakan tiara.

2. Suatu ritual yang harus dilakukan setiap hari walaupun pada hari Natal adalah pembersihan kerakal (gravel) pekarangan dari istana ini. Kerakal ini dibersihkan dan dirapikan dengan perlengkapan mesin setiap pagi. Kemudian menjelang sore hari, akan diadakan lagi dua inspeksi, berjaga-jaga agar tidak kelihatan sampah bermunculan. Makanya Anda tidak perlu kaget jika melihat pekarangannya yang selalu kelihatan mulus.

3. Tempat dimana Istana Buckingham berdiri dulunya merupakan kebun pohon murbei (mulberry) yang ditanam oleh Raja James I, seorang raja pencinta buku yang memerintah selama tahun 1603 hingga 1625. Raja James juga menternak ulat sutera di istana tersebut. Tetapi, James memilih semak-semak murbei yang salah sehingga usahanya sia-sia.

4. Meskipun namanya adalah Istana Buckingham, tempat ini dulunya hanya merupakan ‘landasan’ bagi para aristokrat. Nama tempat ini diberikan pada abad ke-18 oleh politisi Tory: John Sheffield, Earl of Mulgrave dan Marquess of Normanby ketiga, yang merupakan Duke of Buckingham pada tahun 1703. Sang bangsawan ini pun membangun tempat yang dinamakan Rumah Buckingham untuk dirinya sendiri sebagai tempat berkumpul yang mewah di London.

5. Arsitek virtuoso John Nash kemudian mengubah Rumah Buckingham menjadi Istana Buckingham pada tahun 1820-an. Monarki pertama yang menggunakan kreasi Nash sebagai rumah resmi adalah Ratu Victoria yang pindah ke sini pada tahun 1837. Leluhur Victoria, William IV, menganggap ini sebagai tempat kumuh - sebagaimana para orang Inggris mengatakan dan malah menetap di tempat yang lebih umum yaitu Clarence House on The Mall.

6. Istana Buckingham secara desain sebenarnya lebih radikal daripada apa yang Anda bayangkan. Beberapa kamar bertemakan kebudayaan Cina. Beberapa perabotan dan dekorasi dipinjam dari gaya oriental berani Pangeran Regent Brighton Pavilion. Tetapi kemudian ini dijual oleh Ratu Victoria untuk membiayai pembangunan Istana Buckingham.

7. Monarki satu-satunya yang dilahirkan dan meninggal di Istana Buckingham adalah Edward VII, sang perokok yang juga pencipta kedamaian, yang hidup dari tahun 1841 hingga 1910. Jika Anda mengatakan Edward perlu pergi keluar dari sangkarnya lebih sering, beliau akan kesulitan untuk menemukan tempat yang begitu central dan menarik perhatian. Jika Anda tinggal di istana tersebut, Anda juga akan dapat merasakan detak jantung dari kota London.

8. Pernahkan Anda berpikir kenapa istana ini tidak dibom pada Perang Dunia ke-2? Sebenarnya, pemboman terjadi dengan sangat parah. Istana ini terpukul 9 kali. Beberapa kali, Raja George VI dan Ratu Elizabeth menghindar agar tidak terbunuh. Anda pasti berpikir lagi kenapa mereka tidak pindah dari tempat yang begitu menarik perhatian, bukan?

9. Selama pemboman tersebut, setidaknya nyawa seseorang menjadi korban, yaitu PC Steve Robertson, seorang polisi yang sedang berdinas di istana. PC Steve Robertson terkena sisa puing-puing yang beterbangan pada 8 Maret 1941 ketika bagian utara dari istana ini dihancurkan. Terdapat sebuah logam pipih di kebun untuk mengenang beliau.

10. Jika batere ponsel Anda habis dan Anda tidak tahu waktu setempat di Istana Buckingham, rileks saja. Tempat bersejarah ini memiliki lebih dari 350 buah jam. 2 orang ahli jam akan memutar kembali jam nya setiap minggu agar jam-jam tersebut semuanya terawat.

Kamis, 28 April 2011

Inilah 6 Aturan di Pernikahan William-Kate


Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton 29 April mendatang, sebelum acara hajatan itu pihak kerajaan Inggris mengeluarkan aturan yang ketat kepada tamu yang akan hadir, jadi jangan sembarangan menyentuh William-Kate dan mentweet apalagi menggambil gambar saat acara berlangsung

Selain itu, Istana St James juga memberikan aturan detail lainnya mengenai tata cara berperilaku di Westminster Abbey, berikut di antaranya:

1. Jangan terlambat
"Pokoknya, Ratu haruslah menjadi orang terakhir yang datang," kata perencana pernikahan Sarah Hayward.

2. Berpakaian sesuai
Perempuan harus memakai gaun, tapi tak boleh yang terlalu pendek, dan tak boleh berwarna putih serta tidak memakai aksesori berlebihan. "Jangan sampai menarik perhatian karena ini mestinya menjadi hari untuk pengantin." Sementara itu, prianya mesti berpakaian dinas bila seorang prajurit. Bila bukan, mesti berpakaian formal seperti jas atau vest.

3. Alat komunikasi mesti diserahkan ke pihak keamanan
Dengan begini, tentu tak akan ada bunyi ponsel yang akan terdengar dalam siaran langsung ke seluruh dunia.

4. Tak boleh update status di Twitter dan Facebook
Hal itu diniali sebagai perilaku yang tidak sopan. "Ini merupakan acara pribadi sehingga menganbil foto atau update status tentu akan merusak suasana," kata William Hanson, pihak protokol.

5. Perhatikan etika makan
Di Istana Buckingham di mana akan banyak makanan dan minuman, Hanson menyarankan para tamu untuk menerima penawaran makanan dengan sopan, tidak langsung melahap dan menelan serta jangan mabuk.

6. Jaga perilaku
"Jangan menyentuh Ratu dan jangan berinisiatif memulai perbincangan dengannya," kata Hayward. Ia melanjutkan pria mesti membungkuk atau setidaknya mengangguk dan perempuan mesti mebungkukkan badan dengan kaki kanan di belakang kaki kiri mereka. (mediaindonesia)

6 Tradisi Unik Pernikahan Kerajaan Inggris


Menjelang pernikahan pewaris tahta kerajaan Inggris Pangeran William dan seorang gadis biasa Kate Middleton pada 29 April 2011, publik sudah tidak sabar menyaksikan seremoni yang digadang sebagai pernikahan termegah dan teragung abad ini.

Di balik semua itu, terdapat sejumlah tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad dan diikuti oleh setiap pasangan kerajaan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Lamaran
Royal Marriages Act tahun 1772 mensyaratkan semua keturunan kerajaan untuk mendapatkan persetujuan dari raja atau ratu sebelum menikah. Sementara itu, Act of Settlement tahun 1701 melarang semua anggota kerajaan untuk menikah dengan penganut Katolik. Untuk menikah dengan cucu tertua Ratu Elizabeth, Peter Phillips, pada 2008, Autumn Kelly harus pindah dari Katolik Roma ke Anglikan agar suaminya tetap berada di urutan ke-11 pewaris takhta kerajaan.

Segera setelah pertunangan William dan Kate diumumkan, pejabat Istana Buckingham mengatakan Ratu turut bahagia untuk pasangan tersebut, yang berarti dia menyetujui pilihan cucunya.

2. Pesta bujangan
Rakyat Sparta Kuno memulai tradisi pesta makan malam yang lantas berkembang menjadi pesta bagi para bujangan yang akan segera melepas masa lajangnya. Tetapi di Inggris, para pengiring pengantin pria membawa tradisi ini lebih jauh lagi. Mereka merayakannya selama akhir pekan yang dikenal dengan istilah stag weekend.

Meski pun detailnya disembunyikan, juru bicara William menegaskan bahwa pesta bujangan untuk calon pewaris takhta Inggris itu digelar pada akhir Maret lalu. Pesta yang dipandu oleh adik lelaki William, Pangeran Harry, itu berlangsung di sebuah rumah peristirahatan dan dihadiri oleh teman-teman terdekat William seperti James Meade, Thomas van Straubenzee, dan Guy Pelly.

Dengan revolusi seksual yang diserukan sejak 1960-an, kaum perempuan tak ingin ketinggalan merayakan perpisahan dengan masa lajangnya. Hen night bagi Kate bahkan digelar lebih diam-diam lagi. Saudara perempuan calon putri Inggris itu, Pippa, dilaporkan memesan tempat di empat lokasi hotel berbeda untuk menjauhkan paparazzi.

3. Lokasi
Situs paling tradisional untuk upacara kerajaan adalah Chapel Royal di St. James Palace, yang merupakan tempat pernikahan Ratu Anne (1683), George III (1761), George IV (1795), Ratu Victoria (1840), dan George V (1893). Kapel kecil dengan kapasitas 100 kursi itu, kemudian tidak muat lagi menampung tamu-tamu pasangan kerajaan yang lebih baru. Pasalnya, upacara tersebut telah menjadi sebuah tonton publik.

Untuk upacaranya pada 1919, Putri Patricia dari Connaught menjadikan Westminster Abbey sebagai lokasi pernikahan kerajaan untuk pertama kalinya dalam 605 tahun. Westminster terpilih untuk pernikahan putri Raja George V, Mary, pada 1922, orangtua Ratu Elizabeth pada 1923, dan pernikahan Ratu Elizabeth sendiri pada 1947. William dan Kate sendiri akan mengikat simpul pernikahan mereka di tempat yang sama pada 29 April mendatang.

4. Pesta pernikahan
Mempelai perempuan Inggris disertai oleh sekelompok pengiring pengantin, yang biasanya terdiri atas gadis mungil berusia 10 sampai 12 tahun. Ratu Elizabeth dulu memiliki delapan pengiring pengantin, sedangkan Diana memiliki lima pengiring pengantin berusia 5 sampai 7 tahun.

Untuk pernikahannya, pengiring penganti Kate bahkan lebih muda lagi, yang terdiri atas Grace van Cutsem (putri baptis William) dan Eliza Lopes (cucu perempuan Camilla) yang masing-masing berusia 3 tahun. Sebagai sebuah terobosan besar dalam tradisi, Kate juga telah memilih seorang maid of honor, yakni saudara perempuannya, Pippa, yang akan menjadi pengiring pengantin utama tertua di usia 27 tahun. Putra baptis William, Tom Pettifer, dan Billy Lowther-Pinkerton, putra dari sekretaris William, akan berperan sebagai pageboy, yang bertugas memegangi ekor gaun pengantin mempelai perempuan.

5. Tamu
Dalam acara seeksklusif pernikahan kerajaan, daftar tamu adalah segalanya. Sesama bangsawan, para pemimpin asing, pejabat gereja, diplomat, serta keluarga dan teman-teman pasangan pengantin termasuk dalam daftar tamu yang diundang.

Pengaturan tempat duduk pun tidak boleh sembarangan. Keluarga kerajaan duduk di sisi kanan gereja, kecuali jika pengantin prianya bukan anggota keluarga kerajaan. Jika sebaliknya, maka mereka duduk di sebelah kiri.

Dengan perintah Ratu Elizabeth, sebanyak 1.900 undangan disebar kepada para tamu pernikahan William dan Kate, termasuk untuk teman-teman mereka dari St. Andrews University. Para tamu diharapkan mengenakan seragam militer, morning dress, atau lounge suit. Sedangkan busana tamu perempuan tidak diuraikan secara spesifik. Tapi, mengenakan topi adalah suatu keharusan.

6 Titel
Dengan beberapa pengecualian, semua perempuan yang menikah dengan penerus takhta kerajaan Inggris turut menyandang gelar suami mereka. Misalnya Duke dan Duchess of York, Earl dan Countess of Wessex, dan sebagainya. Pengecualian yang paling jelas adalah Camilla, yang menyandang gelar Duchess of Cornwall dan bukannya Princess of Wales, untuk menghormati mendiang Putri Diana sebagai istri pertama Pangeran Charles.

Jika Pangeran Charles menjadi raja Inggris, Camilla akan menjadi Permaisuri Putri, bukannya Ratu Camilla. Sementara itu, gelar untuk Pangeran William dan Kate Middleton hingga kini belum ditentukan. Tapi, pilihan yang paling mungkin adalah Duke dan Duchess of Cambridge, Duke dan Duchess of Sussex, Duke dan Duchess of Connaught, serta Duke dan Duchess of Windsor
Menjelang pernikahan pewaris tahta kerajaan Inggris Pangeran William dan seorang gadis biasa Kate Middleton pada 29 April 2011, publik sudah tidak sabar menyaksikan seremoni yang digadang sebagai pernikahan termegah dan teragung abad ini.

Di balik semua itu, terdapat sejumlah tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad dan diikuti oleh setiap pasangan kerajaan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Lamaran
Royal Marriages Act tahun 1772 mensyaratkan semua keturunan kerajaan untuk mendapatkan persetujuan dari raja atau ratu sebelum menikah. Sementara itu, Act of Settlement tahun 1701 melarang semua anggota kerajaan untuk menikah dengan penganut Katolik. Untuk menikah dengan cucu tertua Ratu Elizabeth, Peter Phillips, pada 2008, Autumn Kelly harus pindah dari Katolik Roma ke Anglikan agar suaminya tetap berada di urutan ke-11 pewaris takhta kerajaan.

Segera setelah pertunangan William dan Kate diumumkan, pejabat Istana Buckingham mengatakan Ratu turut bahagia untuk pasangan tersebut, yang berarti dia menyetujui pilihan cucunya.

2. Pesta bujangan
Rakyat Sparta Kuno memulai tradisi pesta makan malam yang lantas berkembang menjadi pesta bagi para bujangan yang akan segera melepas masa lajangnya. Tetapi di Inggris, para pengiring pengantin pria membawa tradisi ini lebih jauh lagi. Mereka merayakannya selama akhir pekan yang dikenal dengan istilah stag weekend.

Meski pun detailnya disembunyikan, juru bicara William menegaskan bahwa pesta bujangan untuk calon pewaris takhta Inggris itu digelar pada akhir Maret lalu. Pesta yang dipandu oleh adik lelaki William, Pangeran Harry, itu berlangsung di sebuah rumah peristirahatan dan dihadiri oleh teman-teman terdekat William seperti James Meade, Thomas van Straubenzee, dan Guy Pelly.

Dengan revolusi seksual yang diserukan sejak 1960-an, kaum perempuan tak ingin ketinggalan merayakan perpisahan dengan masa lajangnya. Hen night bagi Kate bahkan digelar lebih diam-diam lagi. Saudara perempuan calon putri Inggris itu, Pippa, dilaporkan memesan tempat di empat lokasi hotel berbeda untuk menjauhkan paparazzi.

3. Lokasi
Situs paling tradisional untuk upacara kerajaan adalah Chapel Royal di St. James Palace, yang merupakan tempat pernikahan Ratu Anne (1683), George III (1761), George IV (1795), Ratu Victoria (1840), dan George V (1893). Kapel kecil dengan kapasitas 100 kursi itu, kemudian tidak muat lagi menampung tamu-tamu pasangan kerajaan yang lebih baru. Pasalnya, upacara tersebut telah menjadi sebuah tonton publik.

Untuk upacaranya pada 1919, Putri Patricia dari Connaught menjadikan Westminster Abbey sebagai lokasi pernikahan kerajaan untuk pertama kalinya dalam 605 tahun. Westminster terpilih untuk pernikahan putri Raja George V, Mary, pada 1922, orangtua Ratu Elizabeth pada 1923, dan pernikahan Ratu Elizabeth sendiri pada 1947. William dan Kate sendiri akan mengikat simpul pernikahan mereka di tempat yang sama pada 29 April mendatang.

4. Pesta pernikahan
Mempelai perempuan Inggris disertai oleh sekelompok pengiring pengantin, yang biasanya terdiri atas gadis mungil berusia 10 sampai 12 tahun. Ratu Elizabeth dulu memiliki delapan pengiring pengantin, sedangkan Diana memiliki lima pengiring pengantin berusia 5 sampai 7 tahun.

Untuk pernikahannya, pengiring penganti Kate bahkan lebih muda lagi, yang terdiri atas Grace van Cutsem (putri baptis William) dan Eliza Lopes (cucu perempuan Camilla) yang masing-masing berusia 3 tahun. Sebagai sebuah terobosan besar dalam tradisi, Kate juga telah memilih seorang maid of honor, yakni saudara perempuannya, Pippa, yang akan menjadi pengiring pengantin utama tertua di usia 27 tahun. Putra baptis William, Tom Pettifer, dan Billy Lowther-Pinkerton, putra dari sekretaris William, akan berperan sebagai pageboy, yang bertugas memegangi ekor gaun pengantin mempelai perempuan.

5. Tamu
Dalam acara seeksklusif pernikahan kerajaan, daftar tamu adalah segalanya. Sesama bangsawan, para pemimpin asing, pejabat gereja, diplomat, serta keluarga dan teman-teman pasangan pengantin termasuk dalam daftar tamu yang diundang.

Pengaturan tempat duduk pun tidak boleh sembarangan. Keluarga kerajaan duduk di sisi kanan gereja, kecuali jika pengantin prianya bukan anggota keluarga kerajaan. Jika sebaliknya, maka mereka duduk di sebelah kiri.

Dengan perintah Ratu Elizabeth, sebanyak 1.900 undangan disebar kepada para tamu pernikahan William dan Kate, termasuk untuk teman-teman mereka dari St. Andrews University. Para tamu diharapkan mengenakan seragam militer, morning dress, atau lounge suit. Sedangkan busana tamu perempuan tidak diuraikan secara spesifik. Tapi, mengenakan topi adalah suatu keharusan.

6 Titel
Dengan beberapa pengecualian, semua perempuan yang menikah dengan penerus takhta kerajaan Inggris turut menyandang gelar suami mereka. Misalnya Duke dan Duchess of York, Earl dan Countess of Wessex, dan sebagainya. Pengecualian yang paling jelas adalah Camilla, yang menyandang gelar Duchess of Cornwall dan bukannya Princess of Wales, untuk menghormati mendiang Putri Diana sebagai istri pertama Pangeran Charles.

Jika Pangeran Charles menjadi raja Inggris, Camilla akan menjadi Permaisuri Putri, bukannya Ratu Camilla. Sementara itu, gelar untuk Pangeran William dan Kate Middleton hingga kini belum ditentukan. Tapi, pilihan yang paling mungkin adalah Duke dan Duchess of Cambridge, Duke dan Duchess of Sussex, Duke dan Duchess of Connaught, serta Duke dan Duchess of Windsor

Wow, Kakek Asal India Selama 70 Tahun Hidup Tanpa Makan dan Minum

Prahlad Jani, 82 tahun, pria asal India mengklaim tidak makan dan minum selama 70 tahun sejak 1940. Ia menyebut dirinya breatharian, hidup hanya dengan menghidup udara dan meditasi.

Ia mengklaim mendapat kekuatan dari dewa ketika masih berusia tujuh tahun. Dewa memberinya ramuan keabadian lalu ia meninggalkan rumah untuk menjadi orang suci di Rajasthan.

Pengakuannya itu dibuktikan oleh 30 orang dokter dari rumah sakit di Gujarat. Ia tidak makan dan minum maupun ke toilet selama 15 hari dalam ruangan yang diawasi dengan kamera dan CCTV. Pada hari terakhir, tubuhnya tidak menunjukkan tanda-tanda melemah akibat kelaparan atau dehidrasi.

"Kami masih tidak mengerti bagaimana ia hidup," kata ahli saraf, Sudhir Shah, seperti dikutip harian Kanada National Post, Selasa (26/4).

Menurut Shah, jika Jani tidak mendapat energi dari makanan dan minuman, dipastikan ia menyerap energi dari sekelilingnya, seperti energi matahari. Selain kalori, dimungkinkan ada sumber energi lainnya.

Dokter melakukan sejumlah tes pada kinerja jantungnya, paru-paru, dan kemampuan memori. Selain itu, dokter juga memeriksa organ otak dan pembuluh darah. Dokter juga melakukan pengujian lab untuk melihat hormon, enzim, metabolisme energi, dan gennya. Namun, hasilnya baru dapat dilihat beberapa bulan ke depan.

Organisasi Pengembangan dan Penelitian Pertahanan India pun ikut terlibat dalam penelitian itu. Mereka berharap dapat mengungkap misteri tubuh Jani sehingga kemampuan hidupnya dapat dipelajari dan diterapkan untuk para prajurit, astronot, maupun korban bencana.

Namun, pengakuan Jani juga memunculkan keraguan. Menurut Dokter Sudhir Shah yang telah melakukan penelitian terhadapnya sejak 2003, ketika Jani tidak makan dan minum selama 10 hari, kandung kemihnya menyerap kembali urine yang dikeluarkan tubuhnya. Selain itu, bobot tubuhnya berkurang di akhir puasanya.

Di India, kegiatan puasa merupakan hal yang biasa, terutama pada umat Hindu. Terkadang mereka berpuasa hingga delapan hari. Namun, umumnya manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makanan selama 50 hari. (tempo)

Putra Mahkota Dunia Paling Banyak Diincar Kaum Hawa


Kate Middleton mungkin tak pernah membayangkan akan menjadi penghuni kerajaan, karena sebelumnya ia hanya gadis biasa yang lahir dari kalangan menengah. Namun, ketika putra mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran William menikahinya Pada 29 April 2011 nanti, kehidupan Kate langsung berubah 180 derajat.

Hari itu mungkin akan menjadi hari paling bahagia bagi Pangeran William dan Kate Middleton. Pasangan ini akan melangsungkan pesta pernikahan yang dirancang secara detail dan akan menjadi perhatian dunia.
Membahas kehidupan putra mahkota, ternyata tak hanya Pangeran William, ada juga beberapa pangeran yang sering jadi perbincangan hangat. Mereka adalah putra mahkota yang berwajah tampan, kaya, dan tentu saja masih lajang, seperti dikutip dari laman Shine Yahoo.
Profil mereka juga tak kalah menarik dengan Pangeran William yang kini telah menemukan tambatan hati. Ingin tahu, siapa saja pangeran-pangeran yang diincar banyak wanita di dunia?

Pangeran Harry, Inggris
Dia adalah adik Pangeran William. Setelah bertugas singkat di Afghanistan, Pangeran berusia 26 tahun ini memiliki pangkat letnan dua dan tergabung dalam resimen Blues dan Royals dari Household Cavalry hingga kini.
Pangeran Harry pernah menjalin hubungan dengan sosialita Chelsy Davy. Tapi kemudian putus. Belakangan, muncul kabar seorang wanita asal Amerika berhasil membuat Pangeran jatuh hati.



Pangeran Carl Philip, Swedia
Pangeran Carl Philip berada di barisan kedua takhta kerajaan Swedia, setelah saudarinya yang bernama Victoria. Wajahnya terkenal ganteng dan mirip aktor Orlando Bloom. Saat ini Pangeran lajang kaya raya berusia 31 tahun ini sedang belajar Pertanian di Swedia. Dia juga belajar desain di Rhode Island School of Design.



Pangeran Philippos, Yunani

Pria kelahiran 26 April 1986 ini merupakan anak bungsu dari Raja Konstantinus II dari Yunani dan Anne-Marie dari Denmark. Pangeran ini dilahirkan tiga belas tahun setelah ayahnya digulingkan dan dua belas tahun setelah monarki dihapus secara resmi.
Dia lulusan Universitas Georgetown. Pangeran Yunani ini baru saja pindah ke New York untuk serius menekuni bidang keuangan.



Andrea dan Pierre Casiraghi, Monaco


Pangeran Andrea Casiraghi lahir pada 8 Juni 1984. Pangeran ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir dari Putri Caroline dari Monaco. Adik bungsunya bernama Pangeran Pierre.

Kedua saudara ini dikaruniai wajah tampan dan ini akan mewarisi kekayaan keluarga besar mereka. Pangeran Andrea kuliah di American university of French jurusan visual art. Sedangkan Pangeran Pierre sekolah di Universitas Bocconi, Milan.


Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Dubai


Baru baru ini, Putra Mahkota Dubai berusia 28 tahun ini menerbitkan koleksi puisinya dengan nama "Fazza." Dia seorang penyair, hobi menunggang kuda dan menyukai berbagai tantangan.


Incoming search terms:
Pangeran Carl Philip,Pangeran Philippos dari Yunani dan Denmark,Pangeran Andrea,Carl Philip Swedia,pangeran harry dan chelsy davy,pangeran tampan dunia saat ini,wajah pangeran harry,pangeran philip,pangeran dunia,pria yunani,

Raja dan Ratu Terhebat Inggris yang pernah memerintah

Dalam sejarah Britania Raya, telah terdapat lebih dari seratus raja/ratu yang pernah memimpin kerajaan-kerajaan di Kepulauan Britania. Mana sajakah raja/ratu yang dianggap terhebat oleh bangsa Britania Raya saat ini. Berikut adalah 10 raja/ratu terhebat dalam sejarah Britania Raya hasil pilihan warga berdasarkan polling yang diadakan oleh BBC:


King Edward I of England (1272-1307)
"If we can't drive them out, we will breed them out."
Di awal takhtanya, Raja Edward I mereformasi administrasi kerajaan dan juga hukum-hukum di kerajaan sehingga menjadi lebih tertata. Di bawah pimpinannya juga Inggris mampu meluaskan wilayah kekuasaannya dengan menundukkan Wales dan Skotlandia. Hal ini menempatkannya di urutan 10 Raja Britania Raya terhebat.

King Henry II of England (1151-1189)
"My life, when it is written, will read better than it lived."
Keberhasilan Raja Henry II yang cukup dikenal adalah terbentuknya sistem hukum di Inggris. Di masanya, ia membentuk pengadilan atas tindakan kriminal, dan juga penjara bagi yang tersangka. Ia juga mampu mengendalikan keuangan kerajaan. Di masanya juga penyerangan Inggris ke Irlandia dimulai, menjadi awal masa pendudukan Inggris di Irlandia.
King Richard III of England (1483-1485)
"Conscience is but a word cowards use."
Sebelum menjadi raja, kemampuan militernya dan kesetiaannya kepada kakaknya, Edward IV, menjadikan popularitasnya tinggi dan sangat dihormati, dan berbagai jabatan politik pun dipercayakan kepadanya. Bahkan ketika keponakannya, Edward V naik takhta dalam usia 12 tahun, ia pun dipercayakan untuk mengendalikan pemerintahan. Namun dua bulan kemudian, keponakannya itu tiba-tiba menghilang dan takhta Inggris pun dipegangnya. Hal ini justru menjatuhkan popularitasnya. Ia dituduh membunuh Edward V secara diam-diam untuk menaiki takhta. Selain itu, Richard III juga harus menghadapi pemberontakan dan kudeta atas takhtanya. Ia pun akhirnya tewas dalam perang pada 1485 ketika melawan pemberontaknya yang dipimpin Henry Tudor yang kemudian mengambil takhtanya dan menjadi Raja Henry VII. Meskipun pemerintahannya hanya dua tahun, kisah keberaniannya dalam perang menjadikan rakyat Britania menganggapnya sebagai salah satu raja terhebat.

King Robert I of Scotland (1306-1329)
"We fight not for glory, nor for wealth, nor honour but only and alone we fight for freedom which no good man surrenders but with his life."
Pada tahun 1296, Inggris berhasil menguasai Skotlandia. Di masa penjajahan Inggris, Robert menggalang dukungan hingga kemudian mengklaim dirinya sebagai Raja Skotlandia pada tahun 1306 dan memimpin perang melawan Inggris. Robert I pun berhasil mengalahkan Inggris pada tahun 1314 dan Skotlandia kembali mendapat kemerdekaannya. Dan pada tahun 1328, ia berhasil membuat Inggris mengakui kemerdekaan Kerajaan Skotlandia. Perannya memerdekaan Skotlandia menjadikan ia sangat dikagumi rakyat Skotlandia pada khususnya, dan rakyat Britania Raya pun menempatkannya di urutan ke-7 raja terhebat dalam sejarah.

King Henry V of England (1413-1422)
"We would not seek a battle as we are, yet as we are, we say we will not shun it."
Di masa pemerintahan Raja Henry V lah, Bahasa Inggris yang standar dibakukan, dan dijadikan bahasa resmi di Kerajaan Inggris. Dan kemenangannya memimpin Perang Agincourt pada 1415 melawan Perancis menjadikan ia disegani, bukan hanya karena jumlah tentaranya yang jauh lebih sedikit dibandingkan tentara Perancis, juga karena hasil perang itu menjadi tonggak awal Kerajaan Inggris mengklaim wilayah Perancis.

King Henry VIII of England (1590-1547)
"We are, by the sufferance of God, King of England; and the Kings of England in times past never had any superior but God."
Ia menduduki takhta Inggris pada usia 18 tahun sepeninggal ayahnya. Di masa mudanya, ia dikenal sebagai raja yang sangat aktif di kegiatan luar seperti berburu dan berkuda. Ia pun dikenal memiliki karisma yang besar. Salah satu hal yang paling dikenal pada masanya adalah keputusannya memutus hubungan dengan Takhta Suci di Vatikan, menutup Gereja Katolik di Inggris, dan mendirikan Gereja Inggris yang terpisah dari otoritas Paus, di mana ia menjadikan dirinya sebagai Pemimpin Gereja. Padahal pada saat itu, otoritas Paus sebagai pemimpin Takhta Suci cukup ditakuti banyak kerajaan. Selain itu, ia juga dikenal karena memiliki enam istri. Ia meninggal di usia 55 tahun dan digantikan oleh putranya, Edward VI yang baru berusia 9 tahun.



Queen Elizabeth II of the United Kingdom (1952-present)
"I declare before you all that my whole life whether it be long or short shall be devoted to your service."
Lahir pada April 1926, ia menjadi ratu pada usia 26 tahun. Di masa Perang Dunia II, tidak hanya mendukung tentara Inggris dari belakang, ia ikut mendukung dengan menjadi mekanik dan supir bagi mobil dan truk militer. Popularitasnya memuncak pada tahun 1947, di hari ulang tahunnya yang ke-21 ketika ia di depan publik, mengucapkan sumpah untuk mengabdikan dirinya untuk rakyatnya selama hidupnya, sumpah yang kemudian diucapkannya kembali ketika naik takhta. Ia dikenal karena konsisten dalam menjalankan tugas kenegaraan, meskipun hanya tugas simbolik. Hampir tidak pernah, Ratu Elizabeth II absen dalam menjalan kewajibannya sebagai ratu, bahkan pada hari tuanya. Ia juga dikenal aktif mengunjungi berbagai negara di dunia untuk mempererat hubungan Britania Raya dengan negara-negara lainnya.


Queen Victoria of the United Kingdom (1837-1901)
"The important thing is not what they think of me, but what I think of them."
Lahir pada 1819, ia merupakan satu-satunya penerus takhta kerajaan pada masa itu, sehingga ia harus menjalani masa kecil tanpa kebebasan penuh aturan ketat. Ia menduduki takhta pada usia 18 tahun sepeninggal pamannya, William IV. Sebagai ratu muda di masa modern, di mana isu pembentukan republik mulai menguat, ia beberapa kali menjadi target pembunuhan. Namun hal itu tetap membuatnya tegar dan tetap menjalankan tugas sebagai Ratu. Di masanya, Britania Raya berkembang pesat dalam bidang industri, ilmu pengetahuan, dan teknologi, dan wilayah Britania Raya berkembang hingga ke berbagai benua di dunia. Ia dikenal sangat mendukung ekspansi Britania Raya ke berbagai benua. Meskipun semuanya bukan hasil kerjanya, peran simbolik dia sebagai ratulah yang menjadikan Britania Raya tetap kuat dan bersatu. Selain itu Ratu Victoria dikenal dari cintanya yang begitu mendalam terhadap suaminya, Pangeran Albert. Sejak Albert meninggal pada 1861, ia terus berpakaian hitam sebagai tanda berkabung hingga akhir hayatnya. Takhtanya selama 64 tahun dikenal sebagai Masa Kemenangan (Victorian Era) dan merupakan takhta terlama dalam sejarah Britania Raya.


King Alfred the Great of Wessex (871-899)
"I desired to live worthily as long as I lived, and to leave after my life, to the men who should come after me, the memory of me in good works."
Meskipun bukan ia yang mempersatukan Inggris, namun usahanyalah yang menjadi cikal bakal persatuan kerajaan-kerajaan di Inggris. Sebagai Raja Wessex, ia menghadapi serangan dari bangsa Viking dari Denmark. Meskipun sempat mundur, di bawah pimpinannya ia mampu mengalahkan bangsa Viking. Ia pun mengajak kerajaan-kerajaan lainnya di Inggris beraliansi mendirikan pertahanan yang kuat untuk melawan serangan bangsa Viking di kemudian hari. Inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Inggris di kemudian hari.
Queen Elizabeth I of England (1558-1603)
"It is my desire to live nor reign no longer than my life and reign shall be for your good."
Lahir pada September 1533, ia menduduki takhta Kerajaan Inggris pada usia 25 tahun sepeninggal kakaknya, Ratu Mary I. Ia memerintah di masa Inggris terancam perpecahan antara penganut Katolik dan Protestan. Namun, ia mampu menyatukan Inggris dengan mendirikan kembali Gereja Protestan dan tetap mengizinkan Gereja Katolik di Inggris. Dan di masanya juga, ia berhasil membawa Inggris menang dalam perang melawan Armada Spanyol. Kemenangan itu menjadikan Inggris negara yang kuat dan disegani negara-negara lainnya. Ia juga membawa kestabilan politik dan ekonomi selama masanya. Karena itu, masa pemerintahannya dikenal sebagai Masa Keemasan (The Golden Era). Tidak heran, mayoritas warga Britania menganggapnya sebagai Ratu terhebat dalam sejarah.

Beberapa rekor raja/ratu di Britania Raya

Ratu terlama: Victoria (63 tahun, 7 bulan)
Raja terlama: George III (59 tahun, 3 bulan)

Ratu tersingkat: Jane Grey (9 hari)


Raja tersingkat: Sweyn Forkbeard (40 hari)


Ratu berusia terpanjang: Elizabeth II (saat ini berusia 84 tahun)


Raja berusia terpanjang: George III (meninggal dalam usia 81 tahun, 7 bulan)


Ratu berusia terpendek: Margaret (meninggal dalam usia 7 tahun, 5 bulan)


Raja berusia terpendek: Edward V (meninggal dalam usia 12 tahun, 8 bulan)


Raja tertua: William IV (naik takhta pada usia 64 tahun, 10 bulan)



Ratu tertua: Mary I Inggris (naik takhta pada usia 32 tahun, 5 bulan)


Raja termuda: Henry VI (naik takhta pada usia 8 bulan)


Ratu termuda: Mary I Skotlandia (naik takhta pada usia 6 hari)

Raja dengan istri terbanyak: Henry VIII (6 istri)


Ratu dengan suami terbanyak: Mary I Skotlandia (3 suami)


Raja/Ratu yang tidak pernah menikah: William II Inggris, Edward V, Edward VI, dan Elizabeth I





Raja/Ratu tertinggi yang pernah tercatat: Edward IV (1,9 m)


Raja/Ratu terpendek yang pernah tercatat (tidak termasuk raja/ratu yang masih kanak-kanak): Victoria (1,5 m)

Daftar Penguasa Kerajaan Inggris & Silsilah Keluarga Kerajaan Inggris

daftar Penguasa Kerajaan Inggris

Silsilah Keluarga Kerajaan Inggris