Hanya Kata-kata Bodoh saat Tak Ada yang Mau Mendengar

Dapat merasakan senang dalam hati yang pedih, merasa hancur ketika banyak yang membenci.. merasa bahagia ketika tak ada satu pun yang mau mendengar. Kurang apa lagi? Bila harus membahas betapa tegarnya jiwa yang kering ini, betapa rapuhnya hati yang keras ini dan betapa hancur harapan yang memang "kosong" ini. Siapa yang mau mendengarku?? Apakah tak ada lagi yang percaya padaku??

Inikah hadiah atas semua perasaan menyebalkan ini?? Keberanianku tadi cukup kuat untuk membunuhku sekali dan menghidupkanku sekali lagi.. Untuk memberiku peringatan, memberiku rasa sakit, sekalipun aku harus tersenyum licik dan terpaksa mengalah dengan keadaan. 


Hah, mengalah dengan keadaan?? Selalu saja keadaan yang jadi korban keegoisanku. Bodoh!! Keadaan tak kan ada bila tak ada yang mengadakan, akulah yang membuat keadaan dan situasi seperti ini. Inilah akibat yang harus kuterima. Sial.. Semester tiga, semester bodoh! kenapa ku baru menyadarinya sekarang?? Kenapa baru tersadar di semester ini?? kenapa tak dari dulu saja, saat aku melakukan kesalahan??


Aku muak dengan segalanya, dengan kalian, kalian dan kalian. Aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian.. Karena bagi kalian kontribusi dan peran serta yang selama ini kutuang dalam suatu komunitas kita adalah "sampah belaka" Maafkan untuk kata-kata bodoh ini...

Postingan populer dari blog ini

Nama Panggilan Untuk Pacar Unik Tapi Mesra

Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA