Self - Actualization.. Kembangkan Potensi Diri muu..!!!!

Menurut Maslow, manusia memiliki struktur psikologis yang penting dengan struktur fisik mereka, yaitu memiliki “kebutuhan kapasitas dan kecennderungan yang berbasis genetis”. Suatu kontribusi utama Maslow adalah studi intensif yang sehat tentang pemenuhan diri yang disebut dengan “aktualisasi diri individu”.
Hierarchy of Needs
Hirarki kebutuhan merupakan suatu susunan kebutuhan bawaan dari yang terkuat sampai terlemah yang mengaktivasi dan mengarahkan perilaku seseorang. Hirarki kebutuhan mencakup physiological needs (kebutuhan fisiologis), safety needs (keamanan), love and belongingness needs (cinta dan kasih sayang), esteem need (penghargaan diri), dan Self – actualization (pengakuan diri). Kebutuhan tersebut diatur dalam suatu hirarki (tangga), dimana kebutuhan-kebutuhan yang berada di bawah setidaknya sebagian harus dirasa puas sebelum kebutuhan yang diatasnya dipenuhi. Contohnya, orang sedang lapar tidak merasa terdesak untuk memenuhi kebutuhan penghargaan dirinya. Yang mereka inginkan hanyalah segera mendapatkan makanan (physiological needs), bukan kebutuhan yang lainnya. Setelah memenuhi kebutuhan dasarnya, baru ia memikirkan untuk memenuhi kebutuhan setingkat diatasnya.





Kebutuhan Fisiologis. Kebutuhan ini lebih penting sebagai kekuatan memotivasi dalam budaya dimana kelangsungan hidup dasar telah menjadi perhatian sehari-hari (mis : sandang, pangan, papan, dan kebutuhan biologis seperti BAB, BAK, bernafas dan sebagainya).
Kebutuhan Keamanan. Ketika semua kebutuhan fisiologi terpuaskan, kebutuhan keamaan menjadi hal yang kita butuhkan setelahnya. Kepuasan pada hirarki ini membutuhkan stabilitas, keamanan, dan kebebasan dari ketakutan dan kecemasan (mis : bebas dari penjajajahan, ancaman, rasa sakit, teror, dll).
Kebutuhan rasa memiliki dan cinta. Setelah kebutuhan fisiologis dan keamanan terpenuhi, kebutuhan yang ketiga adalah kebutuhan untuk cinta dan rasa memiliki yang muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Kebutuhan ini dapat dinyatakan dalam berbagai cara : berpikir hubungan yang dekat dengan teman, kekasih, pasangan, atau melalui hubungan sosial yang terbentuk dalam suatu kelompok sosial.
Kebutuhan Penghargaan Diri. Jika kita telah merasa dicintai dan memiliki rasa memiliki, maka kita kemudian menggembangkan kebutuhan untuk harga diri. Kita memerlukan harga diri dan respek dari diri kita sendiri, dalam bentuk perasaan diri, dan dari orang lain, dalam bentuk status, pengakuan, atau kesuksesan sosial. Ada dua kebutuhan harga diri yaitu: kebutuhan untuk harga diri dan kebutuhan utuk dihargai oleh orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia, jika tidak terpenuhi orang akan merasa frustasi, randah diri, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.
Kebutuhan Aktualisasi diri. Tahap akhir dari hirarki kebutuhan, yaitu realisasi dan pemenuhan potensi-potensi dan kemampuan yang dimiliki individu. Maslow mengusulkan bahwa kita termotivasi untuk menjadi apa yang bisa kita perbuat. Dalam artian kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
Ada 8 cara pengaktualisasian diri yang diungkapkan Maslow :
Mengalami semua hal dengan sungguh-sungguh, bersemangat, tidak mementingkan diri sendiri. Biarkan dirimu untuk mengalami sesuatu, berkonsentrasi pada itu dengan sungguh-sungguh, biarkan itu benar-benar menyenangkanmu. 
Hidup merupakan suatu proses pemilihan antara keamanan (bebas dari ketakutan dan kebutuhan untuk bertahan) dengan risiko. 
Biarkan dirimu tampil. Cobalah untuk meneriakkan petunjuk-petunjuk eksternal dengan apa yang seharusnya dipikirkan, rasakan, katakan, dan lain-lain, dan biarkan pengalamanmu memampukan Anda untuk mengatakan apa yang sebenarnya yang dirasakan. 
Ketika dalam keragu-raguan, bersikap jujurlah. Jika engkau melihat dirimu jujur, Anda akan mengambil tanggung jawab; bertanggung jawab merupakan aktualisasi diri. 
Dengarkan apa yang Anda alami. Siapkan diri jika Anda tidak populer nantinya. 
Menggunakan intelegensi 
Membuat peak experience (momen bahagia yang luar biasa, saya menyebutnya kebahagiiaan tingkat dewa sob..!!!) tampak lebih menyenangkan: pelajari apa yang menjadi kemampuan dan potensi Anda. 
Temukan siapa Anda sebenarnya, apa Anda sebenarnya, apa yang Anda sukai dan tidak, apa yang baik dan buruk bagi Anda, kemana Anda akan pergi, apa tujuan Anda. Membuka diri pada diri sendiri berarti mengidentifikasi pertahanan-dan kemudian menemukan keberanian.
Hhhmmm.. gimana?? Siap untuk menjadi diri yang mampu mencapai self actualization??? Walau tidak banyak orang yang mampu mencapai hirarki terkahir ini, tapi bukan hal tidak mungkin untuk kita berusaha.. ayoo.. jadikan dirimu itu adalah dirimu sendiri.. be yourself... seiring pertumbuhna dan perkembangan kita pasti bisa kalau kita mau berusaha, karena tidak ada yang tidak mungkin didunia ini kalau kita meyakini dan berusaha dengan sungguh2....
Semangatt......!!!

Postingan populer dari blog ini

Nama Panggilan Untuk Pacar Unik Tapi Mesra

Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA